RS Terapung doctorSHARE Akan Layani Masyarakat Tanimbar

Yayasan Dokter Peduli atau doctorSHARE yang memfokuskan diri pada pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan di Indonesia, akan mengirim satu armada kapal yang telah dimodifikasi sebagai rumah sakit terapung untuk melayani masyarakat di pulau-pulau kecil dan terluar di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku.
Share it:
RS terapung milik doctorSHARE
Saumlaki, Dharapos.com - Yayasan Dokter Peduli atau doctorSHARE yang memfokuskan diri pada pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan di Indonesia, akan mengirim satu armada kapal yang telah dimodifikasi sebagai rumah sakit terapung untuk melayani masyarakat di pulau-pulau kecil dan terluar di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku.

Direncanakan, RS terapung doctorSHARE akan stay di Tanimbar pada Maret 2020 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan setempat, dr. Juliana Chatarina Ratuanak yang dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Jumat (22/11/2019)  menyatakan, Pemerintah Daerah KKT, Pemprov Maluku dan Kementrian Kesehatan telah menandatangani noktah kesepahaman atau Memorandum of Understanding dengan doctorSHARE dibawah pimpinan dr. Lie A. Dharmawan untuk melayani masyarakat di wilayah itu.

Kesepakatan yang dilakukan pada 2014 lalu itu berisi kesediaan pihak doctorSHARE untuk mengirim RS terapung yang  berpangkalan di wilayah Tanimbar dan melayani masyarakat di daerah itu dengan pelayanan kesehatan yang fasilitasnya memadai.

"Sebenarnya pada Maret kemarin mereka sudah datang tetapi karena bertepatan dengan tsunami di Palu, maka mereka ke sana untuk membantu melayani masyarakat disana," sambungnya.

Saat ini, lanjut Juliana, pihak doctorSHARE sedang menggalang dana untuk datang ke Tanimbar.

Sebelum datang untuk melayani masyarakat, akan ada tim yang diterjunkan mendahului guna melakukan survei serta menyelesaikan beberapa kelengkapan akhir administrasi dan izin operasional.

Beberapa kali tim doctorSHARE telah mengelilingi wilayah Kepulauan Tanimbar yakni mulai dari ujung pulau Selaru, Yamdena, Seira, hingga Yaru dan Molu Maru untuk melihat kondisi masyarakat dan melakukan kajian.

dr. Juliana Chatarina Ratuanak saat melihat langsung fasilitas di dalam RS terapung milik doctorSHARE
"Rumah sakit terapung ini tidak akan diserahkan tetapi akan melayani masyarakat di Tanimbar dan akan melayani wilayah perbatasan, kepulauan dengan jangkauan yang sulit dimana operasionalnya dikelola langsung oleh pihak doctorSHARE dan tidak membebani daerah," terangnya menambahkan.

Juliana mengaku telah berkunjung dan melihat langsung kondisi fisik serta fasilitas RS terapung. Bangunannya terdiri dari empat lantai, dengan kapasitas 40 tempat tidur.

Fasilitas kesehatan terapung ini terbilang lengkap dimana bisa melayani pasien dari berbagai penyakit, melayani pasien rawat inap, rawat jalan, dan sejumlah fasilitas lainnya.

"Rumah sakit terapung ini baru pertama di Indonesia. Rencananya akan tiba di Saumlaki itu pada bulan Maret 2020," jelasnya.

Juliana menambahkan pihak doctorSHARE menyediakan akses bantuan medis secara holistik, independen, dan imparsial untuk orang-orang yang membutuhkan, yaitu mereka yang dianggap miskin dan tidak mampu, dan yang tidak mempunyai kartu miskin karena masalah administrasi kependudukan, sehingga berimbas kepada tidak dimilikinya asuransi atau jaminan kesehatan masyarakat serta tidak memperoleh akses kesehatan gratis yang disediakan Pemerintah.

Termasuk, mereka yang secara sosial dikecualikan dari layanan kesehatan dan dikucilkan dalam masyarakat, termasuk yang terjebak dalam bencana alam, epidemi, dan kekurangan gizi.

Individu-individu yang tergabung dalam doctorSHARE didukung oleh ahli bedah, dokter, perawatan sejumlah tenaga profesional dan sejumlah donatur individual bekerjasama membagikan talenta dan kecakapan masing-masing tanpa memandang batasan-batasan suku, agama, etnis, ras dan antar golongan untuk mewujudkan visi dan misi doctorSHARE sesuai dengan prinsip kemanusiaan dan etika pelayanan medis.

(dp-18)
Share it:

Maluku Tenggara Barat

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi