Puskesmas Diminta Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

Walikota Jayapura Dr. Benhur Tommi Mano, MM, Jumat (23/1) melakukan temu komunikasi dengan petugas tujuh Puskesmas yang ada di kota Jayapura.
Share it:
Jayapura, Dharapos.com
Walikota Jayapura Dr. Benhur Tommi Mano, MM, Jumat (23/1) melakukan temu komunikasi dengan petugas tujuh Puskesmas yang ada di kota Jayapura.

Walikota saat tatap muka dengan petugas Puskesmas
Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan kota, dr. Arif Dwi Darmanto, M. Kes, dan para kepala bidang Dinkes kota.

Pertemuan tersebut berlangsung dari pukul 14.52 Wit hingga pukul 18.00 Wit yang dihadiri sekitar 270 petugas Puskesmas.

Banyak hal yang diperbincangkan terkait kekurangan yang ada di ketujuh Puskesmas yang tersebar di ibukota Provinsi Papua tersebut.

Usai melakukan pertemuan, Walikota kepada wartawan mengatakan, pelayanan bidang kesehatan di kota ini sangat penting dan jadi prioritas utama sehingga harus diperhatikan dengan baik, karena apabila seseorang kondisinya sehat maka dia bisa lakukan apa saja demi kelangsungan hidupnya.

“Dalam pertemuan tadi, saya ingin mendegar langsung keluhan dari para kepala Puskesmas, kepala
Pustu, bidan, mantri, dan seluruh tenaga medis di lapangan sejak tahun pertama hingga tahun ke empat kepemimipinan saya bersama Wakil Walikota. Apa saja kekurangan mereka yang harus dilengkapi dan dibenahi untuk pelayanan kesehatan,” terangnya.

Dulu, lanjut Walikota, Puskesmas tidak ada dananya tetapi sekarang sudah banyak anggaran  yang disalurkan ke Puskemas dan hal itu juga harus dibarengi dengan pelayanan yang baik.

“Dengan tujuan pelayanan yang preventif dan promotif yang harus dilakukan kepada masyarakat dan juga ketersediaan obat paling obat-obat generik seperti amoxilin, ampisilin, paracetamol dan obat lainnya harus tersedia,” lanjutnya.

Walikota berharap, Puskesmas harus bisa melayani masyarakat terutama penyakit seperti batuk, filek, demam, malaria sehingga dibutuhkan petugas yang siap untuk melayani. Jangan sampai masyarakat yang sakit ringan lebih senang datang ke rumas sakit sehingga terjadi penumpukan pasien.

Petugas tidak boleh meninggalkan pasien saat pasien datang untuk berobat. Misalkan waktu pulang pukul 14.00 Wit namun karena ada pasien yang datang untuk berobat maka jangan sampai terjadi petugas tinggalkan masyarakat yang tetapi layanilah pasien tersebut,” harapnya.

Karena, menurut Walikota, masalah kesehatan tidak mengenal wilayah seperti pasien yang tinggal di Hamadi hendak berobat di Kotaraja karena saat itu dia berada di kotaraja sehingga harus diobati.

Ratusan petugas Puskesmas yang hadir
“Bukan sebaliknya mengatakan obatnya di Hamadi kalau memang dia berada di kotaraja harus dlayani dulu apabila dia sakit. Jika di suruh ke Hamadi lalu tiba-tiba dia meninggal dalam perjalanan maka tanggung jawab ada pada Kepala Puskesmas setempat,” terangnya.

Dana yang begitu banyak harus bisa dibarengi dengan peningkatan pelayanan  yang maksimal kepada masyarakat. Apalagi di Puskesmas ada dana BPJS, BOB, KPS, dana dari pusat, dana dari Provinsi bahkan pemerintah kota juga  telah menyiapkan dana operasional untuk 12 Puskesmas.

Selain itu, ada juga aturan yang dituangkan dalam juknis Kementrian Kesehatan untuk setiap petugas kesehatan yang datang terlambat dan pulang sebelum waktu pulang maka akan ada pemotongan sehingga diharapkan para petugas medis disiplin dan tepat waktu.

Walikota juga minta agar pihak Dinas banyak turun ke lapangan untuk melihat pelayan di setiap Puskesmas. Disamping itu, memperbanyak pelayan gratis kepada masyarakat di tempat yang jauh dan prioritas bagi petugas yang ada di perbatasan.

(Harlet)
Share it:

PAPUA

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi