Angka Covid-19 Meningkat, Ini Yang Dilakukan Pemda Malra

Angka terkonfirmasi positif Covid-19 yang terus menunjukkan tren meningkat di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), langsung mendapat perhatian serius da
Share it:

Sekretaris Daerah Malra A. Yani Rahawarin
Langgur, Dharapos.com – Angka terkonfirmasi positif Covid-19 yang terus menunjukkan tren meningkat di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah setempat.

Pemda langsung menggelar rapat koordinasi bersama phak-pihak terkait guna mengambil sejumlah langka penting dalam upaya menekan penyebaran virus tersebut di daerah itu.

“Langkah cepat dan tanggap yang dilakukan yaitu dengan melakukan sosialisasi tentang Peraturan Bupati Nomor 84 tertanggal 6 Agustus 2020,” demikian disampaikan Sekretaris Daerah, A. Yani Rahawarin,kepada media ini setelah dilaksanakanya rapat koordinasi bersama seluruh pimpinan OPD dalam lingkup Pemkab Malra di aula Kantor Bupati setempat, Senin (11/1/2021).

Sosialisasi terkait Perbup juga akan disosialisasikan di tempat-tempat umum seperti di pasar dan lokasi terminal termasuk pada 11 kecamatan hingga ohoi-ohoi.

Sambung Sekda, Perbup tersebut disoalisasikan agar semua orang termasuk masyarakat luas dapat mematuhinya mengingat didalamnya juga ada sanksi-sanksi yang diberikan.

“Sosialisasi Perbup ini bekerjasama dengan TNI/Polri dengan Pemda, dan rencananya hari rabu nanti sudah digelar aksi di lapangan, termasuk dinas kesehatan juga akan menyiapkan brosur, pamflet dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama tentang protokol kesehatan,” sambungnya.

Diharapkan dalam waktu 2-3 minggu ke depan, masyarakat tidak banyak melakukan pergerakkan karena wilayah Malra khususnya kawasan dalam kota, kondisi Covid-19 agak meningkat.

Langkah berikutnya yakni dilakukan pembelajaran jarak jauh.

“Besok sudah dikeluarkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah untuk melakukan tatap muka khusus untuk wilayah kota itu dengan sistem jarak jauh (melalui daring),” lanjut Sekda.

Sedangkan di ohoi-ohoi, pembelajaran tatap muka diberlakukan seperti biasa tetapi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan tinggi.

“Untuk teknisnya, nanti Dinas Pendidikan yang mengatur,” cetusnya.

Sekda menambahkan pula, untuk aktifitas ASN di tiap-tiap lingkungan kerja sementara disiapkan oleh BKPSDM.

“Siang atau sore ini sudah disiapkan untuk dilaporkan ke pak Bupati, apakah pekerjaan kita yang 75 perse n kerja dari rumah dan 25 persen kerja di kantor atau sebaliknya. Kita siapkan kebijakannya yang nanti akan dikeluarkan, paling terlambat hari Rabu semuanya sudah bisa berjalan,” terang dia.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Malra juga telah menyiapkan data tentang penyebaran Covid-19 khususnya pada wilayah-wilayah yang tingkat penyebarannya tinggi.

Data-data tersebut akan dipergunakan oleh tim Satgas dalam melakukan sosialisasi dan juga langkah-langkah preventif lainnya dalam upaya pencegahan sekaligus memutus rantai penyebaran Covid-19.

Sekda juga menjelaskan selain sosialiasi Perbup, tim Satgas juga akan melakukan penyemprotan disinfektan pada wilayah perkotaan yang dianggap rawan, serta ketegasan dalam penerapan protokol kesehatan.

“Pada prinsipnya adalah bahwa prokes perlu digerakkan kembali karena ini adalah inti dari upaya pencegahan dan penanganan Covid-19,” jelasnya.

 

Selain itu, tingkat keramaian atau kerumunan di tengah masyarakat juga diharapkan tidak ada, termasuk juga di rumah-rumah makan, hotel dan restoran juga akan dibatasi (dikurangi) aktivitas kerumunan pengunjung.

“Artinya hanya 75 persen saja orang datang disitu, sedangkan kami kurangi 25 persen. Memang kita berharap ada pendapatan dari tempat-tempat usaha tersebut, namun disisi lain kesehatan juga penting,” tambahnya.

Sekda juga menambahkan, bahwa tempat-tempat hiburan malam juga untuk sementara waktu akan ditutup. Dan Dinas Pendapatan akan menyurati para pengusaha /pemilik tempat-tempat hiburan malam dimaksud.

“Tutup satu minggu sambil kita lihat perkembangan, jika penyebaran Covid-19 menurun dan berkurang maka bisa dibuka kembali, tapi dalam seminggu ini masih terus naik maka kita akan perpanjang penutupannya,” tandasnya.

Pemda juga akan melakukan sosialisasi tentang vaksinasi, agar masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi atau berita hoax.

(dp-52)

Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi