Pemkab Kepulauan Tanimbar Gelar Pasar Murah Jelang Lebaran

Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar pasar murah bagi masyarakat di kota Saumlaki dan beberapa desa sekitar di Kecamatan Tanimbar Selatan, Kamis (21/5/2020).
Share it:
 Penjabat Sekda Kepulauan Tanimbar Ruben Benharvioto Moriolkosu saat membuka pasar murah pada pukul 14:00 WIT 
Saumlaki, Dharapos.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar pasar murah bagi masyarakat di kota Saumlaki dan beberapa desa sekitar di Kecamatan Tanimbar Selatan, Kamis (21/5/2020).

Pantauan Dharapos.com, kegiatan pasar murah itu dibuka Penjabat Sekretaris Daerah Ruben Benharvioto Moriolkosu pada pukul 14:00 WIT dan dihadiri sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Masyarakat yang datang wajib menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) agar bisa di cek Identitas, karena masyarakat yang beragama Muslim menjadi prioritas pelayanan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja setempat Elisabeth I. Werembinan menjelaskan, kegiatan pasar murah yang digelar ini bertujuan untuk membantu warga Muslim di kota Saumlaki dan sekitarnya untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau jelang perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah.

"Apalagi ini dalam kondisi Covid-19 dimana banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan mata pencairan," katanya

Jenis sembako yang dijual dengan harga murah adalah 5 Kg beras dibandrol Rp30.000, 1 Kg gula pasir seharga Rp10.000, 1 Kg tepung terigu seharga Rp7.000, 10 bungkus mie instan seharga Rp15.000, 1 liter minyak goreng seharga Rp10.000, 1 kaleng susu kental manis seharga Rp8.000, 4 sachet mentega seharga Rp10.000 dan 1 botol sirup ABC seharga Rp10.000.

Total sembako dengan harga murah ini dijual sebanyak 700 paket.

Elisabeth menyatakan, Pemda Kepulauan Tanimbar menjual paket sembako murah ini dengan setengah harga dari harga eceran di pasar sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat.

Hal ini juga sebagai bentuk perhatian Pemda kepada warga masyarakat.

Warga terpantau memadati lokasi pasar murah

"Kami sudah 3 tahun terakhir mengadakan pasar murah tapi berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini lebih banyak peminatnya. Kali ini dalam sehari saja kita siapkan 700 paket, dan dalam hitungan jam sudah laku terjual," bebernya.

Pemilihan lokasi pasar murah yang berada di pelataran Yamdena Plaza Saumlaki ini menurut Elisabeth, juga karena kebanyakan wilayah itu ditempari kaum Muslim.

"Jika kita buka di tempat lain, akan susah dijangkau sehingga sasaran  yang ingin kita capai itu tidak terpenuhi. Karena banyak orang berkerumun dan mereka agak kuatir maka hanya sebagian masyarakat yang beragama  Muslim yang bisa masuk untuk membeli," tambahnya.

Penjabat Sekda dalam arahannya menyatakan, kegiatan pasar murah ini juga sebagai upaya menghadapi pandemi Covid-19 dan dalam rangka menjaga kemungkinan terjadinya kelangkaan sembako di daerah berjuluk Duan-Lolat itu.

"Saat ini Kabupaten Kepulauan Tanimbar masih berada dalam zona hijau, dan ini semua berkat kerjasama masyarakat yang selalu tertib dalam menjalankan protokol kesehatan. Saya mengimbau untuk kita semua tetap menjaga jarak dan jalankan anjuran tim gugus tugas Covid-19, agar daerah kita tetap berada di zona itu," imbaunya.

Kendati proses pelaksanaannya menggunakan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 yakni menyediakan 200 tempat duduk namun para pembeli yang datang dan membanjiri lokasi tak bisa dibendung.

Fakta dilapangan, aparat seakan pasrah dan physical distancing tak terhiraukan oleh warga.

Tak hanya berdempetan, aksi saling dorong juga terjadi. Para petugas yang melayani kegiatan itu dengan komando dari Elisabeth sempat beberapa kali menghentikan kegiatan dan menganjurkan warga untuk taat aturan, namun imbauan mereka tak dihiraukan.

Bukan hanya itu, aksi dorong ini mengakibatkan banyak warga yang mengeluh karena sudah antri berjam-jam lamanya.

"Saya sudah ada dari jam dua siang tadi disini tapi sampai saat ini, saya belum jadi beli beras. Mereka tidak bisa menghargai saya yang sudah usia tua ini untuk didahulukan," kesal ibu Ranglalin (69) warga kota Saumlaki.

Hingga kegiatan dihentikan pada pukul 18:00 waktu setempat, banyak warga yang tak kebagian meskipun sudah rela antri bahkan diguyur hujan.

(dp-47)
Share it:

Maluku Tenggara Barat

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi