Wabup Malra : Pendidikan Adalah Modal Dasar Ciptakan SDM Unggul

Wakil Bupati (Wabup) Maluku Tenggara (Malra), Petrus Beruatwarin mengatakan, pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Share it:
Wabup Malra, Petrus Beruatwarin 
Langgur, Dharapos.com – Wakil Bupati (Wabup) Maluku Tenggara (Malra), Petrus Beruatwarin mengatakan, pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan Diklat Guru dan Pengelola Pendidikan, kerja sama antara Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur Jakarta dengan Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen (YPPK) Dr J. B. Sitanala Cabang Kei Kecil dan Kota Tual, Selasa (14/1/2020).

“Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah, karena merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan,” terangnya.

Sebagai satu lembaga, sekolah tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mewujudkan hal-hal tersebut maka sekolah memerlukan tenaga-tenaga yang profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial.

Masih menurut Wabup, sekolah sebagai suatu sistem harus memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen yang dimaksudkan adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan sarana, fasilitas, serta proses pembelajaran (output).

“Semua komponen itu harus berkembang harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan di sekitarnya,” cetusnya.

Selain itu, tenaga pendidik harus memiliki kemampuan profesional yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan dan pengembangan diri yang baik.

Wabup menekankan, kegiatan diklat yang dilaksanakan tersebut adalah sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan kompetensi yang wajib dimiliki oleh para guru. Disamping itu juga, untuk mengembangkan manajemen pengelolaan pendidikan.

Ia berharap agar peserta bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya diklat ini. Agar nantinya pada saat kembali ke sekolah masing-masing, mereka sudah memiliki ilmu untuk mengembangkan kompetensi dan manajemen yang lebih baik dari sebelumnya.

“Dengan demikian, maka tentunya kinerja guru akan meningkat seiring dengan cita-cita dan tujuan pendidikan,” pungkasnya.

(dp-49)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi