Fatlolon Semprot OPD Gara-gara Genangan Air di Kota Saumlaki

Share it:
Bupati KKT Petrus Fatlolon saat mengungkapkan kemarahan atas kinerja jajarannya yang dinilainya gerak lambat dalam mengatasi persoalan di lapangan
Saumlaki, Dharapos.com - Hujan deras yang mengguyur kota Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) selama 5 hari berturut-turut sejak Selasa (7/5/2019) hingga Sabtu (11/5/2019) telah menyebabkan adanya genangan air di sejumlah ruas jalan.

Bahkan parahnya lagi, ada yang berubah wujud layaknya kolam pemancingan.

Kepekaan dan sikap tanggap para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah setempat mulai diragukan.

Bagaimana tidak, air genangan setinggi tumit kaki orang dewasa itu berpusat di depan setiap kantor Pemerintahan.

Pemandangan yang tak memanjakan mata itu telah menyulut emosi Bupati KKT Petrus Fatlolon saat mengunjungi sejumlah spot yang tergenang.

Sesaat setelah turun dari pesawat menuju kediamannya, Bupati langsung mengundang sejumlah pimpinan OPD dan on the spot pun dimulai dari depan kantor Dinas Perikanan sampai ke Dinas Perhubungan, pada Sabtu (11/5/19) pagi.

Di tengah kondisi gerimis, Kepala Dinas Perhubungan setempat Andri J. Kurniawan orang pertama yang meminum kopi pahit pagi itu.

Pasalnya, genangan itu tampak didepan mata dan cukup mengganggu akses keluar masuk para pegawai, meski tampaknya ASN yang lalu lalang nyaman-nyaman saja hingga Fatlolon harus membuat situasi pagi ini tak nyaman.

Setelah Andri J.Kurniawan, Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Adrianus Sihasale juga kena semprot dari mantan Pimpinan DPRD Kota Sorong itu lantaran gerakan lambat dan telah membiarkan orang nomor satu di Kepulauan Tanimbar harus turun tangan urus pekerjaan-pekerjaan minor tersebut.

" Masa hal-hal sekecil ini saja tidak bisa secepatnya ditangani. Besok mulai kerja. Tidak perlu harus menunggu tahun depan. Harus di benahi Senin ini," ketusnya.

Fatlolon dan para pimpinan OPD,  serta sejumlah wartawan lanjut mengunjungi lokasi longsor di Gunung Nona, serta genangan air di Belakang Pengadilan.

"Saya baru pulang tadi setelah ikut Musrembang Nasional. Saya mendapat laporan bahwa ada beberapa titik di Kota Saumlaki mengalami longsor dan ada rumah yang rusak di Gunung Nona," terangnya.

Juga, genangan air setinggi 75 cm di RT 07/RW 01, kawasan belakang Pengadilan.

"Ini langsung kita tinjau dan merencanakan rumah warga yang roboh sebanyak 2 unit akan di perbaiki minggu depan," cetusnya.

Bupati memastikan, materialnya dari Pemerintah Daerah.

"Tenaga atau tukangnya akan di ambil dari Pegawai Dinas atau Badan serta masyarakat setempat," sambungnya.

Ketua RT juga akan menggerakkan masyarakat agar diarahkan untuk membantu menangani lokasi longsor.

"Hari Selasa atau Rabu, kita sudah mulai menangani tempat-tempat yang longsor, rumah yang roboh ketimpa rumah satu lagi yang dibawah. Demikian juga drainase-drainase di kompleks Gunung Nona," tukasnya.

(dp-47)
Share it:

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi