Pihak Luar Diimbau Tak Cari Sensasi Dibalik Aksi Tutup Mulut Batlyol

Selain menyampaikan keberatan dan mengecam aksi tidak terpuji yang dilakukan Yonas Batlyol (Ketua Presidium PMKRI Cabang Saumlaki) di Ambon, para pendiri dan Alumni PMKRI Cabang Saumlaki Sanctus Vinsens de Paul mengecam sejumlah pihak yang secara sadar maupun tidak sengaja ikut membesar-besarkan informasi aksi tutup mulut di momen Kongres Nasional XXXI dan MPA XXX di Ambon, Kamis (6/2/2020).
Share it:
Para pendiri dan alumni PMKRI Cabang Saumlaki, Sanctus Vinsens de Paul saat konferensi pers yang digelar, Sabtu (8/2/2020)
Saumlaki, Dharapos.com - Selain menyampaikan keberatan dan mengecam aksi tidak terpuji yang dilakukan Yonas Batlyol (Ketua Presidium PMKRI Cabang Saumlaki) di Ambon, para pendiri dan Alumni PMKRI Cabang Saumlaki Sanctus Vinsens de Paul mengecam sejumlah pihak yang secara sadar maupun tidak sengaja ikut membesar-besarkan informasi aksi tutup mulut di momen Kongres Nasional XXXI dan MPA XXX di Ambon, Kamis (6/2/2020).

Ketua Presidium PMKRI Cabang Saumlaki Periode 2013-2016, Simon Lolonlun menyatakan, aksi tutup mulut yang dilakukan oleh Yonas merupakan bagian dinamika internal organisasi yang terjadi pada kegiatan internal organisasi, sehingga persoalan tersebut hendaknya tidak ditanggapi secara berlebihan oleh pihak luar.

"Kami merasa berkepentingan untuk menyampaikan hal ini karena telah menjadi bola liar. Ada pihak tertentu yang sudah berlebihan menanggapi persoalan internal organisasi ini dan membesar-besarkan aksi ini," tegasnya.

Hal yang memalukan lagi menurut Lolonlun dan sejumlah alumni PMKRI yang hadir dalam konferensi pers di Saumlaki, Sabtu (8/2/2020),  bahwa telah terjadi kritikan yang dilakukan oleh sesama organisasi pergerakan, yakni BPC Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Saumlaki.

"Saling menghargai sesama organisasi pergerakan itu hal yang mesti dipegang teguh oleh setiap kita, dan jangan curi momentum ini untuk menyerang," kecamnya.

Menurut Lolonlun, aksi tutup mulut yang dilakukan oleh Yonas ini hendaknya dipahami bahwa persoalan ini terjadi diruang privat organisasi dan penyelesaiannya pun akan dilakukan secara internal, sesuai peraturan dasar PMKRI.

"Kami minta kepada semua pihak untuk menghargai dan menghormati urusan internal PMKRI, sebagaimana kami menghargai urusan internal masing-masing organisasi," imbau Paskalis Kempirmase, alumni sekaligus Ketua Presidium PMKRI Cabang Saumlaki ke III.

Pernyataan Paskalis ini sekaligus menanggapi sikap BPC GMKI Saumlaki yang mengutuk aksi Yonas serta menilainya sebagai aksi murahan dan hanya mencari popularitas dimata PMKRI secara nasional.

"Sikap BPC GMKI Saumlaki ini menjadi preseden buruk dalam hubungan sesama organisasi pergerakan. Ini sebuah tindakan yang sangat berlebihan dan mengusik," kecamnya.

Selain itu, para alumni PMKRI yang hadir seperti Vinsent Vivas Fangohoi (pendiri sekaligus Ketua Presidium I PMKRI Cabang Saumlaki), Agustinus Wens Ohoitimur (alumni dan pendiri PMKRI Cabang Saumlaki), serta Rudi Lethulur dan Alan B.Y. Futwembun, meminta kepada semua pihak untuk tidak berlebihan dalam menanggapi aksi Ketua Prsedium PMKRI Cabang Saumlaki.

Serta menyerahkan persoalan tersebut diselesaikan oleh internal organisasi, sebagai bentuk penghargaan terhadap mekanisme pembinaan internal organisasi.

(dp-45)
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi