Penyuluh Agama Non PNS, Ujung Tombak Pembinaan Umat

Penyuluh Agama adalah seorang yang diberi tugas, tanggungjawab dan wewenang oleh Pemerintah untuk melaksanakan bimbingan keagamaan, penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran.
Share it:
Drs. Benediktus Fenyapwain
Saumlaki, Dharapos.com
Penyuluh Agama adalah seorang yang diberi tugas, tanggungjawab dan wewenang  oleh Pemerintah untuk melaksanakan bimbingan keagamaan, penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran.

Untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab tersebut, maka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara Barat melaksanakan pembinaan dan pembekalan Substansial maupun Teknis  bagi  penyuluh Agama Islam dan Kristen non PNS yang telah lulus dalam seleksi Tahun Anggaran 2015, bertempat di Aula Kantor Kemenag MTB, Kamis (5/3).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 15 orang Penyuluh Agama Non PNS Kristen, dan 16 orang Penyuluh Non PNS Islam. Hal ini disampaikan dalam press rilis dari bagian Humas Kantor Kemenag MTB kepada Dhara Pos, Jumat (27/3) .

“Seorang penyuluh agama harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya, memiliki wawasan keagamaan dan wawasan kebangsaan yang memadai dalam rangka membangun kehidupan masyarakat yang agamis, nasionalis, beriman, bertaqwa, berakhlakul karimah, berbudi pekerti luhur,” tutur Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, Adam Kubangun, S.Pd.I, saat menyampaikan laporan panitia.

Kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Non PNS tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag MTB, Drs. Benediktus Fenyapwain.

Dalam arahannya, orang pertama pada lingkup Kemenag MTB ini menuturkan bahwa seorang Penyuluh Agama berperan sebagai  agent of change yakni berperan sebagai pelaku utama perubahan kearah yang lebih baik, di segala bidang kearah kemajuan,  perubahan dari yang negatif atau pasif menjadi positif atau aktif karena itu menjadi motivator utama pembangunan.

“Peranan ini sangat penting karena pembangunan di Indonesia tidak semata membangun manusia dari segi lahiriah atau jasmaniahnya saja, melainkan membangun segi rohaniah, mental spiritualnya, keduanya dibangun secara bersama-sama,” ungkapnya.

Demi suksesnya pembangunan, penyuluh agama berfungsi sebagai pendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan, ikut serta mengatasi berbagai hambatan yang mengganggu jalannya pembangunan, khususnya mengatasi dampak negatif, melalui  penyuluhan agama dan pembinaan kepada masyarakat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh mereka.

“Penyuluh agama selain sebagai figur juga berperan sebagai pemimpin masyarakat, sebagai imam dalam masalah agama dan masalah kemasyarakatan serta masalah kenegaraan dalam rangka mensukseskan program pemerintah. Dengan kepemimpinannya, penyuluh agama tidak hanya memberikan penerangan dalam bentuk ucapan-ucapan dan kata-kata saja, akan tetapi bersaama-sama mengamalkan dan melaksanakan apa yang dianjurkan. Keteladanan ini ditampakan dalam pelaksanaan  kegiatan sehari-hari, sehingga masyarakat dengan penuh kesadaran dan keikhlasan mengikuti petunjuk dan ajakan pemimpinnya,” ungkapnya.

Tambahnya lagi bahwa Penyuluh mempunyai peranan untuk membimbing manusia untuk dapat hidup rukun, cerdas, mandiri serta sejahtera lahir dan batin.

Usai pembukaan, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan Pembinaan. Narasumber pada kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag MTB, Kepala Seksi Bimas Islam dan Penyelenggara Pendidikan Islam.
Seluruh peserta antusias dan penuh perhatian mengikuti tahapan kegiatan pembinaan tersebut dari awal hingga akhir.

(mon)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi