Tim Gustu Covid-19 Tanimbar Gelar Simulasi di Bandara Mathilda Batlayeri

Tim Gugus Tugas Penanggulangan, Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar gladi bersih (simulasi) evakuasi di bandara Mathilda Batlayeri Saumlaki, Selasa (26/5/2020).
Share it:
Gladi bersih simulasi evakuasi di bandara Mathilda Batlayeri Saumlaki, Selasa (26/5/2020)
Saumlaki, Dharapos.com - Tim Gugus Tugas Penanggulangan, Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar gladi bersih (simulasi) evakuasi di bandara Mathilda Batlayeri Saumlaki, Selasa (26/5/2020).

Simulasi ini bertujuan untuk persiapan mengangkut para pelaku perjalanan yang menumpangi pesawat Wings Air yang akan datang dari Ambon ke Saumlaki dan selanjutnya diarahkan ke Karantina Terpusat di Lorulun.

Gladi bersih itu dipimpin Wakapolres MTB Lodivicus Tethol selaku Koordinator Bidang Pencegahan Covid-19 Kepulauan Tanimbar didampingi Kepala UPBU Mathilda Batlayeri Januaris Seralurin.

Peserta simulasi terdiri dari personil TNI, Polri, petugas bandara, petugas kesehatan dari Puskesmas Lorulung serta sejumlah awak media dari media RRI, Dharapos, Malukupost dan Antara.

"Terkait dalam penanganan Covid-19 kita perlu mensinergikan semua ini karena kita masuk pada bandara, yaitu area yang sangat terbatas dan ini adalah pengalaman baru untuk kita semua," urai Tethool.

Dia berharap seoptimal mungkin tidak akan terjadi kontak antara yang penumpang yang naik dan yang turun dengan para personil yang bertugas di bandara.

Dalam gladi itu disiapkan dua plan yakni A dan B.

Plan A dipergunakan jika tidak hujan, dimana para personil akan melewati jalur panjang via pintu emergency untuk melakukan pemeriksaan kepada para penumpang yang turun.

Kemudian 3 unit bus yang akan disiapkan untuk membawa langsung ke lokasi karantina terpusat.

Namun jika hujan, maka akan diberlakukan plan B, yakni jalur normal dari pintu kedatangan namun tetap diberlakukan protokol Covid-19 dengan menjaga jarak, cuci tangan, buang masker dan handscoon yang dibawah dari Ambon pada tempat sampah yang disediakan, disemprot dengan cairan disinfektan, cek suhu tubuh serta membawa sendiri barang bawaan ke bus yang telah disiapkan.

Jika plan B dipakai maka personil akan bekerja ekstra untuk menjaga agar tidak terjadi penumpukan pada lokasi kedatangan yang sempit serta menjaga agar tidak terjadi kontak dengan para penumpang yang berangkat dan juga personil yang bertugas.

"Sesuai dengan SOP kesehatan, semua pelaku perjalan yang datang dari zona merah akan diwajibkan melakukan karantina terpusat selama 14 hari," sambung Tethool.

Ia juga mengajak seluruh para pemangku kepentingan dan masyarkat untuk bersama menjaga dan mempertahankan predikat zona hijau di Tanimbar ini dengan kerja keras dan tidak main-main.

"Untuk mempertahankan zona hijau ini butuh kerja keras dan proses yang panjang. Ini tidak terjadi sekejap lalu tiba-tiba ada zona hijau tetapi dukungan dari semua pihak. Mulai dari tokoh agama punya doa, sehingga kita perlu menjaga rahmat Tuhan agar Tanimbar tetap hijau dengan cara bekerja di bidang pencegahan secara all out," pungkasnya.

Sesuai pantauan, para peserta simulasi berlatih menyesuaikan posisi dengan tugas masing-masing dari depan ruang kedatangan penumpang hingga appron bandara Mathilda Batlayeri.

(dp-47)
Share it:

Maluku Tenggara Barat

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi