RSUD Magretti Saumlaki Alami Kekurangan Stok Obat dan Bahan Habis Pakai

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. P. P. Magretti Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dr. Fulfully Ch. Nuniary menyatakan, saat ini RSUD M
Share it:

Direktur RSUD dr. P. P. Magretti Saumlaki, dr. Fulfully Ch. Nuniary 
Saumlaki, Dharapos.com - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. P. P. Magretti Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dr. Fulfully Ch. Nuniary menyatakan, saat ini RSUD Magretti masih mengalami kekurangan obat-obatan dan bahan habis pakai atau disposable.

Jenis obat-obatan yang kurang adalah beberapa jenis obat antibiotik dan obat anti nyeri. Sementara jenis bahan habis pakai adalah jarum suntik, alat infuse, kasa, plester perban dan lainnya.

Kondisi kekurangan ini sudah terjadi selama dua pekan terakhir sehingga pasien yang membutuhkan jenis obat-obatan tersebut dianjurkan untuk membeli dari luar rumah sakit.

"Kami hanya mengalami kekurangan item obat tertentu yang dibutuhkan. Kekurangan obat rumah sakit ini ada di kisaran 30 sampai 40 persen obat yang esensial atau obat yang betul dibutuhkan dan sudah menyentuh stok penyangga obat," kata Fulfully di ruang kerjanya, Sabtu (24/10/2020).

Dia menjelaskan, stok penyangga adalah persediaan obat untuk mengantisipasi peningkatan kunjungan, keterlambatan kedatangan obat dan pemakaian yang ditentukan berdasarkan tipe rumah sakit.

Beberapa kendala yang dihadapi adalah jumlah kunjungan bertambah sementara pengadaan obat-obatan terbatas sesuai tipe rumah sakit. RSUD Magretti Saumlaki yang berada pada tipe D itu, tidak bisa melakukan pengadaan obat-obatan melebihi standar yang ditetapkan berdasarkan ketentuan.

Selain itu, pihak RSUD Magretti masih berhutang pada puluhan perusahaan penyedia obat-obatan dan bahan habis pakai, sehingga mempengaruhi proses pengadaan atau low respons.

"Kita dorong untuk harus dibayar minimal Rp1 Milyar supaya tidak menjadi batu sandungan. Total hutang obat itu ada Rp3 Milyar. Hutang ini beredar di puluhan perusahaan," bebernya.

Selain terjadi kekurangan obat dan bahan habis pakai, RSUD rujukan pasien Covid-19 itu juga terkendala dalam menyiapkan oksigen bagi para pasien. Hal ini karena terjadi kerusakan pada mesin kompresor.

dr. Fulfully menyebutkan, akibat kerusakan ini, jumlah oksigen yang dihasilkan dalam 12 jam hanya bisa mencapai 3 hingga 4 tabung.

"Dalam keadaan mendesak ini, kita sudah antisipasi dari dua minggu lalu. Skenario rumah sakit dalam mengatasi kekurangan obat esensial ini sudah kami identifikasi dua Minggu lalu," katanya.

Proses pembelanjaan obat-obatan dilakukan melalui penyedia jasa di Ambon dan dipastikan dalam pekan depan atau Minggu pertama bulan November sudah bisa teratasi.

Selain itu, proses pengadaan alat mesin kompresor rumah sakit sudah dilakukan dan saat ini sedang dalam proses pengiriman.

Jika sudah alatnya sudah terpasang maka dipastikan stok oksigen sudah kembali normal dan bahkan bisa membantu melayani permintaan dari Puskesmas.

Reaksi Masyarakat

Akibat kekurangan obat-obatan dan bahan habis pakai RSUD Magretti Saumlaki,  sekelompok pemuda yang tergabung dalam Vocal Grup Emperan dibawah koordinator Sony Hendra Ratisa (mantan anggota DPRD setempat) menggelar aksi solidaritas untuk  mengumpulkan seribu koin dalam membantu kelangkaan stok obat-obatan yang terjadi di RSUD Magretti.

Aksi ini dilakukan di ruas jalan utama kota Saumlaki, Jumat (23/10/2020).

Kendati Vocal group emperan berhasil menyumbangkan satu paket yang berisi obat-obatan dan diserahkan kepada pihak RSUD, namun pihak RSUD Magretti menolak menerimanya.

"Kami menghargai itikad baik dari pihak-pihak yang membantu tetapi paling tidak mekanisme rumah sakit itu agak sulit menerima bantuan-bantuan seperti itu, karena sudah ada mekanisme yang mengatur masuk kedalam APBD daerah untuk dikelola oleh rumah sakit" kata Fulfully.

Fulfully memandang tidak begitu urgent, sehingga menolak pemberian kelompok masyarakat itu.

"Kami tidak akan menerima sumbangan itu. Kami malahan menyarankan untuk lebih baik utamakan kebiasaan hidup sehat dalam mencegah terjadinya penyakit" tandasnya.

(dp-47)

Share it:

Maluku Tenggara Barat

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi