Lantik 3 Kepala Ohoi, Bupati Malra Ingatkan Soal Penyimpangan

Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun kembali melantik tiga kepala Ohoi di wilayah itu.
Share it:
Bupati Malra M. Thaher Hanubun didampingi Wabup Petrus Beruatwarin saat melantik 3 kepala Ohoi, Kamis (1/11/2019)
Langgur, Dharapos.com - Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun kembali melantik tiga kepala Ohoi di wilayah itu.

Prosesi pelantikan berlangsung di aula kantor Bupati setempat, Jalan Raya Langgur-Debut, Kamis (31/10/2019).

Ketiga Kepala Ohoi masing-masing, Samuel Eleuwarin (Ohoi Dian Darat, Kecamatan Hoat Sorbay), Mahmud Fernatubun (Ohoi Wirin, Kecamatan Hoat Sorbay) dan Ahmad Hadi Difinubun (Ohoi Hoat/Sungai Kecamatan Kei Besar Selatan).

Bupati dalam pernyataannya mengangkat soal dugaan penyimpangan yang dilakukan para pemimpin Ohoi di wilayah itu.

Dimana akhir-akhir ini telah banyak kejadian dimana Kepala Ohoi/Desa ditangkap karena tergoda lalu menyimpang dari sumpah dan janji.

“Jadi, sekali lagi saya ingatkan, jangan karena uang yang seberapa, lalu hancur nama baik, diri sendiri dan keluarga,” tegasnya.

Bupati selanjutnya menjelaskan tugas dan fungsi Kepala Ohoi/Desa yang diamanatkan UU antara lain sebagai pemimpin penyelenggaraan pemerintahan dan bertanggung jawab penuh atas seluruh pengelolaan anggaran dan aset di desa.

“Hal ini bermakna bahwa tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh Kepala Ohoi cukup berat. Terdapat aturan-aturan hukum yang mengatur serta konsekuensi jika terjadi pelanggaran,” jelasnya.

Bupati berpesan, menjadi pemimpin berarti siap tampil sebagai pelayan yang melayani warga dengan segenap hati, dedikasi dan loyalitas, yang sepenuhnya dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, menjadi pemimpin di tengah masyarakat, bukan merupakan tugas yang mudah. Yang mana dibutuhkan ketekunan, kesabaran, keikhlasan bahkan pengorbanan.

“Dan salah satu tugas berat yang harus diemban yaitu Kepala Ohoi harus mampu mengayomi seluruh masyarakatnya,” cetusnya.

Selain itu, wujudkan persatuan dan kesatuan, hindari perpecahan, berlaku adil dan berdirilah di tengah-tengah, tegakkan nilai-nilai dan aturan adat yang sudah diwariskan.

“Bebaskan diri dari segala bentuk kepentingan, tanamkan di dalam hati dan sanubari, bahwa jabatan adalah amanah, yang harus dipegang teguh dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemajuan masyarakat,” tukasnya.

Hadir pada acara tersebut, Forkopimda Malra - Tual, pimpinan dan anggota DPRD Malra, para Ketua Organisasi Perempuan, Rat, Tokoh Agama, pimpinan OPD, BUMN/BUMD, para Kepala Ohoi dan jajaran ASN di Lingkup Pemkab. Malra.

(dp-49)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi