KPU Salah Lagi, Pemilu Susulan di Desa Lermatang Dimulai 12.00 Wit

Pemilu susulan di desa Lermatang kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Selasa (23/4/2019) terpaksa dihentikan sementara karena tertukarnya ratusan surat suara (SS) di 3 TPS.
Share it:
Ketua KPU KKT Regen Lartutul saat memantau Pemilu susulan di Desa Lermatang, Selasa (23/4/2019)
Saumlaki, Dharapos.com - Pemilu susulan di desa Lermatang kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Selasa (23/4/2019) terpaksa dihentikan sementara karena tertukarnya ratusan surat suara (SS) di 3 TPS.

Pantauan Dhara Posdi Lapangan, hingga pukul 12.00 waktu setempat baru dilanjutkan setelah ada arahan dari KPUD setempat.

Tampak masyarakat resah dan kecewa dengan kinerja lembaga penyelenggara yang dinilai sangat buruk.

Pemilih yang ingin menyalurkan hak politiknya merasa kecewa lagi untuk yang kedua kalinya, seraya mempertanyakan kinerja KPU.

"Saya rasa kecewa dan menyesal karena tertundanya pemilihan selama beberapa hari dan hingga pagi ini juga tertunda lagi. Hal ini telah menyebabkan aktifitas kami sebagai petani untuk bisa bekerja di kebun sangat terganggu. Semoga KPU bisa lebih teliti lagi dalam bekerja," sesal salah satu pemilih di TPS 2, Marice Lamere bersama sejumlah warga yang hadir saat itu.

Ternyata bukan hanya TPS 2, tetapi kondisi yang sama juga terjadi di TPS 1 dan 3.

Hal ini disebabkan oleh karena tertukarnya 154 surat suara DPRD Dapik 3 ke 3 TPS di desa tersebut.

Dimana TPS 1 ada 4 surat suara yang tertukar, TPS 2 sebanyak 100 surat suara, dan TPS 3 sebanyak 50 surat suara.

Ironisnya, sehari sebelum pemungutan suara susulan, Ketua KPU Regen Lartutul  memastikan telah melakukan distribusi logistik Pemilu ke 20 TPS dan memastikan telah sesuai dengan ketentuan dan siap melaksanakan Pemilihan tanpa ada masalah. 

Namun saat dikonfirmasi, ia malah berkilah bahwa hal ini terjadi diluar kendali KPU.

"Kami sudah bekerja maksimal, tapi ini diluar kendali kami. Kami akan segera menyelesaikan masalah ini dengan berkoordinasi untuk mengambil sisa surat suara cadangan yang ada di Saumlaki untuk mengatasi kekurangan di desa Lermatang," cetusnya saat ditemui di TPS 2, desa Lermatang.

Akibat dari molornya proses pemilihan ini, masyarakat seakan apatis dan terlihat disejumlah TPS terpantau sunyi hingga waktunya proses pemungutan suara.

Meski demikian, masyarakat kembali mendatangi TPS saat penyelenggara mengumumkan waktu pelaksanaannya.

Terpantau, Sekretaris Daerah KKT, Piterson Rangkoratat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) langsung turun memantau kejadian ini.

(dp-47)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi