Kapal Nelayan Asal Cilacap Karam di Fursui Pulau Selaru

Kapal Motor (KM) Maju Lestari XVI, salah satu kapal nelayan asal Cilacap, Jawa Tengah akhirnya karam di pesisir pantai desa Fursui, kecamatan Selaru,
Share it:


Selaru, Dharapos.com - Kapal Motor (KM) Maju Lestari XVI, salah satu kapal nelayan asal Cilacap, Jawa Tengah akhirnya karam di pesisir pantai desa Fursui, kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (27/8/2020).

Kapal nelayan yang diketahui mencari cumi di perairan selatan Maluku itu kandas semenjak Kamis dinihari dan hingga kini belum dapat dievakuasi.

Sejumlah ABK menyatakan, kapal tersebut nyaris mengalami musibah dan akhirnya kandas di pesisir pantai Fursui karena tidak memiliki GPS. 

GPS kapal hilang saat kapal masih berlayar di perairan kepulauan Aru.

Mereka menduga kuat GPS tersebut sengaja dihilangkan oleh kapten kapal.

"Sebelum terdampar, kita tahu persis jarak antara kapal dengan daratan Dobo,  kepulauan Aru itu adalah 100 mil, namun kapten lebih memilih untuk  menuju Kepulauan Tanimbar yang jaraknya 360 mil. Kapten sengaja matikan GPS sebelum terdampar dan pergi tidur sehingga kita tidak bisa mendeteksi daratan dan kedalaman laut sampai kita menghantam karang," beber seorang ABK yang tidak mau disebutkan namanya di Fursui, Kamis (17/9/2020).

ABK tersebut menerangkan pula bahwa sebelum lambung kapal menghantam karang, kapal masih dalam keadaan baik dan tidak ada kerusakan. 

Hingga kini 28 ABK kapal Maju Lestari XVI mengaku diterlantarkan oleh kapten kapal. 

Mereka menginap di rumah penduduk dan belum tahu kapan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.

"Kami berharap ada perhatian dari Pemerintah daerah setempat untuk bantu pulangkan kami. Kami juga berharap kepolisian dapat lebih cepat ungkap apa yang terjadi di balik musibah terdamparnya kami di desa Fursui dan lebih dalam menginterogasi kapten," desak mereka.

Buyung, kapten kapal tersebut memilih diam saat dimintai keterangan. 

Beberapa kali diajak untuk bercerita namun Buyung memilih diam dan memilih berjalan meninggalkan wartawan.

Buyung hanya menjelaskan panjang kapal 25 meter dan lebar 5 meter dengan kapasitas muat 55 ton.

Kanit Intel Polsek Selaru, C. Rieuwpassa menjelaskan, kepolisian saat ini sedang mendalami karamnya kapal tersebut.

"Soal apa yang pernah di sampaikan kru kapal tentang GPS yang sengaja dimatikan oleh kapten sebelum terdampar itu, pihak kami belum bisa memastikan kebenarannya. Saat  kami ke TKP, GPS itu memang tidak ada," tandasnya.

(dp-45)

Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi