Kelompok Keilmuan Ekologi SITH-ITB Gelar Sosialisasi dan Serahkan Bibit Rumput Laut di 2 Ohoi

Share it:

Giat sosialisasi oleh Kelompok Keilmuan Ekologi SITH - ITB yang berlangsung di Balai Ohoi Sathean, Jumat (29/7/2022)

Langgur, Dharapos.com
- Kelompok Keilmuan Ekologi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) – Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar sosialisasi tentang Penguatan dan Pengembangan Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Maluku Tenggara, Jumat (29/7/2022).

Sekaligus pula dilakukan penyerahan bantuan bibit rumput laut yang diperuntukkan bagi dua wilayah masing-masing Ohoi Sathean, Kecamatan Kei Kecil dan Ohoi Arso, Kecamatan Hoat Sorbay.

Sementara itu, pelaksanaan kegiatan sosialisasi akan berlangsung selama tiga hari. Di hari pertama berlangsung di Balai Ohoi Sathean, Jumat (29/7/2022).

Prof. Tati  Suryati Syamsudin, MS, DEA selaku Ketua Kelompok Keilmuan Ekologi SITH – ITB saat pembukaan sosialisasi menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dan data yang diperoleh melalui Teknologi Iot serta penelitian Puspitaningasih S., M.Si, mahasiswa Program Doktor Biologi STIH ITB, selama kurang lebih dua bulan pada 2021 lalu, maka pihaknya merasa peduli terhadap kemitraan dengan Pemerintah Daerah Malra untuk membantu petani rumput laut di wilayah itu dengan berbagai analisis yang dilakukan dalam menjawab keluhan masyarakat.

“Salah satunya adalah pengadaan bibit rumput laut yang sudah diadakan dari luar daerah seperti Lampung,“ jelasnya.

Terkait hal ini, melalui Program Pengabdian Masyarakat Bottom Up Pemanfaatan Data  IoT (Internet of Things)  dan Penerapan Budidaya Rumput Laut melalui bantuan bibit ini dilaksanakan sosialisasi untuk meningkatkan produktivitas di Kabupaten Malra.

Dalam hal ini, diarahkan ke dua ohoi budidaya rumput laut yaitu Sathean, Kecamatan Kei Kecil dan Arso, Kecamatan di Hoat Sorbay.


Di kesempatan yang sama, Kepala Ohoi Sathean Yopi Renyaan menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim SITH - ITB dan jajaran yang sudah hadir mulai dari pemasangan Buoy Bakti Kominfo, penelitian Mahasiswa S-3 hingga berlanjut hadirnya mahasiswa penelitian S-1 serta penyerahan bantuan bibit rumput laut.

“Karena masalah bibit ini memang selalu dikeluhkan masyarakat kami,”akuinya.

Olehnya itu, Renyaan berharap agar perwakilan petani rumput laut yang mengelola bibit ini dapat bertanggung jawab dengan bibit tersebut untuk didistribusi ke petani lainnya.

Burhan Latar, Kepala Bidang Budidaya, mengharapkan para petani rumput laut yang mengelola bibit ini dapat bekerja semaksimal mungkin untuk dapat menjadi prcontohan serta menguji produksi dengan bibit lokal ini.

“Karena rumput laut merupakan salah satu komoditas strategis Maluku Tenggara sebagai potensi unggulan daerah serta sumber penghasilan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Selain sosialisasi dan bantuan tersebut, Tim ITB yang dipimpin Prof Tati dan Mahasiswa Program Doktor Biologi STIH-ITB Puspita serta Mahasiswa S-1 langsung turun ke perairan rumput laut untuk menyaksikan penanaman bibit bantuan tersebut agar benar-benar dilakukan petani rumput Laut.

(dp-52)

Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi