Bak Penampung Air PDAM Di Kawasan SMAN 3, Mubazir

Bak penampung air miliki PDAM di kawasan perkampungan pelajar (SMAN 3), kecamatan Pulau-pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru yang telah rampung di kerjakan oleh kontraktor bernama Jhon alias ongko Jhon ternyata hingga saat ini menyisakan persoalan.
Share it:
Dobo, Dharapos.com 
Bak penampung air  miliki PDAM  di kawasan perkampungan pelajar (SMAN 3), kecamatan Pulau-pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru yang telah rampung di kerjakan oleh kontraktor bernama Jhon alias ongko Jhon ternyata hingga saat ini menyisakan persoalan.

Ilustrasi bak penampungan air
Pasalnya, sejak bak air tersebut rampung ternyata hingga saat ini belum juga difungsikan oleh pihak PDAM.

Diduga kondisi ini disebabkan karena tidak adanya sumber mata air yang bisa digunakan untuk memasok air ke dalam bak penampungan tersebut.

Yang lebih mengherankan, ternyata di dekat lokasi pembuatan bak hanya ada sebuah telaga air kecil yang kondisi airnya pun tidak layak karena kotor dan kabur.

Informasi yang dihimpun media ini, disebutkan bahwa awalnya telaga air tersebut akan dijadikan sumber mata air namun ternyata tak sesuai yang diharapkan.  

Saat ini yang terlihat di dalam bak tersebut, hanya sisa-sisa air hujan yang masih tertampung dalam bak. Sementara, telaga airnya bila terjadi  kemarau panjang, maka yang terlihat di dalam kolam air telaga itu  tali lumut biru  dan mahkluk spesies reptil yang suka hidup di dalam telaga (lintah).

“Jadi kalau kita melihat dengan kasat mata seperti sesuatu yang mengherankan karena mana mungkin bisa terjadi tapi kenyataannya telah terjadi. Dan yang lebih tidak masuk akal lagi, proyek yang menelan anggaran milyaran rupiah  tersebut hanya jadi hiasan semata,” beber sumber yang enggan namanya dikorankan, kepada Dhara Pos, baru-baru ini.  

Pantauan kru media ini saat melakukan investigasi ke lokasi bak, kondisinya sangat jorok dan tidak terus dengan baik.

Begitupula, kondisi air telaga, sangat tidak layak bagi manusia. Bahkan, untuk mandi sekalipun tidak layak lagi karena warna air dan kondisi kolam sangat kabur dan kotor.

Faktanya, beber sumber, bak penampung air hujan ini ternyata pernah di fungsikan hanya satu kali pada saat digelarnya even MTQ pada tahun lalu itu dan sesudah selesai MTQ, tidak difungsikan lagi.

Olehnya itu, dirinya mendesak PDAM Dobo bertanggung jawab atas kondisi bak tersebut dan mengambil langkah guna memfungsikannya bagi kepentingan masyarakat.
 
(jef)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi