Stenly Ferdinandus Jadi Duta Baca Provinsi Maluku

Stenly Ferdinandus resmi dikukuhkan sebagai Duta Baca Provinsi Maluku.
Share it:
Stenly Ferdinandus (tengah) resmi dikukuhkan sebagai Duta Baca Provinsi Maluku

Ambon, Dharapos.com – Stenly Ferdinandus resmi dikukuhkan sebagai Duta Baca Provinsi Maluku.

Pengukuhan Stenly dilakukan Gubernur Said Assagaff melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan, Perekonomian dan Keuangan Setda Maluku, Rony Tairas bertempat di Hotel Marina, Selasa (4/12/2018).

Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Rony Tairas berharap Stenly dapat memberikan motivasi kepada masyarakat agar budaya membaca menjadi kebutuhan hidup orang Maluku.

“Seorang duta baca diharapkan dapat meningkatkan budaya baca di tengah budaya lisan yang melekat pada masyarakat. Juga mampu mempromosikan pentingnya membaca dan fungsi perpustakaan serta dapat menjadi panutan atau juru kampanye, inspirasi dalam pelaksanaan pembudayaaan kegemaran membaca,” harapnya.

Selain itu, mengampanyekan budaya gemar  membaca pada kalangan anak-anak, remaja dan dewasa di seluruh lapisan masyarakat Maluku, dengan menggunakan media sosial  seperti facebook, twitter, Youtube, instagram dan sebagainya.

Juga  melalui tata muka seperti seminar, talkshow, lokakarya serta simposium.

Pada acara tersebut turut pula diserahkan bantuan buku bagi beberapa desa yang ada di Maluku.

Diantaranya, Desa Tawiri (Kota Ambon), Kelurahan Lasane (Maluku Tengah), Ohoi Wakol (Maluku  Tenggara), Desa  Saliong (Buru), Desa Lumoli (Seram Bagian Barat), dan Desa Batumiau (Maluku Barat Daya).  

Sementara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Maluku, M. Sangadji mengungkapkan, pengukuhan duta baca ini sesuai dengan SK Gubernur dan akan menjadi motivator dalam  meningkatkan dan membudayakan  gerakan gemar membaca di daerah ini.

Selain itu, pihaknya juga mengupayakan hal  yang sama melalui  e-Maluku dimana program ini akan berjalan pada 2019 mendatang.

”e-Maluku ini merupakan peralihan dari media cetak ke elektronik. Ini merupakan jawaban  tantangan di era globalisasi ini,” sambung Kadis.

Menurutnya, untuk kegiatan meminjam buku seperti biasanya harus ke perpustakaan.

“Tetapi melalui e-Maluku, buku dapat langsung dibaca pada alat komunikasi seperti smart phone,” tukasnya.

(dp-19)
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi