Bupati Malra Pimpin Launching Listrik 24 Jam di Kei Besar

Akhirnya pelayanan listrik 24 jam mulai resmi berlaku di wilayah Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).
Share it:
Bupati M. Taher Hanubun langsung memimpin launching yang ditandai dengan penekanan tombol sirine secara bersama-sama
Elat, Dharapos.com - Akhirnya pelayanan listrik 24 jam mulai resmi berlaku di wilayah Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

Hal itu ditandai dengan launching Penyalaan Listrik Selama 24 Jam di Wilayah Kei Besar dan Penyalahan Listrik Desa oleh PT. PLN (Persero) Cabang Malra - Kota Tual dan Pemerintah Malra, Jumat (22/5/2020).

Bupati M. Taher Hanubun langsung memimpin launching tersebut yang ditandai dengan penekanan tombol sirine secara bersama-sama.

Turut hadir, Sekda Malra Drs. Hi. Ahmad Yani Rahawarin, M.Si, pimpinan TNI - Polri, Pimpinan dan Anggota DPRD Malra, para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Dirut PT PLN Persero Cabang Tual, Ketua MUI Malra, Ketua Klasis Kei PP Besar, Kepala OPD dan Forkopimda setempat serta tamu undangan lainnya.

Pantauan media ini, Jumat (22/5/2020) pukul 15.50 WIT, Bupati beserta Forkopimda dan rombongan tiba di Pelabuhan Elat, Kecamatan Kei Besar.

Pukul 16.15 WIT, berlangsung launching listrik 24 jam wilayah Kei Besar.

Bupati dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk peduli dengan Kei Besar.

"Mari kita bersama-sama merasa memiliki Kei Besar sebab Kei Besar memerlukan perhatian kita semua," ajaknya.

Bupati juga secara khusus menyampaikan permohonan maaf.

"Kepada pimpinan dan seluruh kru serta staf PLN apabila ada tekanan yang sedikit kasar atau memerintah, saya memohon maaf," ucapnya.

Ditegaskan pula, meski nuhu yuut wuar lai hari ini hujan besar matahari tenggelam namun tekad yang paling utama adalah menyalakakan lampu 1 X 24 jam.

Bupati meminta seluruh Camat dan Kepala Ohoi agar memantau seluruh rumah khususnya yang tidak mampu untuk memasang  dan membuka rekening listrik.

"Dan bagi yang tidak mampu akan menjadi tanggung jawab kepala daerah khususnya daya 450 Watt," cetusnya.

Diakuinya, perjungan ini bukan oleh Pemerintah saja namun atas kerja sama DPRD hingga kepala ohoi sehingga semua ini bisa terlaksana dengan baik.

Begitu pula, lanjut Bupati, dengan adanya pembuatan tol Kei Besar akan dilakukan secara berkala meski sempat terhambat.

"Karena sesuai dengan APBD kita 5,8 persen dipotong untuk penanganan Covid-19. Namun saya pastikan jalan trans Kei Besar akan berjalan terus dan ini semua adalah hasil kerja sama Pemerintah daerah, DPRD dan masyarakatm," lanjutnya.

Bupati juga memastikan ke depan akan dibangun menara Telkomsel di Bukit Tinggi Bombay dan Waur Dan untuk menara yang sama di Ohoirenan dan Ohoiwait.                     

"Perlu juga saya sampaikan bahwa Corona semakin bertambah maka itu jangan ada dari kita yang lengah," imbaunya.

Bupati juga mengingat para Camat agar tidak memberikan izin kepada kapal pencari telor ikan di wilayahnya.

Fasilitas yang akan mendukung pelayanan listrik 24 jam di Kei Besar
"Apabila ada laporan, maka saya akan copot jabatan saudara. Kita tidak kenal waktu dalam mengatasi Covid-19 maka jangan ada yang bermain-main dengan kondisi ini," tegasnya.

Sebelumnya, Dirut PT. PLN Persero Cabang Malra-Kota Tual Alex Manuha dalam laporannya menegaskan launching tersebut merupakan peristiwa penting dan awal yang baik bagi masyarakat Kei Besar.

Khususnya dengan peresmian penyalaan listrik selama 24 jam di wilayah Kei Besar dan penyalaan listrik desa oleh PT. PLN (Persero) melalui PLN ULP Elat.

"Dengan melihat serta mengutamakan kepentingan dan kesejatraan masyarakat diatas  segalanya maka Pemerintahan Daerah  Maluku Tenggara dengan PT. PLN Persero bekerja sama yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 001.SPJ/MUM.00.01/170300/2020 tanggal 23 Maret 2020 untuk mendukung dan mendorong percepatan dimaksud," urainya.

Lanjut Dirut, tentunya hal ini tidak terlepas dari bantuan serta dukungan semua pihak yang terlibat.

"Untuk itu saya atas nama PT. PLN Persero Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara UP3 Tual menyampailan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Maluku Tenggara beserta jajaran, Ketua DPRD Maluku Tenggara dan stakeholder terkait serta seluruh masyarakat yang telah membantu dan memberikan dukungan penuh dalam pelancaran proses dari awal perencanaan sampai akhir," pungkasnya.

Perlu diketahui, sistem Elat sebelumnya memiliki daya mampu pembangkit sebesar 1,09 MW dengan puncak beban pemakaian sebesar 0,88 MW.

Total panjang Jaringan (SUTM) 101,65 kms dan total panjang (SUTR) 53,78 kms, total jumlah Grd Dist sebanyak 59 Unit dan jumlah pelanggan pada PLN ULP Elat 5.269 pelanggan, dengan jam nyala selama 18 jam mulai pukul 18.00 WIT sampai dengan pukil 12.00 WIT.

Jumlah desa di pulau Kei besar sebanyak 115 desa, dimana 59 desa yang sudah terlistriki oleh PLN dan 56 desa yang belum terlistriki oleh PLN dan hanya menggunakan listrik pribadi

Desa yang sudah terpasang jaringan dan siap dioperasikan sebanyak 25 desa dengan total calon pelanggan sebanyak 1307 pelanggan dengan rincian Kecamatan Kei Besar Barat terdapat 12 desa dengan calon pelanggan 676 pelanggan.

Kemudian Kei Besar Selatan terdapat 2 desa dengan total pelanggan 149 pelanggan, serta Kei Besar Selatan Barat terdapat 11 desa dengan total calon pelanggan 482 pelanggan.

(dp-52)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi