Penghuni Lapas Kelas IIB Tual Minta Perhatian Komisi I Soal Kesehatan

Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku melaksanakan kunjungan kerja pengawasan ke Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Jumat (7/2/2020).
Share it:
Komisi I DPRD Maluku saat melakukan kunker pengawasan di Lapas Kelas IIB Tual, Jumat (7/2/2020)
Langgur, Dharapos.com – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku melaksanakan kunjungan kerja pengawasan ke Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Jumat (7/2/2020).

Salah satu lokasi yang dikunjungi yaitu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual.

Pantauan media ini, kunjungan itu diawali pertemuan bersama dengan Kepala Lapas serta Staf dan kemudian dilanjutkan dengan meninjau langsung ke kamar-kamar penghuni lapas yang terbagi atas tiga bagian.                   

Dalam kunjungan tersebut, dimanfaatkan para penghuni lapas menyampaikan curhatan hati mereka.

Salah satu penghuni lapas wanita atas nama Fatmawati Kabalmay terharu dan menangis ketika mengetahui dirinya bersama teman-temanya dikunjungi.                     

Ia pada kesempatan itu meminta kepada Komisi I DPR Propinsi Maluku agar dapat melihat dan memperhatikan beberapa hal mendasar yang dibutuhkan di dalam lapas.                 

“Kami minta kepada bapak dan ibu Komisi I DPR Propinsi Maluku mengenai dua hal yang kami butuhkan saat ini yaitu masalah kesehatan. Karena penghuni lapas ini tidak semuanya mampu dan mempunyai kartu BPJS kesehatan,” akuinya.                   

Di lapas ini, menurut Fatmawati, tidak semua penghuni lapas ini memiliki keluarga yang mengunjungi. Kondisi ini terlihat jelas ketika berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, tidak ada keluarga yang datang berkunjung ke sini.

“Selain itu juga, kami sangat membutuhkan tenaga medis karena ada ruangan kesehatan tetapi tenaga medisnya tidak ada. Sementara ketika kami sakit, tentu membutuhkan proses yang panjang karena untuk pemeriksaan keluar harus  sesuai aturan yang berlaku,” bebernya.               

Mirisnya, bagi yang memiliki BPJS kesehatan atau kartu kesehatan lainya patut bersyukur karena mendapat kemudahan tetapi bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki fasilitas dimaksud sehingga harus menanggung sendiri biayanya karena lapas sendiri tidak menanggung.

“Bukan lapas tidak memperhatikan atau tidak mampu tetapi memang kita semua tahu bahwa ini lapas kabupaten yang vertikal dan kami sangat memahami keadaan lapas,” imbuh Fatmawati.

Yang kedua, terkait keberadaan Toa alat yang setiap saat memanggil-manggil penghuni lapas yang dibesuk.

“Ketika ada titipan dari keluarga atau ada keluarga yang datang berkunjung bagi kami itu hal biasa, akan tetapi bagi keluarga kami itu terasa sakit ketika nama kami dipanggil-panggil. Maka itu, kami minta agar Komisi I tolong melihat dua hal ini,” harapnya.                       
 
Sementara itu, Ketua Komisi I DPR Maluku Amir Rumra menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya di sini karena ada agenda tunggal untuk semua wilayah lapas di Maluku yang harus dikunjungi. Dimana ada hal-hal yang melekat yang harus dilihat.

“Kami harus datangi dan melihat langsung sehingga bisa mengetahui permasalahannya, seperti makan minum karena sudah dianggarkan, kemudian masalah kesehatan dan yang lainnya. Untuk itu, kami akan membahas serta mengusahakan hal-hal yang telah disampaikan untuk ditindaklanjuti, karena penghuni lapas juga adalah warga negara yang mempunyai hak yang sama dengan warga masyarakat lainnya,” tukasnya.

(dp-52)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi