Maknai Hari Guru, Siswa SD Naskat Namar Bawakan Kado Untuk Pengajarnya

Bertempat di lapangan SD Naskat Namar, Rabu (25/11/2020) dilangsungkan upacara memperingati Hari Guru.
Share it:

Para siswa seusai mengikuti upacara bendera peringatan, langsung memberikan bingkisan kado kepada para pengajarnya
Langgur, Dharapos.com - Bertempat di lapangan SD Naskat Namar, Rabu (25/11/2020) dilangsungkan upacara memperingati Hari Guru.

Momen peringatan tersebut dirasakan sangat istimewa. Dimana para siswa seusai mengikuti upacara bendera peringatan, langsung memberikan bingkisan kado kepada para pengajarnya.

Kepala SD Naskat Namar Dominggas Sedubun, S.Pd dalam pernyataannya mengatakan bahwa kesan yang paling utama bagi dirinya adalah bagaimana menanamkan nilai karakter dasar bagi para siswa.

"Itu kesan saya yang paling utama, tujuannya agar kelak mereka bisa menjadi anak yang cerdas dan berperilaku yang baik," harapnya.

Sedubun juga mengakui, jika dirinya selalu berpesan kepada para guru agar dalam melaksanakan tanggungjawab yang dipercayakan dapat dilakukan dengan hati yang tulus dan ikhlas serta menyayangi dan mencintai peserta didik.

”Saya juga berharap bahwa apa yang selalu saya da rekan-rekan guru tanamkan kepada anak-anak SD Naskat Namar tercinta akan menjadi cahaya yang gemilang bagi masa depan mereka,” harapnya.

Sedubun menambahkan, dirinya berencana mengajak rekan-rekan guru serta staf komite sekolah dan perwakilan dari siswa untuk bertamasya ke tempat wisata setelah seluruh rangkaian kegiatan di sekolah selesai.

Pad kesempatan itu, ia bersama para guru dan peserta didik menyempatkan diri melayat ke desa tetangga Ohoi Lairngangas dikarenakan salah satu orang tua dari siswa meninggal dunia.

“Kami merasa berkewajiban sebagai seorang pemimpin dan guru bagi anak didik harus dan sudah sepantasnya mendukung dan memberikan suport karena pada saat ini ia menjadi anak yatim lantaran kedua orang tuanya telah dipanggil Tuhan,” imbuhnya.

Sementara itu, Dea Sirwutubun yang juga salah satu siswa SD Naskat Namar ketika ditanya pendapatnya terkait bunga hidup yang dibawa sebagai hadiah bagi sang guru diakuinya merupakan ide yang muncul dari pikirannya sendiri.

"Jadi, saya dan teman saya Rikard membawa hadiah kado bunga hidup yang sama jenisnya cuma pot kami berbeda karena punya dia berbentuk bulat,” sambungnya.

Menurut pengakuan Dea, inisiatif dirinya memberikan hadiah sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan rasa terima kasih atas jasa guru yang telah mendidiknya.

“Teman-teman lainnya bawa setangkai bunga mati tetapi hadiah dari saya bunga hidup. Bagi saya ini lebih mempererat hubungan guru dan siswa dimana sang guru diharapkan serta diingatkan untuk tetap menjaga, merawat bunga tersebut sama seperti perlakuanya terhadap siswa binaanya,” pungkasnya.

(dp-52)

Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi