Pemda KKT Terus Bersiap Sambut Beroperasinya Blok Masela

Dengan akan beroperasinya lapangan gas abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), maka Pemerintah setempat telah melakukan berbagai persiapan menyambut momen tersebut.
Share it:
Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon
Ambon, Dharapos.com - Dengan akan beroperasinya lapangan gas abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), maka Pemerintah setempat telah melakukan berbagai persiapan menyambut  momen tersebut.

Salah satunya yang paling utama adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Dan berkaitan dengan itu, Pemerintah KKT telah mengirim anak-anak asal daerah tersebut guna mengikuti pendidikan pertambangan Strata Satu (S1) di Cepu, Provinsi Jawa tengah.

Hal itu disampaikan Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon kepada awak media di kantor Gubernur Maluku, Selasa (13/8/2019).

"Saat ini ada sebanyak 85 anak dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang sementara mengikuti pendidikan di Cepu," rincinya.

Disamping mengikuti jalur pendidikan di Cepu, pihaknya juga mengoptimalkan kesiapan SDM local melalui program di Balai Latihan Kerja setempat.

Selain itu, Pemerintah daerah  juga telah melaksanakan program pemberdayaan kontraktor lokal melalui Badan Usaha Milik Daerah seperti Maluku Energi sebagai payung hukum dan Tanimbar Energi sebagai operasional.

Tak hanya itu, program Corporate Sosial Responbility (CSR) dari INPEX sendiri akan disinkronisasikan dengan program Pemda.

Bupati kemudian mencontohkan, untuk membantu pengrajin tenun di wilayah itu maka OPD seperti Dinas Koperasi dan UKM dilibatkan.

"Termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk memasarkannya," tandasnya.

Di lain sisi,  pengadaan kebutuhan pangan juga menjadi salah satu fokus Pemda KKT.
Untuk itu, para petani yang berada di wilayah itu juga harus disiapkan dalam rangka pengadaan kebutuhan pangan.

"Masyarakat harus disiapkan menjadi petani  professional," sambung Bupati.

Diantaranya, berkaitan cara bercocok tanam yang akan diperbaharui serta luas daerah pertanian yang akan diperluas.

"Jadi, biasanya luas daerah tanamnya hanya sebidang tanah tapi untuk pertaniannya menjadi 2 hektar," rincinya.

Meski demikian, Bupati menyadari bahwa untuk pemenuhan kebutuhan pangan dimaksud tidak mungkin bisa dilakukan sendiri oleh kabupaten tersebut.

"Kami tidak bisa mengambil semua bagian tetapi  kami juga akan berkoordinasi dengan daerah penyangga seperti Kabupaten Kepulauan Aru untuk kebutuhan ikan dan Maluku Barat Daya untuk kebutuhan daging," pungkasnya

(dp-19)
Share it:

Maluku Tenggara Barat

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi