Bupati KKT Hadiri Seminar Keuangan di Ambon

Bertempat di Hotel Swiss Bell Lantai II, Jln. Benteng Kapaha, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon - Provinsi Maluku, Rabu (9/10/2019) berlangsung kegiatan Seminar Kementerian Keuangan.
Share it:
Kegiatan Seminar Kementerian Keuangan bertempat di Hotel Swiss Bell Lantai II, Jln. Benteng Kapaha, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon - Provinsi Maluku, Rabu (9/10/2019)
Saumlaki, Dharapos.com - Bertempat di Hotel Swiss Bell Lantai II, Jln. Benteng Kapaha, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon - Provinsi Maluku, Rabu (9/10/2019) berlangsung kegiatan Seminar Kementerian Keuangan.

Giat yang diselenggarakan oleh Badan Fiskal Kementerian Keuangan RI mengusung tema "Menjaga Kesehatan APBN di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global".

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten 1 Setda Provinsi Maluku, Hendrik Farfar.

Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, SH, MH hadir pada kegiatan tersebut Bersama sejumlah pejabat daerah lainnya.

Beberapa narasumber hadir sebagai pemateri dalam seminar ini diantaranya Irwan Teguh Setiawan, ST, M.Sc, Risnaldi Albar, SE.Ak, ST, Dr. Teddy Cristianto Leasiwal, SE, M.Si dan Tri Bidhianto, SP, MT.

Pejabat daerah yang hadir selain Bupati KKT, diantaranya Sekda Kota Ambon, AG. Latuheru, Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S.Ag, Bupati Kepulauan Aru Johan Gonga, Bupati Buru dan Ramli Umasugi, S.Pi, MM.

Kemudian, Kakanwil Bea dan Cukai Maluku Finari Manan, pimpinan otoritas, pimpinan Perbankan, pimpinan OPD Provinsi Maluku serta para tamu undangan lainnya.

Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Setda Hendrik Farfar mengakui kecenderungan pertumbuhan ekonomi nasional pada tiga tahun terakhir yang mengalami fluktuasi, turut mempengaruhi Iaju pertumbuhan ekonomi Maluku di Triwulan II 2019 yang tercatat melambat.

Meski demikian, berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui bahwa perekonomian Maluku pada Triwulan II 2019 yang diukur berdasarkan produk domestik regional bruto atas dasar harga berlaku Rp11,44 Triliun dan atas dasar konsan 2010 mencapai Rp 7,70 Triliun.

“PDRB Maluku mampu tumbuh 6,09 persen (year on year),” akuinya.

Lanjut Gubernur, Negara terus mengalami peningkatan Realisasi pendapatan Negara dan hibah sampai dengan Triwulan II tahun 2019 sebesar Rp 817,35 Miliar hingga mengalami peningkatan dibanding periode yang sama pada tahun 2018 sebesar Rp 759,17 Miliar.

Realisasi pada tahun berjalan sampai semester I Tahun 2019 anggaran yang telah diserap sebesar Rp 9,34 triliun atau 43,86 persen dari total dana yang di alokasikan.

Sementara APBD di Maluku telah dialokasikan sebesar Rp 15,09 Triliun, dengan rincian Belanja Daerah sebesar Rp 13,06 Triliun dan Transfer Pemerintah Daerah sebesar Rp 2,02 Triliun.

Realisasi pendapatan daerah sampai dengan Triwulan ll tahun 2019 sebesar Rp 353,00 Miliar, mengalami peningkatan dibanding periode yang sama pada tahun 2018 sebesar Rp 331,88 Miliar.

Realisasi pada tahun berjalan sampai Semester l tahun 2019, anggaran yang telah diserap sebesar Rp 4,14 Triliun atau 24,49% dari total dana yang dialokasikan.

“Fakta ini menunjukkan bahwa dukungan dana APBN dan APBD sangatlah penting dalam memberikan stimulus bagi pembangunan Maluku. Dengan potensi ekonomi dan bentang alam yang menjanjikan, tentu memiliki prospek yang cerah jika dikembangkan,” tukasnya.

Untuk diketahui, kegiatan Seminar Kementerian Keuangan ini bertujuan untuk merealisasi Pendapatan dan Belanja Daerah pada Pemprov Maluku sampai dengan Triwulan ll Tahun 2019.

(dp-18)
Share it:

Maluku Tenggara Barat

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi