103.673 Siswa Di Papua Ikut UN 2015

Jumlah peserta UN tahun 2015 ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu
Share it:
Papua, Dharapos.com
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Elias Wonda, S.Pd MH mengatakan dari total 103.673 orang siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional terdiri dari Sekolah Dasar (SD) sebanyak 46.659 orang, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 33.624 orang, Sekolah Menengah Atas (SMA/MA) sebanyak 16.734 orang dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 6.656 orang.

Elias Wonda, S.Pd MH
“Jumlah peserta UN tahun 2015 ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/3).

Sementara untuk jumlah sekolah penyelenggara SD sebanyak 1.975 sekolah, SMP/MTs sebanyak 583 sekolah, SMA/MA sebanyak 217 sekolah dan SMK sebanyak 100 sekolah  dengan jadwal pelaksanaan UN adalah untuk SMA/SMK tanggal 13-25 April 2015, SMP tanggal 4-7 Mei 2015 dan sementara untuk SD diatur Kabupaten masing-masing.

Dari sekian jumlah sekolah di Papua, ada sembilan sekolah yang disetujui oleh Pusat untuk menyelenggarakan sistem UN berbasis komputer pertama di Papua.

“Orang lain di daerah juga bisa menggunakan sistem berbasis komputer, kita juga di Papua bisa menggunakannya,” terang Wonda.

Sementara itu, tambah dia, sebanyak 11 sekolah yang diusulkan ke Pemerintah Pusat namun yang baru disetujui sembilan sekolah.

“Jadi selain menggunakan sistem berbasis komputer, juga menggunakan sistem Lembar Jawaban komputer (LJK),”katanya.

Disinggung mengenai soal UN, Elias Wonda mengaku sementara disusun di Surabaya. Sebanarnya soal UN sudah dapat dicetak di Papua. Untuk selanjutnya akan dibawa ke Papua, kemudian di distribusikan ke Kabupaten/Kota.

“Mudah-mudahan pendistribusian soal-soal UN ini ke Kabupaten/kota dapat berjalan lancar, kita berharap pendistribusian dapat berjalan lancar,” tandasnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Wonda, untuk kesiapan sekolah dalam menghadapi UN dari hasil koordinasi dengan Kabupaten/Kota semua sekolah sudah siap melaksanakan UN, karena dana disiapkan oleh masing-masing kabupaten/kota.

“Namun yang sangat penting adalah kejujuran seorang guru, menjaga soal ujian atau pengawasan saat UN berlangsung,” tutupnya.
 
(Piet)
Share it:

PAPUA

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi