EMS Ukir Prestasi di Kancah Internasional, Bupati Hanubun : Itu Berkat Tuhan

Paduan Suara (PS) Evav Madrigal Singers (EMS) asal Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) berhasil mengukir prestasi tertinggi di kancah internasional.
Share it:
Bupati Malra M. Thaher Hanubun saat menerima kelompok PS EMS di Aula Kantor Bupati Malra, Langgur, Senin (12/8/2019)
Langgur, Dharapos.com – Paduan Suara (PS) Evav Madrigal Singers (EMS) asal Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) berhasil mengukir prestasi tertinggi di kancah internasional.

Gabungan penyanyi asal 3 agama ini berhasil menyabet 3 medali emas dan dan 1 klasifikasi champion pada Lomba PS bertaraf internasional bertajuk “8TH Bali International Choir Festival” yang digelar di Bali pada 23-27 Juli 2019.

Dibawah pimpinan (Koordinator) Pastor Agus Soplanit MSC dan Ibu Paula Rahabav (Coach), PS EMS mampu bersaing dengan ratusan peserta dari 18 negara di dunia ditambah dengan 14 provinsi dari Indonesia.

“Ini adalah berkat dari Tuhan dan leluhur yang diberikan kepada kita, dan tentunya ini menjadikan nama Kei teristimewa Malra terus terkenal dan berkibar,” ucap M. Thaher Hanubun kagum dan bangga ketika menerima kelompok PS EMS di Aula Kantor Bupati Malra, Langgur, Senin (12/8/2019).

Raihan ini, menurutnya, adalah hal yang luar biasa, karena PS EMS mampu bersaing dengan paduan suara kelas dunia lainnya bahkan mampu memberikan prestasi yang terbaik bagi Malra dan Kepulauan Kei.

“Sekali lagi, ini hal yang luar biasa, dan kalau dihitung-hitung prestasi ini tidak bisa dibalas oleh Pemerintah Daerah. Kewajiban kami adalah terus membina apa yang sudah kita miliki, karena apa yang diberikan oleh Tuhan harus kita jaga,” cetus Hanubun.

Diakuinya, saat teman-teman PS EMS hendak berangkat, dirinya menitipkan pesan populerkan nama Malra, Nuhu Met Evav (Kei).

“Jika kita selalu bertumpu pada 3 tungku ini yaitu adat, kubni, aingam  (adat, pemerintah dan agama, red) maka pasti kita bisa,” katanya lagi.

Hanubun tak lupa mengingatkan, jangan pernah ada yang merasa kurang atau lebih dari yang lain.

“Kekurangan EMS adalah kekurangan Pemerintah daerah, kelebihan EMS adalah kelebihan kita semua.  Teman-teman EMS telah membuktikan bahwa Kei bukan saja ada di Maluku Tenggara, tapi Kei juga ada dimana-mana,” pujinya.

Hanubun pada kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih atas nama Pemda, atas prestasi tinggi dalam lomba paduan suara di kancah Internasional

“Keakraban kita ini harus kita rawat terus, karena teman-teman adalah saya dan saya adalah teman-teman, kita merasa bangga sama-sama,” tukasnya.

Sementara itu, Pastor Agus Soplanit MSC dalam laporannya menjelaskan, iven ini juga menjadi pengalaman berharga bagi PS EMS untuk memperkaya ilmu dalam dunia paduan suara.

Dijelaskan, keikutsertaan ini menjadi pengalaman internasional bagi EMS, karena bisa berjumpa dengan berbagai bangsa dan kebudayaan serta pengetahuan juga kemampuan bernyanyi yang betul-betul mumpuni bahkan kelasnya sudah Internasional.

“Kami EMS merasa bangga bisa hadir dalam perhelatan akbar ini, karena selain pengetahuan dan ketrampilan bernyanyi kami terasa dan teruji, kami juga mendapat banyak informasi baru dalam hal menyanyi,” sambungnya.

Pastor Soplanit mengakui, dengan raihan 3 medali emas (gold) dengan 1 klasifikasi Champions sudah sesuai dengan target yaitu EMS bisa masuk dalam level Championship.

“Bahkan melebihi ekpektasi kami dengan memperoleh 3 Gold. Semoga ini menjadi hadiah yang indah untuk HUT Bapak Bupati yg ke 61 pada 3 Agustus kemarin,” bebernya.

Untuk itu, medali emas yang diraih tersebut diserahkan langsung Pastor Soplanit kepada Bupati Malra.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah daerah dan semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada EMS untuk membawa nama besar Maluku Tenggara, Tanat Evav, di forum internasional,” pungkasnya.

(dp-49)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi