Seralurin Terapkan Kebijakan Istimewa Demi Tanimbar Tetap Bebas Covid-19

Kepala Unit Penyelenggaraan Bandar Udara (UPBU) Mathilda Batlayeri Saumlaki Januaris Seralurin memberikan kebijakan istimewa kepada personil Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk dapat melakukan pemeriksanaan kepada para penumpang pesawat Wings Air yang akan datang dalam waktu dekat.
Share it:
Kepala UPBU Mathilda Batlayeri Saumlaki Januaris Seralurin
Saumlaki, Dharapos.com - Kepala Unit Penyelenggaraan Bandar Udara (UPBU) Mathilda Batlayeri Saumlaki Januaris Seralurin memberikan kebijakan istimewa kepada personil Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk dapat melakukan pemeriksanaan kepada para penumpang pesawat Wings Air yang akan datang dalam waktu dekat.

Kebijakan istimewa ini diberikan kepada TNI, Polri, Petugas Puskesmas Lorulung, sopir bus dan 3 orang awak media yang telah ditunjuk dalam simulasi gladi bersih atau simulasi  evakuasi penumpang di bandara Mathilda Batlayeri, Selasa (26/5/2020).

Dalam simulasi itu, para pengantar hanya diperbolehkan mengantar hingga portal masuk bandara, sedangkan mobil yang membawa penumpang berangkat hanya sampai pada batas drop zone dan langsung balik tanpa menjemput penumpang turun.

Seralurin meminta 30 menit sebelum pesawat masuk, 3 unit bus pengangkut penumpang dari Ambon ke lokasi karantina terpusat di Lorulun, Kecamatan Wertamrian sudah harus siap di lokasi yang telah ditentukan baik itu lokasi Plan A maupun plan B.

Selain itu, para sopir yang ditugaskan akan di lengkapi dengan pakaian APD level 2.

Ia juga meminta agar pada saat pesawat take off dan landing, TNI, Polri dan sipil atau yang bukan pegawai kantor UPBU Mathilda Batlayeri agar tidak masuk pada area terbatas atau tidak melanggar garis putih.

"Ini adalah areal kawasan terbatas yang di dalam aturan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan, melarang. Namun ini adalah kebijakan khusus atau istimewa dari kepala kantor UPBU Mathilda Batlayeri agar kita Gugus Tugas bekerja maksimal demi memutus mata rantai Covid-19 ini. Jadi saya minta agar kita sama-sama menjaga dan mengamankan kebijakan ini," harapnya usai pelaksanaan simulasi di areal bandara.

Seralurin menyatakan, sesuai petunjuk dari Kementrian Perhubungan dan kesepakatan bersama maskapai untuk membawa penumpang tidak full set, tapi hanya 50 persen dari jumlah yang ada.

Meskipun dari Kemenhub telah membuka penerbangan, namun tergantung maskapai.

"Wings Air ATR-72 dari Ambon ke Saumlaki ini punya kapasitas penumpang 72 sehingga hanya akan memuat 36 orang atau bisa lebih dari itu 37 atau 38 orang," katanya.

Sesuai informasi yang diterima Dharapos dari manajemen Wings Air, penerbangan ke Saumlaki baru dibuka pada awal Juni  mendatang.

(dp-47)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi