Maluku Masuk 10 Besar Kasus AIDS di Indonesia

Provinsi Maluku masuk dalam 10 besar pengidap AIDS di Indonesia. Fakta tersebut bersumber dari data Kementerian Kesehatan RI pada triwulan keempat 2017, provinsi berjuluk 1000 pulau ini masuk dalam sepuluh besar terhitung per 100.000 penduduk (AIDS Case rate).
Share it:
Kepala Dinas Infokom Maluku dr. Frona Koedoeboen mewakili Gubernur Said Assagaff pada peringatan
Hari AIDS Sedunia bertempat di lantai 7 kantor Gubernur setempat, Rabu,19 Desember 2018
Ambon, Dharapos.com – Provinsi Maluku masuk dalam 10 besar pengidap AIDS di Indonesia.
Fakta tersebut bersumber dari data Kementerian Kesehatan RI pada triwulan keempat 2017, provinsi berjuluk 1000 pulau ini masuk dalam sepuluh besar terhitung per 100.000 penduduk (AIDS Case rate).

Hal ini berarti setiap 100.000 penduduk di daerah ini terdapat sekitar 35 orang dengan kasus AIDS yang yang dikenal dengan sebutan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

"Kasus HIV- AIDS terbanyak di Kota Ambon, kemudian menyusul Kabupaten Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Maluku Tengah, Buru, Bursel, MBD, MTB, Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur. Ini membuktikan penyebarannya merata di seluruh wilayah Maluku," ungkap Gubernur Said Assagaff dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Infokom Maluku dr. Frona Koedoeboen pada peringatan Hari AIDS Sedunia bertempat di lantai 7 kantor Gubernur setempat, Rabu (19/12//2018.

Dikatakannya, tema Hari AIDS di tahun ini "Saya Berani, Saya sehat” bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap HIV-AIDS lewat cara melakukan tes HIV serta dilanjutkan dengan pengobatan Anti Retro Viral (ARV) sedini mungkin jika terdiagnosa.

Gubernur juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini dan melakukan pengobatan ARV, sebagai satu-satunya obat HIV-AIDS.

Dengan begitu kualitas kesehatan hidup setiap orang tetap terjaga.

"Semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV dan mendapatkan pengobatan ARV sejak dini, maka dapat mendorong percepatan penurunan dan pencapaian eliminasi HIV- AIDS di Maluku," imbuhnya.

Dirincikan, sejak 2014 hingga September 2018, jumlah kasus AIDS di Maluku sebanyak 5.375 kasus dengan rincian, HIV sebanyak 4.194 dan AIDS sebanyak 1.181 kasus. 

Angka ini jika dikategorikan kedalam golongan umur, maka terbanyak pada generasi muda antara 15-39 tahun sebesar 68 persen.

Yang menjadi media penularannya antara lain lewat hubungan seks sebanyak 94 persen dan homoseks 5 persen.

Selain itu, terkait pencegahan dan penanggulangan HIV- AIDS di Maluku telah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2014. 

Sementara itu, Ketua panitia Hari AIDS Sedunia 2018, dr. Rita Tahitu merincikan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan menyongsong hari AIDS sedunia seperti jalan santai dan doa bersama dengan Klasis GPM Kota Ambon, Yayasan Pelangi serta komunitas ODHA. 

Juga dilakukan sosialisasi HIV -AIDS kepada pelajar SMU, mahasiswa, penjangkauan dan pendampingan di lokalisasi. 

"HIV adalah penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Pengobatan ARV sejak dini menjaga ODHA tetap sehat dan produktif serta dapat mencegah penularan baru," tukasnya.

(dp-19)
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi