Cegah Corona, Kepala Ohoi Haar Renrahantel Maksimalkan Dana Desa

Mewabahnya virus Corona atau Covid-19 di seluruh dunia termasuk di Indonesia yang kini terus meningkat tajam, membuat berbagai pihak melakukan berbagai upaya guna meredam wabah tersebut.
Share it:
Pembagian sejumlah alat kesehatan kepada warga Ohoi Haar Renrahantel
Langgur, Dharapos.com - Mewabahnya virus Corona atau Covid-19 di seluruh dunia termasuk di Indonesia yang kini terus meningkat tajam, membuat berbagai pihak melakukan berbagai upaya guna meredam wabah tersebut.

Tak terkecuali, Ohoi Haar Renrahantel, Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

Kepala Ohoi setempat, Yanuarius Rahayaan ketika di temui Dharapos.com di kediamannya, mengaku telah melakukan sejumlah langkah penting.

Salah satunya, dengan memaksimalkan Dana Desa yang dikelola pihaknya.

Dikatakannya, untuk Dana Desa tahap pertama dalam tahun ini pihaknya telah mengalokasikan sebesar Rp33.5 juta untuk kelengkapan kesehatan berupa masker kain, sarung tangan karet, sabun cuci tangan, tisu, alkohol, ember cuci tangan, kran air, pengukur suhu tubuh, serta alat- alat kesehatan lainnya.                     

"Saya tahu bahwa kota Tual dan Maluku Tenggara masih berada pada zona hijau, tapi apa salahnya jika kita mempersiapkan diri. Lebih baik mencegah dari pada mengobati," ungkapnya.

Selain alat-alat kesehatan, Rahayaan menyampaikan bahwa dari dana tersebut juga dialokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

"Jadi di Ohoi Renrahantel hanya 11 kepala keluarga yang berhak menerima BLT DD sesuai kriteria yang ditentukan. Mereka menerima sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan, mulai dari Mei hingga Juli," sambungnya.

Pada kesempatan itu, disinggung pula soal mahasiswa yang masih berada di luar daerah.

"Saat ini memang tidak ada mahasiswa dari Ohoi Haar Renrahantel yang sementara kuliah di luar daerah, sehingga kami masih fokus ke masyarakat Ohoi," akuinya.

Rahayaan juga menyinggung hal yang berkaitan dengan gerakan saat ini dimana banyak kelompok masyarakat yang kembali berkebun.

"Saya hanya sampaikan bahwa sebelum wabah pandemi Covid-19 ini, aktifitas kami adalah berkebun. Jadi ada virus Corona maupun tidak ada, kami tetap berkebun dan sudah berkebun,"  tandasnya.

Rahayaan menambahkan, kegiatan penyaluran bantuan ini didasarkan pada Peraturan Menteri Desa (PDTT) Nomor 6 tahun 2020 tentang Perubahan atas Permendesa PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020 ini untuk mengantisipasi dan menyesuaikan perkembangan yang ada saat ini yaitu Penyebaran Corona Virus Disease-19 (Covid-19).

"Di mana kita sama-sama belum tahu kapan berakhir," tutupnya.

(dp-52)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

1 comments:

  1. Luar Biasa Langkah Yang Tepat dan Strategis telah diambil Oleh Pa Kepala Ohoi Renrahantel... Semoga Kepala Ohoi yg lain bisa mengikuti Tindakan2 seperti ini.. ����

    BalasHapus

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi