Pelayanan Kesehatan Berbasis Gugus Pulau di MTB Layak Jadi Contoh

Kondisi geografis Provinsi Maluku sebagai salah satu daerah kepulauan terbesar di Indonesia yang terdiri dari kurang lebih 1.340 pulau, maka tentu saja tetap otomatis memiliki tantangan dalam pemenuhan dan pelayanan kesehatan.
Share it:
Gubernur Ir Said Assagaff saat Raker Kesehatan  se Provinsi Maluku di Saumlaki, beberapa waktu lalu
Saumlaki, Dharapos.com
Kondisi geografis Provinsi Maluku sebagai salah satu daerah kepulauan  terbesar di Indonesia yang terdiri dari kurang lebih 1.340 pulau, maka tentu saja tetap otomatis memiliki tantangan dalam pemenuhan dan pelayanan kesehatan.

Hal tersebut diakui jauh lebih berat dalam hal konektifitas dan aksesbilitas jika di bandingkan dengan daerah-daerah yang lain yang berada pada daerah daratan atau kontinental.

Namun yang menariknya, walaupun kabupaten Maluku Tenggara Barat memiliki tantangan kewilayaan yang cukup berat, tetapi Pemerintah Daerah setempat dinilai mampu menjawabnya, dan juga menjadi salah satu kabupaten yang cukup baik dalam pelayanan kesehatan dengan konsep pelayanan berbasis gugus pulau.

“Prestasi ini tidak terlepas dari kemampuan daerah ini dalam mensinerjikan program pelayanan kesehatan yang ada, sama-sama dengan sektor yang lain serta keaktifan local masyarakat di daerah ini. sebagai contoh untuk mempermudah akses kesehatan masyarakat ke rumah sakit dan puskesmas terutama dari pulau-pulau yang memiliki akses  transportasi yang minim, PEMDA telah memfasilitasi rumah tunggu selama 2 minggu,” tandas Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff Gubernur Maluku, Said Assagaf dalam pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan se Provinsi Maluku d Saumlaki, pekan kemarin.

Ia mengaku baru mendengar konsep pelayanan kesehatan semacam ini yang dibangun di MTB oleh Pemkab dibawah kepemimpinan Bitsael S. Temmar dan Petrus Paulus Werembinan, dengan dr. Juliana Chatarina Ratuanak sebagai Kepala Dinas Kesehatan.

“Biasanya saya dengar itu rawat inap itu difasilitasi selama 2 minggu, 1 minggu sebelum berobat dan 1 minggu setelah berobat. ini baru luar biasa hebat, karena itu akan saya minta kabupaten yang lain untuk datang studi banding kesini tidak usah ke kabupaten lain,” lanjutnya.

Selain itu, dengan program yang inovatif ini, Gubernur juga mengusulkan kepada Staf Ahli Menteri Kesehatan untuk menetapkan Bupati MTB sebagai Bupati Inovatif, sama seperti dirinya bersama dengan sejumlah kepala daerah lainnya seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan yang belum lama ini didaulat sebagai Gubernur Inovatif atas program-program kerjanya.

Selain itu, dirinya juga bangga dengan adanya dukungan masyarakat untuk membantu membiayai kesehatan ibu hamil hingga melahirkan melalui mekanisme kearifan lokal masyarakat Tanimbar, pemanfaatan sasi pantai untuk kesehatan lingkungan.

Dan hasilnya dapat mengatasi wabah diare di daerah julukan Duan – Lolat ini, karena sebelumnya angka diare di daerah ini terbilang cukup tinggi.

“Maka dalam momentum yang berbahagia ini saya menghimbau kepada pemerintah serta seluruh masyarakat di daerah ini  untuk terus bisa merawat dan melestarisasi modal sosial Kultural yang di miliki masyarakat Tanimbar ini, karena kedepan adalah proses eksplorasi dan eksploitasi gas di blok Masela dimana terhadap perkembangan ekonomi masyarakat di daerah ini, tetapi di sisi lain juga akan membawa dampak yang cukup kompleks terhadap kelestatian dan kesehatan lingkungan,” himbaunya.

Gubernur juga menjelaskan bahwa sampai dengan tahun ini, tercatat sudah ada 100 dokter yang dikirim oleh Pemprov untuk menekuni spesifikasi tenaga ahli. Dia berjanji setelah studinya, Pemprov akan menempatkan 14 tenaga dokter akhli tersebut di MTB.

Sementara itu Bupati, Bitsael S.Temmar mengatakan MTB merupakan satu dari kabupaten kepulauan di
Provinsi Maluku yang di mekarkan dari kabupaten Maluku Tenggara tahun 1999 berdasarkan UU. No 6 tahun 2000 tentang perubahan UU No 46 tahun 1999  tentang pembentukan provinsi Maluku Utara, Kabupaten Buru  dan Maluku Tenggara Barat.

Dengan luas wilayah 42.892,27 km persegi 80,94 dari luas wilayah daratan seluas 10.102.092 km atw 900.6 %, dan jumlah penduduk sebanyak 120.000 jiwa yang tersebar di seluruh kecamatan.

Sehingga dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat  , maka saat ini Kabupaten MTB  memiliki fasilitas pelayanan kesehatan antara lain 2 unit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), 1 unit Rumah Sakit Bergerak (RSB), 1 unit Rumah Sakit Swasta, 1 unit rumah bersalin swasta, serta 12 unit Puskesmas.

Selain fasilitas kesehatan, salah satu upaya pemerintah MTB dalam menekan angka kematian ibu dan bayi pada tahun 2007 yang lampau,  dengan program rumah tunggu yang hingga saat ini telah berjumlah 3 rumah tunggu yaitu di Larat Kecamatan Tanimbar Utara, Seira Kecamatan Wermaktian, dan Adaut Kecamatan Selaru.

“Dalam pengelolahan program rumah tunggu tersebut, kami melibatkan lintas sektor terkait serta tokoh masyarakat dan tokoh adat,” tukasnya.

(dp-39)
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi