Pemprov beri perhatian serius kepada suku Mausu Ane

Bencana yang dialami Komunitas Adat Tertinggal (KAT) dari Suku Mausu Ane, Negeri Maneo Rendah, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) hingga menelan empat korban jiwa, terus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov).
Share it:
Sejumlah bahan bantuan yang disalurkan bagi suku Mause Ane  
Ambon, Dharapos.com
Bencana yang dialami Komunitas Adat Terpencil (KAT) dari Suku Mausu Ane, Negeri Maneo Rendah, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) hingga menelan empat korban jiwa, terus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Koordinasi terus dilakukan baik dengan Pemerintah Kabupaten Malteng maupun TNI/Polri.

Kepala Biro (Karo) Hukum dan HAM Setda Maluku, Hendry Far-far mengatakan sejak awal Pemprov telah melakukan koordinasi serta melakukan aksi langsung dengan mendistribusikan bantuan yang dibutuhkan

Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yang langsung menangani bencana tergolong Kejadian Luar Biasa (KLB) ini.

“Sejak awal, Pemprov Maluku sudah mengambil langkah koordinasi dengan Pemkab Malteng, lalu kemudian berdasarkan koordinasi itu telah diturunkan bantuan tanggap darurat di sana baik yang dibuat oleh Pemprov Maluku maupun oleh Kabupaten Malteng,” katanya saat rapat yang berlangsung di ruang kerja Asisten I Setda Maluku, Rabu (1/8/2018).

Tim gabungan dari berbagai pihak yang bertugas menangani suku Mause Ane 
Sejumlah OPD terkait hadir dalam rapat tersebut diantaranya, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Maluku, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dinas Kesehatan dan Biro Humas dan Protokol Setda Maluku.

Far-far menyebutkan, Pemerintah tetap menjaga keutuhan dan keberadaan kehidupan komunitas ini, dengan memberikan bantuan baik bahan pangan maupun obat-obatan.

“Dan Pemerintah akan tetap memberikan bantuan-bantuan serta obat-obatan dalam rangka mendukung kehidupan mereka,” tandasnya.

Berkaitan dengan merebaknya informasi terkait relokasi terhadap masyarakat KAT, Far-Far menyebutkan tentunya harus atas persetujuan dan kesepakatan dari masyarakat adat itu sendiri.

“Kalau soal relokasi, itu tidak pernah direncanakan Pemprov Maluku maupun Pemkab Malteng, karena relokasi harus berdasarkan kesepakatan masyarakat adat itu sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah langkah penting telah dilakukan oleh OPD terkait dalam upaya memulihkan kondisi kehidupan suku Mause Ane seperti Dinas Sosial Promal, dengan pendistribusian bantuan berupa beras, matras, selimut dan paket anak-anak serta paket buat warga lanjut usia (Lansia).

Kondisi penampungan sementara suk Mause Ane
Tim Gabungan yang melibatkan Kemensos dan Dinsos Kabupaten Malteng turut dibentuk.

Tim ini bekerja melakukan pendampingan psikososial selama dua hari di lokasi penampungan sementara.

Bantuan juga datang dari BPBD Maluku seteleh berkoordinasi dengan berbagai pihak yang langsung turun ke lokasi bencana.

BPBD telah melakukan langkah tanggap darurat dalam bentuk penugasan tim pendistribusian bantuan logistik ke lokasi kejadian antara lain selimut, sandang, matras, lauk-pauk, makanan siap saji dan tambahan gizi.

Tak ketinggalan, Dinas Kesehatan Promal, dengan mengutus petugas lapangan melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan terhadap anggota masyarakat.

Dinkes melakukan penanganan cepat setelah mendapat laporan adanya bencana di KAT dengan membentuk tim melibatkan Kemenkes serta Dinkes Malteng.

Tim kesehatan baik dari provinsi, Puskesmas Pasahary B dan Puskesmas Morokay Kabupaten Malteng dan berkoordinasi dengan Dokes Kepolisian dan TNI.

(dp-19)
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi