SKK Migas - INPEX Gandeng LSM PITA Genjot PHBS di Lermatang.

Di beberapa ruas jalan dan lorong desa Lermatang, kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar tampak bersih dan rapih. Beberapa sudut ru
Share it:

Foto bersama usai pengumuman lomba PHBS dan Taman Natal di desa Lermatang.

Lermatang, Dharapos.com - Di beberapa ruas jalan dan lorong desa Lermatang, kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar tampak bersih dan rapih. Beberapa sudut ruas jalan sore itu tampak berkelap kelip karena pancaran sinar lampu hias dari sejumlah taman Natal hasil karya warga.

Setelah mulai dari pertigaan jalan masuk desa itu hingga ke rumah paling terakhir diujung selatan sana, kami  mengikuti puluhan laki-laki dan perempuan yang  berjalan kaki menyusuri setiap ruas jalan di desa dengan dengan perasaan harap-harap cemas, sambil sesekali terdengar suara "Kami punya paling jelski, pasti kami menang sudah,".

Gerimis dan mentari yang telah kembali ke peraduannya tidak memudarkan semangat mereka.  Tampak seorang perempuan berbusana batik hijau lengan panjang melangkah lebih cepat didampingi seorang pria berpakaian keki disusul puluhan anak remaja dan dewasa hingga ke batas kampung untuk memberi nilai kepada peserta lomba.

Hari itu, Selasa (4/1/2022), ternyata ada penilaian atas hasil lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan taman Natal.

Pelaksanaan lomba ini digelar oleh LSM Peduli Ibu dan Anak Tanimbar (PITA) dan difasilitasi oleh SKK Migas Papua Maluku serta INPEX Masela Ltd.

Agustina Akakib, wakil Ketua Pokja 4 sekaligus  Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan ditunjuk oleh INPEX sebagai ketua tim juri bersama  Feri Sorlury, staf Seksi Prokes pada  Bidang Kesmas

Jacklin Siletty, Ketua LSM PITA menyatakan,  lomba PHBS dan taman Natal tersebut diikuti oleh 9 kelompok   yang telah berpartisipasi sejak pertengahan Desember 2021.

"PHBS ini dianggap penting. Pada tahun 2019, angka kematian anak dan balita akibat muntaber itu meningkat yaitu ada 3 kasus. Ini cukup besar dan harus diatasi.Ternyata, PHBS minim sekali. Data dari Dinkes itu ada 30 rumah yang belum punya jamban saat ini. Dan karenanya mereka BAB sembarangan, serta buang sampah tidak pada tempatnya" urai Jacklin mengawali penjelasannya. 

Menurutnya, LSM PITA dipercayakan sebagai event organizer dalam kegiatan itu mendorong perubahan mindset dan dilanjutkan proses yang berkesinambungan. 

Kegiatan PHBS itu dilakukan untuk mempengaruhi lingkungan atau orang sekitar kita untuk melakukan kegiatan bersih untuk mencapai tingkat kesehatan tertentu.

Beberapa kegiatan yang dilakukan seperti sosialisasi penyuluhan tentang PHBS kerjasama dengan Dinkes, tim penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Tanimbar,  Puskesmas Saumlaki dan Pustu Lermatang.

"Kami sudah sosialisasi di sekolah - sekolah, rumah ibadah, di kegiatan-kegiatan lain, dan turun lapangan melakukan Bhakti sosial di depan kampung selama dua hari. Aksi ini dimaksudkan untuk mendorong dan mengajak semua pihak untuk sadar tentang PHBS," katanya.

Selanjutnya, LSM PITA menggelar PHBS Champion. Kegiatan ini bertujuan mendapatkan seseorang yang menjadi duta PHBS di Lermatang dan nantinya bertugas mensosialisasikan PHBS kepada masyarakat Lermatang. Duta PHBS terpilih dari pemenang lomba PHBS Champion. 

Penilaian atas lomba PHBS itu terdiri dari penilaian atas kebersihan didalam rumah, lingkungan sekitar dan kesehatan keluarga.

"Setelah lombah ini, kami akan terus melakukan evaluasi dan penilaian berkelanjutan sampai bulan Maret 2022. Kami akan terus melihat seberapa pengaruh sosialisasi yang kami lakukan," katanya.

Selain PHBS, INPEX juga mengintervensi upaya penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat dengan membangun bak reservoar utama sehingga air bersih tersedia dan masyarakat terlayani dengan baik.

Salah satu ruas jalan di desa Lermatang saat proses penilaian lomba PHBS dan Taman Natal

Duta PHBS

Elsina Ayerita Siletty, Duta Sanitasi dan PHBS Maluku tahun 2013 ditugaskan untuk menjadi salah satu juri dan memilih seorang dari pemenang lombah sebagai duta PHBS di desa Lermatang. Elsina menyatakan tugas duta PHBS adalah mengkampanyekan PHBS bagi masyarakat dan terus mendorong terlaksananya PHBS.

"Meskipun demikian, bukan hanya duta PHBS yang berperan mengkampanyekan gerakan PHBS di desa tetapi semua pihak diminta untuk turut terlibat mengkampanyekan gerakan PHBS," katanya.

Elsina menilai, PHBS di Lermatang sudah lebih baik ketimbang sejumlah desa dan daerah lain. Untuk itu, dia berharap agar masyarakat terus meningkatkan lagi. 

"Saya meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk menggelar ivent seperti ini sehingga PHBS juga akan terus digalakkan di setiap desa.

Saya juga berharap, INPEX menjadikan program ini sebagai program berkelanjutan," tutupnya.

Terpilih sebagai duta PBHS desa Lermatang, Amos Batlolone (32) yang juga sebagai ketua Kelompok air salobar atau Arso ini berkomitmen untuk akan terus mengkampanyekan gerakan PHBS dengan meminta dukungan Pemerintah Desa dan seluruh pemangku kepentingan di desa.

Kelompok Arso terpilih sebagai pemenang lombah PHBS dan Taman Natal karena selain lingkungannya bersih, taman Natal tersebut  terbuat dari sampah yang di daur ulang. Konsep yang dipilih ini menurut panitia, adalah konsep ramah lingkungan. 


Tanggapan Masyarakat

Sejak Lermatang ditetapkan sebagai lokasi Kilang Gas Alam Cair Lapangan Abadi Blok Masela, desa ini tak luput dari sorotan media. Berbagai program pemberdayaan sudah terlaksana di desa ini. Namun banyak yang tak tahu jika Perilaku Hidup Bersih dan Sehat masih sangat minim disana. Bahkan masyarakat tampak susah diatur untuk menjaga kebersihan lingkungan dan keluarga. 

Pemerintah desa dan pemuka agama  hampir kehabisan akal untuk mengajak masyarakat sadar akan pentingnya Hidup Bersih dan sehat.

Pendeta Gereja Protestan Maluku Kace Laritmas yang hadir dalam pengumuman lomba PHBS dan Taman Natal di Aula SMP Negeri Lermatang, Senin (10/1/2022) memberi apresiasi kepada Inpex Masela yang menggandeng LSM Pita untuk menggelar lomba PHBS kepada jemaatnya. 

"PHBS dan Taman Natal ini sangat baik ya. Ini meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Saya sangat berterima kasih karena program Inpex ini menyentuh masyarakat. Apalagi dalam kondisi masyarakat yang kurang memperhatikan kesehatan di desa ini, dan  beberapa waktu yang lalu tak sedikit masyarakat yang menderita Muntaber. Jadi dengan adanya program ini melatih masyarakat untuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat" katanya.

Laritmas, mengajak umat GPM di desa itu untuk peduli akan pentingnya kesehatan dan menjalankan setiap imbauan pemerintah maupun pimpinan umat tentang pentingnya PHBS.

 "Dengan adanya program ini, saya selaku pimpinan umat sangat berterima kasih. Harapannya bukan saja pada ajang lomba ini tetapi berkelanjutan. Jangan karena lomba ini dapat uang jadi antusias tapi harus kesadaran penuh agar  jadi gaya hidup. Ini perlu ada cara-cara pembinaan khusus," ujar pendeta yang telah bertugas tujuh tahun di Lermatang itu.

Jeklin Silety, Ketua LSM PITA, selalu datang ke desa Lermatang dengan membawa secercah harapan. Kebaikan hati dan senyum tulusnya selalu meyakinkan orang-orang disekitarnya. 

"Saya bersama siswa-siswi memulai kehidupan bersih dan sehat itu mulai dari lingkungan sekolah. Ibu Jeklin datang dengan programnya, saya rasa itu sangat nyambung karena selama ini saya dan siswa selalu bikin kegiatan-kegitaan pembersihan, baik itu dilingkungan maupun gedung-gedung milik pemerintah seperti di Pustu, gereja-gereja dan di pantai serta fasilitas umum lainnya," kata Kepala SMP Negeri Lermatang, Johan F Songupnuan di Lermatang, Senin (10/1/2022).

Untuk merubah mindset masyarakat memang susah, namun dengan kebiasaan membersihkan lingkungan ini semoga masyarakat bisa mengubah pola hidup yang lebih bersih lagi. Namun kendala yang dihadapi yaitu belum adanya tempat pembuangan sampah, sehingga masyarakat masih membuang sampah secara sembarangan.

"Jadi selama ini mereka buang sampah suka-suka mereka saja. Bahkan mereka buang sampah pada lokasi orang lain, yang penting mereka punya lingkungan bersih tanpa pikir dampak ke orang lain. Kami berharap pemerintah desa dapat menyiapkan lahan untuk  TPA agar kebersihan lingkungan ini dapat terjaga. Dengan program Ibu Jeklin akan membuat TPA ini, kami berharap dapat cepat terealisasi," katanya.

Kegiatan lomba PHBS dan Taman Natal ini selain melibatkan masyarakat,  juga melibatkan 120 siswa-siswi SMP Negeri Lermatang. Mereka membersihkan lingkungan desa sebagai contoh bagi  masyarakat, dan terlibat dalam sosialisasi ke gereja-gereja.


Pewarta : Novie M. Kotngoran.

Share it:

Feature

Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Kesehatan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi