GPM Butuh Pelayan yang Bekerja Dengan Hati

Sebanyak 761 di Gereja Protestan Maluku (GPM) secara serentak memilih Majelis Jemaat Periode 2020-2025.
Share it:
Ketua Majelis Jemaat GPM Anugerah, Pdt. GH. Anakotta, S.Si 
Langgur, Dharapos.com – Sebanyak 761 di Gereja Protestan Maluku (GPM) secara serentak memilih Majelis Jemaat Periode 2020-2025.

Tidak terkecuali di Majelis Jemaat GPM Anugerah Langgur-Ohoijang.

Kegiatan untuk memilih calon Diaken dan calon Penatua periode 5 tahun berikutnya disambut gembira dan penuh syukur.

Kepada Dharapos.com di Langgur, Senin (4/11/2019), Ketua Majelis Jemaat GPM Anugerah, Pdt. GH. Anakotta, S.Si membenarkan , proses pemilihan pelayan gereja yang akan bekerja di periode lima tahun mendatang.

Ia juga menekankan, kriteria penting yang dibutuhkan dari seorang pelayan.

"Katong butuh pelayan yang punya hati, yang bekerja dengan hati dan bisa melayani di GPM dengan baik,” tekannya.

Pihaknya bersyukur karena Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja telah menjaga dan menuntun GPM hingga terlaksananya kegiatan ini.

Anakotta merincikan, untuk Jemaat GPM Anugerah sendiri ada 22 Unit Pelayanan. Terkait pemilihan majelis jemaat ini berarti ada 88 Calon (44 calon Penatua dan 44 calon Diaken).

“Dari 88 orang calon ini yang akan tersaring masuk untuk pemilihan suara terbanyak dari Unit. Pemenang dari Unit inilah akan menghasilkan 44 calon Diaken dan 44 calon Penatua yang akan melayani di 22 Unit Pelayan,” rincinya.

Selaku Ketua Majelis, Anakotta berharap dari proses pemilihan ini akan terpilih orang-orang yang benar-benar memiliki integritas tinggi dan spiritualitas yang baik untuk melayani jemaat ini.

“Kita semua berharap bahwa Majelis Jemaat yang terpilih nanti adalah benar-benar memiliki kualifikasi baik, karena tugas gereja bukan hanya melayani diri sendiri,” harapnya.

Dijelaskan Anakotta, tugas gereja adalah keluar dan kedalam, karena itu harus bergerak dan bersama-sama membangun seluruh peradaban masyarakat dan umat ini serta memandang pemerintah sebagi mitra kerja.

“Gereja memandang pemerintah bukan sebagai hiraki bahwa atas dan bawah, tetapi sebagai mitra kerja. Gereja juga bekerja sama dengan seluruh stakeholder dari berbagai agama dan  tokoh-tokoh agama untuk bagaimana kita membangun sebuah konsep peradaban manusia yang baik di bumi Maluku Tenggara ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 761 Jemaat dan 34 Klasis di GPM yang tersebar di dua provinsi yakni provinsi Maluku dan Maluku Utara hari ini serentak mengelar Pemilihan Majelis Jemaat periode yang baru.

(dp-49)
Share it:

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi