Kejati Maluku Cek Proyek Distan di SBB dan Malra

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku melalui Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan serta Pembangunan daerah (TP4D) menurunkan timnya guna melakukan pengecekan terhadap pengadaan perbibitan ternak sapi dan kambing di sejumlah lokasi penerima bantuan yang ada di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Tual dan Maluku Tenggara (Malra), Sabtu (30/11/2018)
Share it:
Tim TP4D Kejati Maluku saat berada di Kabupaten SBB
Ambon, Dharapos.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku melalui Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan serta Pembangunan daerah (TP4D) menurunkan timnya guna melakukan pengecekan terhadap pengadaan perbibitan ternak sapi dan kambing di sejumlah lokasi penerima bantuan yang ada di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Tual dan Maluku Tenggara (Malra), Sabtu (30/11/2018)

Sebelumnya TP4D melakukan pengecekan di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur (SBT).

Untuk pengadaan perbibitan sapi, Kabupaten SBB memperoleh sebanyak 84 ekor, yang diperuntukan bagi 15 kelompok, dengan jumlah anggota 61 orang. Sedangkan untuk ternak kambing sebanyak 35 ekor yang diperuntukan bagi 3 kelompok.   

Sementara itu, Kota Tual memperoleh sebanyak 2 ekor ternak sapi yang diperuntukan bagi 1 kelompok, serta Kabupaten Malra memperoleh 28 ekor yang diperuntukan bagi 10 kelompok. 

Kasie. D TP4D Sofyan Saleh, yang memimpin tim selama berada di Kota Tual dan Malra mengatakan, pengadaan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Maluku telah rampung 100 persen. 

Dikatakan, masing-masing kelompok telah menerima sapinya, sehingga dalam hal ini, pihaknya melakukan monitoring untuk melihat secara langsung apakah semua proses telah berjalan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.

Dia menyebut pengecekan itu di antaranya melihat fisik sapi apakah sesuai dengan spesifikasi yang terdapat dalam kontrak. 

Selain itu, TP4D melakukan wawancara dengan melayangkan pertanyaan-pertanyaan kepada kelompok penerima manfaat sembari sesekali melihat kontrak yang ada di tangan mereka.  

Tim TP4D Kejati Maluku saat berada di Kabupaten SBB
Satu persatu ditanyakan soal kondisi ternak saat diterima. Rata-rata dari para penerima mengaku, bibit yang diterima dalam kondisi sehat.

“Bagaimana bapak-bapak, sapinya sudah diterima semuanya. Tidak ada yang kurang? Apakah saat diterima dalam kondisi sehat? Ini perlu kami ketahui, sehingga spek yang di adakan, akan kita cek kembali dengan kontrak yang ada,” ungkap Sofyan.

Sofyan kemudian mengingatkan para penerima manfaat untuk bisa mengembangkan ternak yang diperoleh dengan baik. 

“Ternak ini harap dijaga dengan baik, sehingga bisa berkelanjutan dan memberikan kesejahteraan bagi keluarga,” kata dia.

Di tempat terpisah, salah satu anggota TP4D, Taroy Hooru yang melakukan pengecekan di beberapa lokasi di Kabupaten SBB mengatakan, selama berada di lokasi, tidak ada keluhan yang ditemui terkait dengan bantuan ini. 

Dari hasil wawancara dengan para penerima, sebelum menandatangani Berita Acara (BA) dengan pihak Distan Maluku, selaku yang mengadakan proyek, masing-masing kelompok secara teliti, terlebih dahulu memeriksa kondisi ternak dan berita acara. 

“Tidak ada keluhan dari penerima bantuan. Masing-masing kelompok mengecek satu demi satu, apakah sesuai dengan BA, barulah BA itu di tandatangani,” kata Taroy.

Ia juga menyebutkan, selama melakukan pengecekan kondisi sapi secara fisik baik.  

“Sapi yang diterima dalam keadaan sehat. Tidak ada cacat, tidak ada yang sakit sebelum diterima,” tandas Taroy. 

(dp-19)
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi