INPEX - BI Kembali Gelar Pelatihan Pengembangan Tenun Tanimbar

Perusahaan Migas asal Jepang, INPEX Masela Ltd bersama Bank Indonesia kembali menyelenggarakan pelatihan pengembangan produk turunan tenun Tanimbar di Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan dan desa Amdasa kecamatan Wertamrian, kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Share it:
Foto bersama peserta pelatihan

Saumlaki, Dharapos.com - Perusahaan Migas asal Jepang, INPEX Masela Ltd bersama Bank Indonesia kembali menyelenggarakan pelatihan pengembangan produk turunan tenun Tanimbar di Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan dan desa Amdasa kecamatan Wertamrian, kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari pada dua lokasi yaitu di aula kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Saumlaki, Rabu (12/2/2020) dan keesokan harinya, dilaksanakan di Balai Desa Amdasa.

Para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 100 orang terdiri dari 60 peserta pelatihan di Saumlaki dan 40 orang peserta pelatihan di Desa Amdasa.

Pelatihan ini menghadirkan para penenun dan perajin Tanimbar, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), komunitas orang muda, Pemerintah daerah, serta pihak-pihak lain yang diharapkan dapat membantu pengembangan tenun Tanimbar.

Donny Rijaludin, Social Investment Spesialist INPEX menerangkan bahwa para penenun Tanimbar yang terlibat ini diharapkan dapat meningkatkan literasi produk yang tepat guna dan peningkatan pengetahuan penenun mengenai kain yang tepat untuk dijadikan produk turunan.

"Pelibatan para penjahit atau perajin dalam kegiatan ini untuk meningkatkan kreasi dan produksi produk turunan dan penyerapan SDM yang memiliki potensi serta peningkatan fasilitas yang memadai," terangnya.

Perwakilan BUMDes yang hadir adalah untuk membentuk sistem usaha tersebut yang mampu menyiapkan bahan mentah tenun serta peningkatan daya serap terhadap tenun untuk dijadikan produk turunan.

Sementara bagi utusan komunitas orang muda yang hadir tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan branding dan marketing produk turunan Tenun Tanimbar.

Dalam kegiatan ini, INPEX dan BI menggandeng Didiet Maulana, fashion designer yang juga pemilik brand IKAT Indonesia.

Didiet dipilih oleh INPEX Masela Ltd dan Bank Indonesia sebagai pemberi materi sosialisasi, motivasi, dan inspirasi bagi berbagai stakeholders.

Didiet Maulana (kanan), fashion designer yang juga pemilik brand IKAT Indonesia sedang berdiskusi dengan para penenun dan melihat motif tenun Tanimbar
Donny mengakui, dengan segudang prestasi dalam memperkenalkan tenun ikat ke kancah nasional dan internasional, serta kemampuan menciptakan produk tenun ikat yang menyesuaikan dengan selera pasar, Didiet pasti menjawab pencapaian target dari pelatihan ini.

Senior Manager INPEX Masela, Puri Minari dalam kata sambutannya menyatakan, pelatihan ini merupakan kelanjutan dari tahapan program pelatihan yang sudah dilakukan secara khusus dalam rangka untuk mengembangkan potensi tenun ikat Tanimbar dan membuka akses pasar.

"Program ini merupakan lanjutan dari program yang telah dirintis oleh INPEX Masela Ltd sejak tahun 2013 dan dilanjutkan kerjasama dengan Bank Indonesia perwakilan Maluku sejak tahun 2017," rincinya.

Sebelumnya, pada November 2019 lalu, INPEX dam BI telah melakukan peningkatan kapasitas produksi tenun dengan memperkenalkan dan meningkatkan teknik pewarnaan alam dan teknik ikat.
Pelatihan tersebut bekerja sama dengan Balai Besar Tekstil di bawah Kementrian Perindustrian RI.

Saat ini, penenun binaan BI dan INPEX telah mampu memproduksi kain tenun ikat Tanimbar dengan menggunakan teknik pewarna alam yang didapatkan dari sekitar lingkungan tempat tinggal atau desa para penenun.

"Kami sangat berharap peserta pelatihan dapat menyerap ilmu dan masukan dari desainer Didit Maulana yang sudah memiliki pemahaman yang panjang di industri ini. Semoga dalam waktu dekat ini kita dapat melihat sejumlah produk turunan yang dapat diterima pasar dan mengangkat kesejahteraan mama mama penenun," harapnya.

Purwanto Worabay, Manager Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM Bank Indonesia Kantor Perwakilan Maluku mengaku sangat mendukung pelaksanaan pelatihan tersebut

"Kita sangat antusias dalam mendukung program produk unggulan daerah melalui pembetukan ekosistem yang menyeluruh mulai dari hulu hingga ke hilir," sambung dia.

Purwanto menambahkan pihaknya juga mendukung perluasan akses pasar dalam bentuk pameran dan perhelatan peragaan busana yang rencana akan dilakukan secara rutin tiap tahun.

(dp-18)
Share it:

Ekonomi dan Bisnis

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi