Aneh, Anggaran Terpakai Habis Tapi Sejumlah Pekerjaan di Alusi Batjasi Masih Terbengkalai

Sejumlah paket pekerjaan pembangunan fasilitas di desa Alusi Batjasi, kecamatan Kormomolin, kabupaten Kepulauan Tanimbar hingga kini belum selesai dik
Share it:

Ilustrasi Anggaran

Saumlaki, Dharapos.com
- Sejumlah paket pekerjaan pembangunan fasilitas di desa Alusi Batjasi, kecamatan Kormomolin, kabupaten Kepulauan Tanimbar hingga kini belum selesai dikerjakan, kendati anggarannya telah selesai dicairkan pada 2018 hingga 2020.

Sejumlah warga desa Alusi Batjasi kepada media ini di Saumlaki, Sabtu (3/4/2021) membeberkan sejumlah kejanggalan yang terjadi di desa selama kurun waktu 2018 hingga 2020.

Pemerintah Alusi Batjasi (Alba), disoroti warga soal penyalagunaan Dana Desa selama 2 tahun.

Warga Alba yang tak mau disebutkan namanya ini membeberkan sejumlah pembangunan fisik yang mangkrak tersebut seperti kantor desa, pustu, pagar sekolah, hingga sejumlah rumah layak huni.

"Pekerjaan pembangunan fisik sejumlah infrastruktur itu dialokasikan melalui Dana Desa semenjak 2018 namun hingga saat ini tak kunjung selesai sedangkan pencairannya sudah 100 persen namun faktanya pekerjaan baru mencapai 45 persen," beber sumber kepada media ini. 

Tidak hanya itu, Sekretaris Desa Falerius Alwer dan bendahara desa Lodofikus Batlayeri dilaporkan membuat proposal untuk program pemberdayaan masyarakat dan mendapat sejumlah aset pemberdayaan seperti pompa bensin mini dan mesin foto kopi yang semestinya diserahkan kepada kelompok pemberdayaan di desa namun nyatanya mereka pergunakan untuk kepentingan pribadi.

Pada saat refocusing anggaran untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 oleh Pemerintah daerah, sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang telah diusulkan oleh masyarakat dicoret oleh Sekdes dan Bendes dan hanya meloloskan program yang mereka usulkan.

"Kami sangat bingung dengan apa yang dilakukan oleh Sekdes dan Bendahara, kenapa harus coret semua program pemberdayaan masyarakat Batjasi di 2019 namun proposal mereka tetap masuk untuk pengadaan pom bensin mini untuk sekdes dan mesin foto kopi untuk Bendahara," herannya.

Masyarakat juga sangat menyesalkan karena sejauh ini tak pernah ada kerja sama yang baik antar Pemdes dan BPD.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Yohanis Nurmalai saat dikonfirmasi melalui telefon genggamnya menjelaskan, soal pekerjaan pembangunan yang di sampaikan masyarakat itu benar adanya.

Yohanis mengaku tak pernah dilibatkan untuk mengetahui secara terperinci penggunaan anggaran di desa.

Ia membenarkan semenjak 2017 sampai sekarang,  tidak ada dana operasional BPD sebagaimana penjelasan warga.

"Kami sudah muak dengan semua ini karena dana operasional kami semenjak 2017 sampai sekarang belum kami terima," kesalnya.

Sekdes Falerius Alwer dan Bendahara Ladofikus Batlayeri Desa Alusi Batjasi hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi.

(dp-45)

Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi