Banjir Terjang Pemukiman di Ohoi Yamtimur, Warga Desak Pembangunan Talud

Bencana banjir dilaporkan menerjang pemukiman warga Yamtimur, Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kabupaten Maluku Tenggara.
Share it:

Kondisi air yang mulai menerjang pemukiman warga Yamtimur, Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Maluku Tenggara, Jumat (24/6/2022)

Langgur, Dharapos.com
– Bencana banjir dilaporkan menerjang pemukiman warga Yamtimur, Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kabupaten Maluku Tenggara.

Penyebabnya, karena belum adanya talud di kawasan itu membentengi sungai Wear Met Yamtimur.

Banjir dilaporkan menerobos hingga ke pemukiman warga, lahan pertanian, Goa Hati Kudus Yesus, dan SD Naskah Yamtimur.

Petrus Emanuel Temorubun, salah satu warga masyarakat Ohoi  Yamtimur  melalui telepon kepada media ini menjelaskan bahwa di kampungnya telah tergenang air akibat banjir, Jumat (24/6/2022).

“Warga terdampak banjir sementara masih mengungsi di rumah warga lainnya agar bisa berteduh,” akuinya.

Hingga saat ini, diakui Temorubun, belum ada langkah darurat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara seperti menyiapkan tenda darurat, trauma healing anak dan tindakan lainnya bagi warga korban banjir.

Lanjut dia, sudah beberapa kali warga masyarakat Ohoi mengusulkan pembangunan talud dalam berbagai pertemuan baik dari tingkat bawah sampai tingkat atas tetapi belum terakomodir sampai saat ini.

"Sudah beberapa kali talud sungai diusulkan warga masyarakat Ohoi Yamtimur dalam berbagai pertemuan baik di desa, kecamatan maupun di tingkat Kabupaten, dan Provinsi Maluku,” lanjutnya.

Namun sampai dengan saat ini, belum ada langkah kongkrit dari Pemerintah.

Temorubun pada kesempatan itu menyampaikan harapannya sebagai warga masyarakat Yamtimur dan juga sebagai korban banjir di saat peristiwa ini.

“Harapan saya, semoga ada langkah serius dan nyata dari Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, bahkan Pemerintah pusat supaya yang berkaitan dengan peristiwa banjir ini tidak lagi terjadi di Ohoi Yamtimur,” harapnya.

Warga masyarakat berharap semoga ada langkah kongkrit di hari ke 2 setelah peristiwa banjir ini terjadi.

“Karena apabila talud sungai yang kokoh maka air akan mengalir sesuai jalurnya dan tidak bisa menerobos lagi lewat berbagai tempat seperti disebutkan di atas,” tegasnya.

(dp-52)

Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi