Bupati Malra : Pemda Hadir Untuk Seluruh Komunitas Agama

Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menegaskan bahwa Pemerintah daerah hadir untuk seluruh komunitas agama di daerah ini.
Share it:

Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun
Langgur, Dharapos.com – Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menegaskan bahwa Pemerintah daerah hadir untuk seluruh komunitas agama di daerah ini.

Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Dialog Kebangsaan Lintas Agama kerjasama MUI Maluku dan Pemkab Malra, di aula kantor Bupati setempat, Sabtu (17/10/2020).

“Pemerintah berkomitmen untuk hadir bagi seluruh komunitas umat beragama di daerah ini, tanpa membeda-bedakan. Juga ingin menghadirkan keadilan yang proporsional bagi komunitas umat beragama di Maluku Tenggara,” tegasnya.

Salah satunya, berupa dukungan bagi penyelesaian sarana-sarana peribadatan selama kurun waktu 2018-2023 yang akan terus diprioritaskan. 

“Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara hari-hari ini menaruh perhatian serius pada dialog antar umat beragama serta pemberdayaan keumatan melalui pengalokasian anggaran yang cukup besar bagi empat golongan agama di daerah ini,” sambungnya dimomen acara yang diprakarsai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku ini.

Bupati merincikan pula banyak komponen penganggaran yang dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan keagamaan dan pemberdayaan keumatan.

Selain itu, Pemda juga secara serius memberi perhatian kepada komunitas kaum muda pada komunitas keagamaan antara lain Remaja Masjid (Remas), Orang Muda Katolik (OMK), Angkatan Muda GPM (AM GPM) serta Komunitas Kaum Muda Hindu Dharma, dengan memberi ruang seluas-luasnya untuk bersama-sama dan bersinergi membangun Nuhu Evav dengan cara masing-masing.

“Saya bersyukur, karena perhatian ini mendapat respons positif dari komunitas kaum muda umat beragama,” ucapnya.

Bupati mengakui, terkadang ada rasa sedih dan kecewa, ketika agama digunakan sebagai alat politik, sehingga ketulusan dan panggilan suci untuk membangun daerah ini cenderung diabaikan.

“Hari-hari ini, banyak anak muda larut dengan media social sembari menebarkan ujaran kebencian, fitnah, menyebarkan berita bohong bahkan kritik tanpa solusi yang hanya dilatarbelakangi kepentingan sesat dan kebencian,” tandasnya.

Menyikapi hal itu, Bupati berharap kaum muda menjadi garda terdepan untuk perang melawan hoax dan ujaran kebencian, lebih khusus penggunaan agama sebagai alat politik. 

“Karena hari ini yang diperlukan daerah adalah ideologi dan faham kebangsaan, yang berdiri teguh diatas kepentingan pribadi dan golongan. Ketulusan dan keikhlasan untuk membangun daerah, adalah hal penting yang perlu dikedepankan,” harapnya.

Untuk itu, Bupati menegaskan 20 tahun perjuangannya untuk mendapat legitimasi kepemimpinan sebagai kepala daerah Kabupaten Malra ini tidak akan pernah disia-siakannya. 

Ia memastikan akan menghadirkan Pemerintah untuk seluruh masyarakat Malra, baik yang berada di Kei Kecil maupun di Kei Besar.

“Hari ini, saya sedang memperjuangkan kesetaraan dan memerangi ketimpangan pembangunan antara pulau Kei Kecil dan pulau Kei Besar. Masyarakat di Kei Besar, harus merasakan apa yang dirasakan masyarakat Kei Kecil. Itu tujuan yang dengan gigih saya perjuangkan,” bebernya.

Dijelaskan Bupati bahwa sebagai wujud keseriusannya dalam memperjuangkan niat tulus tersebut, maka menjelang 2 tahun kepemimpinannya bersama dengan Wakil Bupati Petrus Beruatwarin saat ini, pulau Kei Besar sudah merasakan listrik 24 jam.

Bahkan lebih dari 70 persen masyarakat Kei Besar sudah mendapatkan akses internet dan dalam kurun waktu sampai 2024 Jalan Lingkar Kei Besar sudah terwujud sebagaimana Major Project RPJMN 2020 – 2024.

Sebagai salah satu wujud komitmen kebangsaan, maka pada tanggal 26 - 28 Oktober 2020, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Pemda bersama dengan masyarakat khususnya komponen Pemuda, menyelenggarakan Kirab Kebangsaan dan Parade Merah Putih yang dilangsungkan pada Batas Wilayah NKRI di Nuhu Yut (Pulau Kei Besar).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua MUI Provinsi Maluku (DR. Abdullah Latuapo, M.Pd.I), Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (Pendeta Drs. A.J.S. Werisnussa, M.Si), Sekretaris Keuskupan Amboina (Pastor Ino Ngutra Projo).

(dp-52)

Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi