Sekcam Wermaktian Bantah Ancam Bunuh JKR

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Richard Seralurin membantah tudingan sejumlah saksi bahwa dirinya sempat mengancam bakal membunuh JKR yang adalah salah satu Caleg dari Partai Demokrat.
Share it:
Sekcam Wermaktian Richard Seralurin
Saumlaki, Dharapos.com - Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Richard Seralurin membantah tudingan sejumlah saksi bahwa dirinya sempat mengancam bakal membunuh JKR yang adalah salah satu Caleg dari Partai Demokrat.

Kepada Dharapos di Saumlaki, Rabu (8/5/2019) Richard mengaku tidak pernah mengeluarkan kata-kata ancaman kepada JKR seperti yang dinyatakan oleh para saksi sang caleg pekan kemarin yang dimuat melalui media ini.

"Malam itu, kita sementara ibadah. Lalu jaraknya dengan tempat Bapak JKR tidak terlalu jauh, hanya 40 meter. Malam itu para simpatisan Bapak Meki Seralurin (MS, red) sekitar 40 orang naik ke tempat Bapak JKR karena tahu yang bersangkutan ada di situ," tuturnya.

Masyarakat, lanjut Richard, kemudian menyuruh JKR pulang.

"Jadi, masyarakat malam itu sama sekali tidak ketemu dengan Bapak JKR. Mereka hanya ketemu Bapak Pendeta Dave, lalu Bapak Pendeta Dave mengarahkan mereka untuk pulang dan tak usah buat apa-apa" sambungnya.

Di saat para simpatisan MS bertemu dengan Pdt. Dave, Richard mengaku tidak berada di lokasi dan berada di lokasi lain yang berjarak 40 meter.

"Saya memang sempat dengar dari jarak itu ada suara-suara yang teriak bilang suruh dia pulang atau kami pukul dia," ucapnya menirukan suara dari kerumunan orang itu.

Mendengar teriakan itu, Richard bergegas memanggil salah satu ketua RT dilingkungan itu  untuk bersama Pendeta membubarkan kerumunan pendukung MS.

Selain itu, dia mengaku sama sekali tidak pernah mengeluarkan kata-kata ancaman seperti yang disampaikan oleh para saksi JKR.

"Sampai mengeluarkan kata-kata ancaman itu saya tidak pernah mengatakan. Saya dengan Bapak JKR tidak ada masalah apa-apa," akuinya.

Richard juga menegaskan bahwa sebagai ASN, dirinya tetap bersikap netral dan bertanggungjawab mengamankan Pemilu yang aman, damai dan lancar sebagaimana arahan pimpinan daerah.

"Silahkan saja kalau ada yang mau proses hukum, Saya siap bertanggung jawab atas kata-kata saya. Karena saya sendiri merasa tidak ada masalah apapun dengan Bapak JKR," tegasnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun media ini, alasan simpatisan MS menyuruh JKR pulang ke Batu Putih, desa asalnya lantaran ada yang sms memberi tahu MS dan simpatisan bahwa JKR telah mengisukan kemenanga dia di desanya.

Sedangkan di lapangan yang menang adalah MS.

Itulah sebabnya simpatisan MS menolak kehadiran JKR di Seira.

(dp-47)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi