Harga Komoditas di Wilayah 3T Maluku Terpantau Normal

Harga komoditas pada tiga daerah yang berada di garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tepatnya di Provinsi Maluku terpantau normal.
Share it:
Kepala Disperindag Provinsi Maluku, Elvis Pattiselano
Ambon, Dharapos.com - Harga komoditas pada tiga daerah yang berada di garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tepatnya di Provinsi Maluku terpantau normal.

Meski harga beras melonjak naik hingga mencapai Rp14.000 per kilogramnya.

Ketiga wilayah tersebut masing-masing Kabupaten Kepulauan Aru dan Kepulauan Tanmbar serta Maluku Barat Daya (MBD).

Hal ini disebabkan lancarnya program tol laut sebagaimana pernyataan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Elvis Pattiselano yang dikonfirmasi di kantornya, Jumat (1/2/2019). 

Diakuinya, selama ini pihaknya melakukan pantauan harga melalui laporan yang masuk dari kabupaten/kota.

Hanya saja masih ada daerah yang tidak rutin menyampaikan laporan tentang harga  komditas di wilayahnya .

"Ada yang tidak rutin sehingga kami harus meminta data. Padahal dulu sebelum otonomi, mereka berkewajiban melaporkan kepada kami setiap bulannya. Bahkan setelah otonomi juga kita fasilitasi mereka dengan petugas pemantau harga yang diberikan honor melalui provinsi serta didanai APBN, tapi itu juga kita kejar dulu baru dapat," terang Pattiselano.

Untuk sekarang, pihaknya melakukan pantauan lewat Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri  pada Disperindag Kabupaten/kota pada 11 kabupaten/kota di Maluku.

"Kalau ada gejolak, kita komunikasi penyebabnya apa dan tindakan antisipasinya," sambungnya.

Selain itu, Pattiselano juga berpesan kepada Kepala Disperindag Kabupaten MBD yang baru, Jhon Leunupun untuk berperan aktif menjaga stabilitas persediaan bahan kebutuhan pokok dan harga, karena itu menyangkut kebutuhan masyarakat banyak.

"Saya juga titip untuk bangun koordinasi dengan Satgas Pangan yang ada di Polres setempat, karena tim ini sangat membantu Pemerintah dalam mengendalikan harga pasar," pungkasnya.

(dp-19)
Share it:

Ekonomi dan Bisnis

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi