Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Optimis Menangi Pilkada MTB, Power Justice Siap Lanjutkan Program

Logo pasangan Power Justice
Saumlaki, Dharapos.com
Pasangan Calon Bupati Petrus Paulus Werembinan, SH dan Calon Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) Jusuf Silety, SH, MH menyatakan optimis bakal jadi pemenang pada Pemilihan Kepala Daerah setempat, Februari 2017 mendatang.

Betapa tidak, pasangan berjargon Power and Justice ini telah memiliki pengalaman di bidang pemerintahan dan didukung kembali oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang tampil sebagai pemenang Pemilu di daerah berjuluk Duan-Lolat selama 10 tahun terakhir.

Karena sudah terbukti dan teruji dalam pemerintahan, maka di setiap kesempatan bersama rakyat, Werembinan selalu membeberkan berbagai bukti keberhasilan yang telah dilakukan selama ini.

Mantan Ketua DPRD dua periode ini mengatakan bahwa salah satu indikator keberhasilan pembangunan di daerah adalah tersedianya sarana dan prasarana serta peningkatan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Salah satunya di bidang kesehatan, dirinya berjanji akan terus mendorong sejumlah program pro rakyat seperti pemberian Kartu MTB Sehat (Jamkesda) bagi 23.000 warga yang tidak mendapat layanan BPJS, dan pengadaan ambulans darat dan laut secara gratis di setiap kecamatan.

Kemudian, pembangunan rumah tunggu bagi perempuan hamil di wilayah yang jauh, Papsmear gratis bagi perempuan dan remaja puteri, Visum gratis bagi korban KDRT dan kekerasan seksual, satu bidan dan satu perawat di setiap desa, minimal satu dokter umum di setiap puskesmas, minimal dua dokter ahli di setiap rumah sakit, serta satu desa satu pustu, satu kecamatan satu puskesmas rawat inap yang berfungsi 24 jam, serta pemberian tunjangan kinerja bagi dokter dan para medis.

“Kita tetap dorong pembangunan Puskesmas, Pustu, penambahan bidan, perawat dan tenaga dokter, supaya di dalam desa, masyarakat sudah boleh mendapat pelayanan kesehatan yang baik. Kedepan ini , karena masih ada kekurangan perawat dan bidan maka kita tetap dorong terus ada penambahan, bahkan bila perlu kita punya dokter disetiap puskesmas sehingga jangan sampai masyarakat harus berobat ke Larat atau ke Saumlaki,” janjinya.

Wakil Bupati MTB Non Aktif ini, mengatakan selama ini pihaknya (baca: Kepemimpinan Bitsael Temmar dan Petrus P.Werembinan - red) juga telah menyiapkan beberapa tenaga dokter yang ahli untuk menutupi kebutuhan akan tenaga medis.

Begitu pula, dalam hal pengadaan peralatan yang canggih di sejumlah RS setempat.

“Sehingga dapat mengatasi keluhan masyarakat sebelumnya akan minimnya tenaga spesialis dan peralatan canggih, yang  sering kali menjadi penyebab masyarakat memilih berobat ke Ambon atau ke daerah lain,” sambungnya.

Dia menyebutkan bahwa selama ini sudah ada peningkatan peralatan medis di sejumlah RS seperti peralatan untuk persalinan, alat canggih untuk oksigen yang dibeli dengan harga Rp 4 miliar.

Semua ini dilakukan pihaknya hanya untuk memenuhi dan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pelayanan kami yang akan datang, kita dorong juga peralatan yang canggih di setiap puskesmas dan pustu sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang baik. Karena apa?, Karena masyarakat yang sejahtera itu hanya ada tiga hal yakni otak cerdas, badan sehat dan kantong terisi. Kalau sudah seperti itu maka masyarakatnya sejahtera,” tukas Werembinan.

(dp-18)

DKP MTB Genjot Strategi Peningkatan Produktivitas Rumput Laut

Venantius Batlayeri
Saumlaki, Dharapos.com
Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan berbagai strategi untuk kembali meningkatkan produktivitas rumput laut yang merosot beberapa tahun terakhir.

Rumput laut ini oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan dikembangkan dalam sebuah akronim yang disebut GEBRAK atau Gerakan Bersama Rakyat menanam rumput laut.

“Di MTB dikembangkan semenjak 2006 sampai 2010 dan mencapai puncak produksi dengan harga yang sangat ekonomis. Hanya saja di dua tahun terakhir mengalami stagnan dan kurva produksinya menurun,” tutur Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan MTB, Venantius Batlayeri saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/12).

Menurutnya, penurunan produktivitas rumput laut di MTB itu disebabkan oleh beberapa faktor yakni adanya hama jenis ice-ice yang menyerang rumput laut dan tidak ada penanganan sehingga mengakibatkan kualitas rumput laut menurun, bahkan kurang diproduksi oleh pembudidaya.

“Penyakit ice-ice ini banyak menyerang rumput laut yang ditandai dengan timbulnya bintik putih atau bercak - bercak pada sebagian thallus yang lama kelamaan kehilangan warna dan menjadi putih dan akhirnya terputus. Penyakit ini  timbul karena adanya mikroba yang menyerang tanaman rumput laut yang lemah” katanya.

Untuk itu, langkah yang dia lakukan semenjak dilantik sebagai Kadis DKP beberapa bulan kemarin adalah menemui langsung para pembudidaya untuk melihat dan berdiskusi secara langsung guna mengetahui realitas dan keluhan para pembudidaya.

Dijelaskan, sebenarnya hama itu tidak semata-mata terjadi, tetapi muncul dari ketidakseriusan dalam mengelolah usaha secara baik.

Masyarakat sudah lupa akan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pembudidayaan rumput laut seperti pembelian bibit.

“Banyak masyarakat yang karena usahanya sudah berkembang lalu tidak mensortir stake yang dipakai sebagai bibit. Stake yang sudah tua itu ketika tidak dipotong dan dibuang maka akan dengan mudah diserang penyakit,” bebernya.

Batlayeri mengakui bahwa persoalan tersebut terjadi karena turut disebabkan pula oleh kurang maksimalnya pengawasan dan pembinaan secara intensif kepada para pembudidaya rumput laut.

Padahal seyogyanya para tenaga pendamping dari DKP memiliki peran dalam memberikan pemahaman dan pembinaan secara terus menerus bagi para pembudidaya di setiap desa.

Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan berbagai terobosan seperti menerjunkan tenaga pendamping ke setiap desa untuk melakukan pembinaan dan pendampingan.

Selain itu, Pemkab MTB berencana mengambil peran sebagai pembeli dengan cara bekerja sama dengan beberapa buyern dari Surabaya sehingga bisa mendongkrak semangat para pembudidaya untuk memperbaiki mutu produksinya, serta perlu diintensifkannya kebun bibit sehingga penyediaan bibit yang baik bagi para pembudidaya terus tersedia.

“Saya optimis, jika strategi ini dilakukan maka pasti ada peluang bagi para pembudidaya, dan selanjutnya akan ada peningkatan pendapatan keluarga seperti tahun-tahun lalu yang angka pendapatan per pembudidaya itu diatas kisaran satu juta rupiah hingga ratusan juta rupiah, dan itu berpengaruh juga terhadap kontribusi bagi PAD kita yang saat itu mencapai satu milyart rupiah lebih, tetapi saat ini menurun hingga lima ratusan juta rupiah” pungkasnya.

(dp-18)

Akhiri Masa Bakti di Polri, Jambormias Gelar Kejurda Bola Voli

AKP D. Jambormias saat berpose bersama panitia kejurda Bola Voli  
Saumlaki, Dharapos.com
Menjadi seorang anggota Polri adalah menjadi alat Negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri.

Hal ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Ajun Komisaris Polisi (AKP) Daniel Jambormias, adalah sosok anggota Polri yang disegani dan disenangi masyarakat.

Pria kelahiran 19 Februari 1959 dan saat ini dipercayakan menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor Tanimbar Selatan selama beberapa tahun terakhir ini, akan menjalani masa purna bakti pada bulan Februari mendatang.

Selama empat puluh tahun (1978 – 2017) mengabdi sebagai anggota Polri, Dany (nama kecilnya – red) memiliki prestasi yang terbilang sangat baik karena ketekunan, kejujuran dan pengabdian yang tulus kepada Negara sehingga meskipun bermula dari pangkat Prajurit Pertama (Prada) namun diakhir masa tugasnya, Dany telah berpangkat AKP.

Mengakhiri masa baktinya sebagai seorang abdi Negara, Jambormias menggelar Open Tournament Volley ball Christmas Cup 2016 dan diikuti oleh 23 tim yang berasal dari dalam daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat, maupun dari luar daerah seperti dari Kabupaten Sorong di Provinsi Papua Barat dan tim volley ball dari Kota Ambon.

Pertandingan yang tengah berlangsung saat ini, dipastikan berakhir sebelum tanggal 25 Desember atau hari raya Natal, dengan hadiah utama bagi pemenang yang bernilai dua puluh juta rupiah.

“Kegiatan ini merupakan wujud ungkapan syukur kepada Tuhan atas masa bakti saya sebagai anggota Polisi, dimana berkenan juga dengan memeriahkan hari raya kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Kegiatan pertandingan Volley Ball semacam ini memang sering saya lakukan pada setiap momen karena kecintaan saya pada cabang olah raga ini, dan kecintaan saya kepada para atlit yang perlu kita tingkatkan, sekaligus mencari bibit-bibit unggul agar bisa didorong oleh semua pihak untuk mengikuti ivent-ivent yang lebih tinggi lagi,” ujar ayah 1 putera dan 2 puteri ini saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (6/12).

Jambormias mengaku bahwa pelaksanaan kegiatan ini murni merupakan upaya sendiri, dan didukung oleh pimpinan Polres MTB.

Dengan begitu, diapun berkesimpulan bahwa pelaksanaan ivent ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi Polri.

“Selama ini saya sudah menggelar ivent semacam ini, dan ini yang kedelapan kalinya. Sistem permainan yang kita gunakan kali ini adalah sistem gugur karena mengingat waktunya yang sangat terbatas. Kalau kita gunakan setengah kompetisi maka waktunya akan bertabrakan dengan perayaan Natal,” katanya lagi.

Jambormias berharap, agar ivent ini memotifasi semua pihak untuk terus melaksanakan perlombahan-perlobahan serupa, oleh karena potensi atlit bola voly masih banyak di daerah Maluku Tenggara Barat.

“Saya berharap semoga nanti saya pensiun ini, ada pihak-pihak lain yang terus melanjutkan pertandingan semacam ini, karena kalau kita mau lihat, orang Tanimbar sangat mencintai cabang olah raga ini dan juga cabang olah raga ini merupakan sarana hiburan yang baik bagi masyarakat,pungkasnya.

(dp-18)

Kinerja PT EBM Bangun Infrastruktur Jalan Lintas Kei Besar di Apresiasi

Salah satu jalan lintas Kei Besar yang sementara dalam proses pengerjaan 
Langgur, Dharapos.com
Kinerja PT Evav Bangun Mandiri (EBM) yang saat ini dipercayakan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) membangun infrastruktur jalan lintas pada sejumlah wilayah di Pulau Kei Besar, langsung diapresiasi.

Salah satunya datang dari tokoh pemuda Ohoirenan, Melky Rahakbauw.

Kepada Dhara Pos, ia menyampaikan apresiasinya atas apa yang sementara ini dikerjakan PT. EBM dalam membuka jalur jalan untuk menghubungkan sejumlah wilayah di pulau yang dikenal dengan sejumlah potensi wisatanya.

“Kita tidak pernah menyangka jika pada akhirnya akses jalan masuk menuju Desa kami Ohoirenan sudah terbuka dan kita harapkan agar dalam waktu dekat ini sudah bisa diselesaikan,” harapnya.

Diakuinya, untuk membuka akses jalan menuju ke Desa Ohoirenan, PT. EBM diperhadapkan pada kondisi wilayah yang dipenuhi dengan jurang yang cukup dalam baik di sisi kiri maupun kanan jalan.

Namun hal tersebut tidaklah menjadi penghalang sehingga langkah penggusuran tetap bisa dilakukan hingga selesai.

“Walaupun ada sedikit kendala di lapangan namun pimpinan dan para pekerja PT EBM menganggapnya sebagai tradisi yang sudah sering kali dihadapi dalam melaksanakan pekerjaan pembukaan jalan,” sambung Rahakbauw.

Ia juga mengapresiasi kinerja Pemerintah daerah dalam memperhatikan kepentingan masyarakat serta 25 Anggota DPRD Malra yang turut serta mendukung dan mendorong pembangunan ruas jalan di Kei Besar.

“Visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati sangat jelas dan tepat karena kini telah terjawab apa yang menjadi harapan masyarakat khususnya terhadap kebutuhan akan infrastruktur jalan sehingga dapat mendukung perekonomian di Kei Besar termasuk juga sektor-sektor lainnya seperti pendeidikan, kesehatan dan lain sebagainya,” tandas Rahakbauw.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung Pemerintah daerah dala upaya memajukan wilayahnya.

Rahakbauw juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menghalangi upaya Pemerintah seperti melakukan aksi pemalangan baik kantor atau jalan atau memasang sasi pada sebuah lahan atau lokasi karena secara tidak langsung akan menghambat kelancaran pekerjaan.

“Mari kita sama-sama bergandeng tangan dengan Pemerintah daerah dan DPRD untuk membangun negeri yang kita cintai ini,” tukasnya.

Untuk diketahui, PT EBM saat ini sedang menangani pekerjaan jalan lintas Kei Besar pada beberapa rute seperti Larat – Tamangil dan Larat – Nerong – Ohoirenan dan sejumlah ruas lainnya dengan jarak total sejauh 14 Km.

Proyek tersebut memakan anggaran sebesar Rp 24 Miliar dengan kualifikasi pekerjaan mencakup penggusuran hingga pengaspalan (Hotmix) ditargetkan rampung pada 2017  mendatang

(dp-20)

2017, 6237 ASN Kabupaten/Kota di Maluku dialihkan ke Provinsi

Ambon, Dharapos.com
Kantor Gubernur Maluku

Pemerintah Provinsi Maluku di tahun 2017 mendatang bakal menerima pengalihan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 6237 orang sesuai dengan kebijakan nasional.

Dirincikan, sebanyak 5865 tenaga guru tingkat SMA sederajat di Kabupaten/Kota dialihkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi.

Kemudian berturut-turut, Dinas Kehutanan sebanyak 336 orang, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebanyak 26 orang, dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral sebanyak 10 orang.

Jumlah ini belum ditambah dengan tenaga honorer yang tersebar  di sejumlah dinas, badan dan biro yang berjumlah 925 orang.

Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff mengungkapkan bahwa untuk saat ini jumlah ASN di Maluku  masih mencukupi untuk pelayanan dan pembangunan di daerah ini.    

"Walaupun ada penambahan namun jumlah aparatur sipil negara di Provinsi Maluku sekarang masih relevan,” demikian disampaikannya dalam acara Pelepasan Diklat Kepemimpinan Tingkat 2 Angkatan XLII Kelas I dan Ceramah Umum Pengembangan Kompetensi ASN oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi, bertempat di Islamic Center, Kota Ambon, Selasa (5/12).

Dikatakan, jumlah ASN Pemprov Maluku mengalami peningkat, dari tahun 2014 sampai dengan 31 Desember2015, sebanyak 56.533 orang atau meningkat 0,93 persen dari 2203 jumlah ASN di tahun 2014.

Lebih lanjut jelasnya, pembangunan yang berkelanjutan, terhubung dan terencana dengan baik akan menghasilkan kemajuan bagi suatu daerah apalagi dengan kondisi geografi Provinsi Maluku merupakan daerah kepulauan.

"Inti dari pengembangan provinsi  kepulauan adalah pertumbuhan di wilayah pulau yang harus berlangsung secara simultan, terkorelasi dan sistematis," jelas Gubernur.

Keadaan Provinsi Maluku yang didominasi laut dengan luas 92,4 persen serta pulau besar dan kecil yang diperkirakan berjumlah sekitar 1340 buah pulau, atau dengan luas daratan hanya 7,6 persen  tentunya memerlukan sentuhan-sentuhan khusus dari semua elemen.

Olehnya itu, Gubernur berharap agar ke depannya kebijakan Moratorium  ASN dapat dikaji kembali, karena sangat berdampak bagi pembangunan di suatu daerah.

Sementara itu, salah satu hal yang menjadi penekanan Menteri PAN RB bahwa ASN adalah profesi pegawai negeri sipil atau pegawai pemerintah dengan perjanjian  kerja.

“Nanti semua SKPD begitu pula semua unit harus punya perjanjian kerja dengan pimpinannya,” cetusnya.

Menteri juga memastikan bahwa terkait tunjangan kinerja, akan dibayarkan berdasarkan kinerja masing-masing ASN dimana semakin bagus kinerjanya maka makin tinggi tunjangannya.

“Nanti dalam pemberian tunjangan kinerja ada ukurannya, tidak seperti sebelumnya semua dipukul rata,” tegasnya.

Oleh karena itu, ASN dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dituntut memiliki inovasi atau ide yang akan menentukan kariernya ke depan seperti kenaikan tunjangan kinerja maupun promosi jabatan.

“Nanti setiap ASN yang memiliki inovasi atau ide yang baik bakal mendapat penghargaan bahkan tak menutup kemungkinan langsung mendapat kenaikan pangkat. Jadi semuanya tergantung kreativitas ASN sendiri. Dan tidak menutup kemungkinan inovasi atau ide tersebut diterapkan dalam proses pelayanan publik di kantor tempatnya bekerja,” sambungnya.

Menteri juga mengingatkan ASN soal jiwa hospitality dalam melayani masyarakat.

“Jangan merasa seperti penguasa, karena ASN itu adalah pelayan masyarakat sehingga jiwa hospitality harus dimiliki, seperti hati yang melayani, bersikap baik dan memiliki keramah-tamahan dalam menjalankan pelayanan publik,” tukasnya.

(dp-19)

Kembali Beraksi di MTB, Warga Latdalam Jadi Korban Gigitan Buaya Ganas

Proses pencarian korban oleh petugas dibantu masyarakat setempat
Saumlaki, Dharapos.com
Warga desa Latdalam, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Senin subuh (5/12)  digemparkan dengan hilangnya Melkianus Rangkoratat (28), salah seorang nelayan yang melaut bersama tiga orang rekannya.

Kepala Kepolisian Sektor Tanimbar Selatan, AKP. Danny Jambormias kepada media ini menuturkan bahwa pada mulanya ayah tiga orang anak ini pergi melaut dengan tiga orang rekannya di seputaran muara sungai Desa Latdalam yang kerap ditemukan sejumlah buaya oleh warga setempat.

“Teman korban berceritera bahwa pada pukul 02.30 WIT, mereka ke laut untuk menyelam ikan. Dua orang ke dasar laut menyelam sementara dua orang di perahu dan tertidur. Tiba-tiba yang tidur di depan perahu mendengar bunyi air dan saat dia terbangun, ternyata temannya sudah tidak ada,” bebernya.

Saat dua orang temannya naik ke permukaan, dan mendapati salah seorang temannya sudah tidak ada lagi, mereka pun bergegas kembali ke darat untuk melaporkan kepada pihak Pemerintah desa yang kemudian ditindaklanjuti dengan meminta bantuan kepada kepolisian.

Saat tim Polair bersama masyarakat melakukan pencarian di lokasi kejadian hingga seputaran muara sungai, ternyata ditemukan korban yang sementara dalam gigitan buaya di dasar laut.

“Mereka pun menikam buaya bahkan ada tembakan dari aparat dan akhirnya buaya melepas korban dan melarikan diri,” lanjut Djambormias.

Saat korban diangkat dari dasar laut, ternyata kondisinya sudah meninggal dunia. Korban diduga habis nafas saat di dasar laut karena tak mampu melepaskan dirinya dari gigitan dan dekapan buaya.

Korban Melkianus Rangkoratat (28)
“Meskipun jasad korban masih utuh, namun terdapat sejumlah luka sobekan di sekujur tubuh korban seperti di kepala, wajah maupun dada sebelah kiri,” tambahnya.

Kejadian di desa Latdalam ini menurutnya sudah berulang kali bahkan sering kali korban meninggal dunia, namun hingga kini belum ada penanganan serius oleh Pemerintah daerah setempat.

Selama ini menurutnya, masyarakat setempat masih menggunakan ritual adat untuk mencegah agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa, sehingga dalam waktu dekat pihaknya akan mengajak masyarakat diwilayah hukumnya itu untuk kembali menggelar ritual yang sama sambil menanti langkah penanganan oleh Pemerintah Daerah MTB.

“Di desa Latdalam itu ada salah satu mata rumah yang dipercaya punya hubungan historis dengan buaya, dimana pada saat kejadian kali lalu itu sudah dilakukan ritual adat. Oleh karena itu, saya sudah berdiskusi dengan Pemerintah desa dan pihak keluarga tersebut untuk kita sediakan waktu agar dilakukan lagi ritual adat dalam beberapa hari mendatang,” sambung Djambormias.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan keterangan yang diperoleh dari masyarakat, selama ini mereka sering melihat buaya muncul di laut atau di seputaran muara sungai, sehingga dipastikan bahwa kawasan itu terdapat banyak buaya liar yang perlu ditangani serius.

Sehingga tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat setempat, teristimewa bagi para nelayan yang hendak melaut setiap saat.

“Berdasarkan pantauan kami selama ini, di wilayah MTB ini hanya ada dua lokasi yang rawan dari serangan buaya ganas yakni di desa Latdalam dan di seputaran Teluk Kota Saumlaki namun hingga saat ini belum ditangani serius oleh Pemkab sebagai jaminan rasa aman kepada masyarakat,” kembali beber Djambormias.

Kapolsek saat berdiskusi dengan Pemerintah desa dan pihak keluarga korban agar dilakukan  ritual adat dalam beberapa hari mendatang
Maka dari itu, persoalan ini semestinya sudah menjadi perhatian serius oleh Pemerintah daerah karena hingga saat ini, tercatat sudah ada lebih dari 10 orang korban gigitan buaya yang terjadi semenjak 2014 silam.

Untuk diketahui, semenjak pertengahan tahun 2014 lalu, beberapa kawasan di Kabupaten MTB seperti di Kecamatan Selaru, Tanimbar Selatan dan Kecamatan Wermaktian masuk dalam kategori berbahaya dan rawan gigitan buaya ganas.

Tercatat hingga kini, korban yang meninggal dunia akibat gigitan buaya ganas sudah melebihi 10 orang.

Wakil Bupati MTB, Petrus P. Werembinan, SH beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa Pemda dan Kepolisian setempat telah melakukan berbagai  upaya penanganan seperti sosialisasi bahaya gigitan buaya dan melarang warga untuk tidak melaut pada malam hari secara sendiri-sendiri.

Selain itu, melakukan ritual adat di sejumlah desa sebagai bentuk penghormatan akan tradisi masyarakat adat sebagaimana yang diusulkan oleh pemerintah desa dan tua-tua adat, hingga rencana penangkapan buaya.

Namun masih terbentur dengan sejumlah kendala seperti minimnya fasilitas dan pendanaan.

(dp-18)

Top