Bupati Mappi Mengaku Sangat Menghargai Pengabdian Orang Kei di Papua

Bupati Mappi Cristoforus Agawemu mengakui jika dirinya sangat menghargai pengabdian Orang Kei di Tanah Papua. Atas dasar itulah, sehingga ia dengan penuh antusias menyambut undangan dari Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) untuk menghadiri pentabisan gedung gereja baru di Ngilngof, pada Senin (6/1/2020) lalu.
Share it:

Bupati Mappi Cristoforus Agawemu (tengah)  bersama 2 jurnalis Malra
Langgur, Dharapos.com - Bupati Mappi Cristoforus Agawemu mengakui jika dirinya sangat menghargai pengabdian Orang Kei di Tanah Papua.
Atas dasar itulah, sehingga ia dengan penuh antusias menyambut undangan dari Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) untuk menghadiri pentabisan gedung gereja baru di Ngilngof, pada Senin (6/1/2020) lalu.

"Saya hadir disini, di Bumi Kei berkaitan dengan undangan yang diberikan oleh panitia melalui Ikatan Keluarga Besar Desa Ngilngof dan Keluarga  Kei yang ada di Kabupaten Mappi," ujarnya di sela-sela acara keluarga di lokasi tempat wisata Pasir Panjang, Rabu (8/1/2020).

Cristoforus kemudian menuturkan selain karena diundang, ada faktor lain yang sangat mempengaruhi kehadiran dirinya di negeri yang sangat terkenal dengan tatanan adatnya.

"Saya sangat menghargai orang tua-tua Kei yang mengabdi di Tanah Papua khusunya di Kabupaten Mappi. Entah itu sebagai seorang pewarta Injil maupun seorang guru yang merintis dan membuka perkembangan di tempat pengabdiannya," akuinya.

Ketika orang tua Kei berjalan bersama para misionaris lalu menjadi guru mewartakan ajaran agama, menurut Cristoforus, menjadi satu nilai yang harus dihargai.

"Makanya, ketika saya menjadi seorang pemimpin dan sebagai kepala daerah mewakili masyarakat, kami wajib memberikan penghargaan kepada orang Kei," tegasnya.

Karena itulah, yang membuat dirinya meninggalkan tugas walaupun perjalanan ke Kabupaten Malra diakuinya cukup berat.

Pasalnya, ia harus menempuh perjalanan panjang dari Papua dengan terlebih dahulu menyinggahi Makassar, Sulawesi Selatan.

Dari Makassar, barulah perjalanan dilanjutkan ke Ambon untuk seterusnya ke negeri yang kini mulai dikenal dengan julukan "Surga Kecil yang Tersembunyi".

"Saya dulu tinggal di Kei selama  enam bulan lebih tepatnya di Pasir Panjang yang saat itu belum seramai sekarang. Juga masih satu kabupaten dengan Kota Tual yang belum dimekarkan seperti saat ini," jelasnya.

Selaku Kepala Daerah, Cristoforus mengaku sangat menghargai ketika diundang sehingga dengan penuh suka cita dan meski dalam kesibukan yang padat ia memutuskan untuk pergi ke Kabupaten Malra.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari acara gereja sehingga secara iman dan juga tanggung jawab moral, dirinya merasa wajib meluangkan waktu untuk menghadiri hajatan dimaksud.

"Saya diberikan satu pelajaran yang berarti untuk menjalani, membangun dan bagaimana mempertahankan hidup serta merencanakan apa yang harus kita lakukan untuk masa depan," tukasnya.

(dp-52)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi