Meriah, Perayaan Kristus Raja Semesta Alam 2019 di Tanimbar

Share it:
Momen perayaan Kristus Raja Semesta Alam 2019 di Tanimbar yang dihadiri lebih kurang 7000 orang
Saumlaki, Dharapos.com - Umat Katolik Keuskupan Amboina di wilayah kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya menggelar perayaan Kristus Raja Semesta Alam tahun 2019 secara meriah di lokasi Findruar, Olilit Timur, kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Minggu (24/11/2019).

Perayaan yang dihadiri kurang lebih 7.000 orang itu adalah salah satu tradisi gereja Katolik dimana akhir masa dalam liturgi gereja, umat Katolik se-jagat mengakhirinya dengan merayakan perayaan Kristus Raja Semesta alam.

Perayaan iman tersebut dilakukan sebelum memasuki tahun liturgi yang baru dimana diawali dengan masa Adventus atau masa persiapan sebelum perayaan Natal.

Di wilayah itu, ada tradisi yang telah dilakukan semenjak 2005 silam, dimana setiap hari raya Kristus Raja Semesta Alam, umat katolik dari sejumlah paroki dan stasi berkumpul dilokasi wisata rohani Kristus Raja Semesta Alam yang terletak di Findruar  desa Olilit, Kecamatan Tanimbar Selatan untuk mengikuti perayaan akbar yang dipimpin oleh Uskup atau Wakil Uskup dengan pastores di wilayah itu.

Umat yang hadir itu datang dari 11 paroki. Masing-masing : Paroki Ratu Rosario Suci Olilit Timur, Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Paroki St. Mathias Saumlaki, Paroki St. Petrus dan Paulus Lorulun, Paroki Hati Kudus Arui, Paroki Asumpta Alusi, Paroki Pius X Larat, Paroki Petrus Paulus Seira Adaut dan Paroki St. Petrus Wabar.

Seperti biasanya, perayaan itu diawali dengan perarakan arca Kristus Raja Semesta Alam dari stasi Tri Tunggal Maha Kudus Sifnane oleh ribuan umat yang hadir dan dilanjutkan dengan penyembahan dan misa syukur.

Tahun ini, Wakil Uskup Wilayah Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, RD. Simon  Petrus Matruty, Pr memimpin misa dan dihadiri oleh sejumlah tamu, baik dari unsur pemerintah daerah dan DPRD, pimpinan Polri , tokoh umat, tokoh masyarakat, dan para pengusaha.

"Hari ini terjadi keselamatan atas diri anda dan saya. Gereja merayakan itu dengan oerayaan meriah Kristus Raja Semesta Alam" katanya dalam antifon pembuka.

Menurut Pastor Matruty, hari raya ini pertama kali ditetapkan oleh Paus Pius IX pada 1925. Pasca Konsili Vatikan II yang membawa sejumlah pembaruan dalam tubuh Gereja Katolik, penetapan akan hari raya ini pun ikut berubah.

Sejak 1970, perayaan hari raya tersebut bergeser ke hari Minggu sebelum dimulainya Masa Advent.

Artinya, setiap tahun Gereja Katolik menetapkan bahwa pada hari Minggu sebelum Minggu Adven I dimulai, didahului dengan perayaan Raya Kristus Raja Semesta Alam.

Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Seira Adaut dalam khotbahnya menyerukan kepada umat untuk belajar dari peristiwa iman yang telah dialami oleh umat di paroki itu dan Paroki St. Petrus Wabar.

Ada sejumlah kesaksian iman yang dia nyatakan karena dialami umat selama setahun  berdevosi, melakukan penyembahan dan puji-pujian kepada Kristus Raja Semesta Alam.

"Alam yang mendukung saat perjalanan meskipun saat itu akan turun hujan. Ada rahmat pertobatan dan pembaharuan diri umat Allah. Kehadiran Kristus  Raja meneguhkan orang benar, perubahan pola hidup umat dari perilaku yang salah menjadi perilaku hidup terang, ada pertobatan"ceriteranya.

Selain itu, ada rahmat persatuan dan persaudaraan dlam umat, berkat yang berlimpah, umat mengalami cinta Tuhan Yesus yang luar biasa.

"Berkat lain ada penetapan dua paroki yakni kuasi paroki Seira dan Wabar menjadi paroki Defenitif"tambahnya.

Camat Wuarlabobar, Reinhard Sainuka yang bertindak sebagai ketua panitia pelaksana perayaan akbar itu melaporkan bahwa dalam safari Kristus Raja Semesta Alam diwilayah selatan dan barat kepulauan Tanimbar itu meliputi desa Adaut ibukota kecamatan Selaru, lima desa di pulau Seira kecamatan Wermaktian dan sejumlah desa di kecamatan Wuarlabobar.

"Perayaan ini sudah ditetapkan sebagai agenda penting tahunan yang menghimpun semua umat tanpa pandang golongan. Perayaan ini dilakukan dengan sukacita dan penuh berkat. Kami rasakan di Yamdena Barat. Kristus Raja diarak mulai dari Wunlah dan mengunjungi semua desa. Umat Kristen dan Muslim menyambutnya dengan sukacita. Agama boleh beda tetapi persaudaraan dan cinta kasih tetap sama" katanya.

Reinhard pun berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang telah membantu memperlancar kegiatan tersebut serta pihak Polres MTB yang telah bekerja maksimal dalam menjaga Kamtibmas.

Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon dikesempatan itu menyampaikan sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Damianus Lamere, Asisten Bidang Pemerintahan Setda KKT.

Dia berharap, dengan kegiatan iman seperti ini dapat memicu semakin meningkatnya kualitas iman umat dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berkembangnya iman umat, dia harapkan ada kontribusi positif umat melalui aksi nyata dalam berbagai bidang untuk mengisi pembangunan daerah.

"Mari kita bangun karakter serta memperkokoh iman kita kepada Tuhan yang maha esa" katanya.

Safari Kristus Raja Semesta Alam di Paroki Seira dan dan Wuarlabobar yang kemudian diserahterimakan kepada umat di paroki Ratu Rosario Suci Olilit Timur itu dikawal ketat oleh personil Polres Maluku Tenggara Barat, pimpinan AKBP. Andre Sukendar dan Waka Polres Kompol. Lodevicus Tethool.

Kegiatan perarakan Arca Kristus Raja mendapat pengawalan serta pengamanan baik dari  51 orang personil Polres MTB, Polsek Tanimbar Selatan serta Brimob Kompi 3 Batalyon C.

(dp -18)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi