Danrem Binaiya Dukung Kebijakan Larangan Mudik, Ini Harapannya

Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya Brigjen TNI Arnold A.P. Ritiauw bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan OPD terkait, mengadakan Rapat Koordinasi Te
Share it:

Danrem 151 Binaiya Brigjen TNI Arnold A. P. Ritiauw (kiri) bersama Pemprov Maluku dan OPD terkait saat Rapat Koordinasi Tentang perintah pemerintah pusat yang melarang mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H di masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021, Senin (3/5/2021)

Ambon, Dharapos.com
- Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya Brigjen TNI Arnold A.P. Ritiauw bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan OPD terkait, mengadakan Rapat Koordinasi Tentang perintah pemerintah pusat yang melarang mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H di masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021.

Rapat tersebut bertempat di  Makorem 151/Binaiya Jl. Ahmad Yani No.1, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (3/5/2021).

Giat tersebut bertujuan menyamakan persepsi pengamanan Idul Fitri 1442 H dimana masih dalam pandemi Covid-19 fokus pada implementasi kebijakan pemerintah terkait larangan mudik tahun 2021.

Pada kesempatan itu, Danrem Ritiauw menyatakan, perlunya penyamaan persepsi dalam menjalankan sebuah aturan.

“Sebagaimana akan dilaksanakan kebijakan larangan mudik, dimana kita bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan OPD terkait, akan membentuk pos pengamanan di pelabuhan, penyeberangan dan bandara yang ada di Maluku,” terangnya.

Danrem Ritiauw menekankan, tujuan dari rapat ini sangatlah penting dalam upaya bersama-sama menjalankan tugas pengamanan dilapangan agar situasi kamtibmas tetap terjaga dan tidak terjadi penyebaran Covid-19 di kampung halaman.

“Kami dari TNI terkait pengamanan, kami siap memback-up Polri untuk pelaksanaan patroli maupun di pos pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka pengamanan bulan suci Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri 1442 H dalam masa Pandemi Covid-19,” tegasnya.

Terkait dengan situasi Pandemi Covid-19 ini diharapkan kepada peserta rakor untuk memberikan himbauan dengan baik agar masyarakat bisa mengerti bahaya dan tidak ada ketersinggungan.

“Mengantisipasi banyak orang berkumpul karena tradisi bulan puasa, sedikit agak susah. Sehingga kita harus bisa memberi himbauan dengan penyampaian protkes yang baik agar penyampaian kita tidak membuat ketersinggungan,” pungkas Danrem.

(dp-19)

Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi