Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan di RSUD Cenderawasih Dobo

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru yang dinahkodai Bupati dr. Johan Gonga terus mengupayakan perbaikan layanan di segala bidang.
Share it:

Foto Ilustrasi
Dobo, Dharapos.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru yang dinahkodai Bupati dr. Johan Gonga terus mengupayakan perbaikan layanan di segala bidang.

Namun, pada kenyataanya belum seluruh jajaran birokrasi melaksanakan proses perbaikan yang berorientasi pada mutu dan kepuasan masyarakat.

Salah satunya dalam hal layanan kesehatan di RSUD Cenderawasih Dobo yang dinilai warga belum berorientasi pada pelayanan yang baik.

Fakta inilah yang dialami keluarga dari pasien atas nama Adolop Kulapupin (58), yang menderita selama satu tahun lebih karena diserang penyakit stroke.

Kepada media ini, Selasa (5/1/2021) keluarga korban menyampaikan keluhan mereka terkait pelayanan di RSUD Cenderawasih Dobo.

"Kami sangat kecewa dengan pelayanan di rumah sakit ini. Bagaimana tidak! Selama kurang lebih 7 jam, saudara kami Adolop Kulapupin diterlantarkan tanpa ada satu petugas kesehatan yang datang untuk melayani," kesal YN.

Bahkan, bukan itu saja. Ruangan yang disediakan juga tidak layak karena banyak kotoran yang menimbulkan bau tak sedap.

"Pak wartawan, bukan itu saja, ruangan tempat rawat inap juga tidak layak karena banyak kotoran yang menimbulkan bau tak sedap. Bahkan tempat tidurpun tak layak untuk ditiduri karena kotor dan tanpa sarung kasur," bebernya.

YN menuturkan, bermula Selasa (5/1/2021), pasien Adolop Kulapupin yang terserang penyakit stroke itu tiba-tiba mengalami perdarahan dari mulut dan hidung sehingga dilarikan ke RSUD Cenderawasih Dobo.

Setibanya di RSUD Cenderawasih Dobo sekitar pukul 10.30 WIT, pasien Adolop Kulapupin langsung mendapat penanganan medis di UGD.

Setelah mendapat pelayanan medis, pasien Adolop Kulapupin dikonfirmasi reaktif Covid-19 sehingga harus dirawat pada salah satu ruangan baru menunggu besok dilakukan swab.

Sayangnya tempat tersebut tidak layak, bahkan ada salah satu petugas medis di sana yang diketahui hanya memandang dengan sebelah mata kemudian menghilang.

Ironisnya, ketika media ini mendengar keluhan itu mengkonfirmasi pihak RSUD barulah dilakukan pembersihan di tempat rawat inap pasien tadi.

Namun, sesuai pantauan media ini kendati sudah dilakukan pembersihan tapi tetap tidak ada satu petugas pun yang mendatangi pasien.

Kondisi itu sempat membuat keluarga pasien naik pitam dan hendak mutuskan membawa pasien Adolf kolapupin untuk kembali ke rumah karena takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Sementara Direktur RSUD Cenderawasih Dobo dr. Wati yang dikonfirmasi terkait hal ini mengaku petugas kesehatan fasilitas daerah yang menangani kasus Covid-19 sangat minim.

Ia bahkan meminta maaf dan berjanji akan menghubungi kepala keperawatan yang menangani Covid-19.

"Terimakasih sudah memberikan informasi ini dan saya akan menghubungi kepala keperawatan yang menangani kasus covid 19 untuk mengevaluasi para tenaga medis yang menangani Covid-19," janjinya.

(dp-31)

Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi