Opini : Refleksi dan Proyeksi 20 Tahun Kabupaten Kepulauan Tanimbar

4 Oktober jadi hari istimewa bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang dulunya bernama Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), karena tanggal 4 Oktober inilah setiap tahun masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar memperingati hari jadi kabupaten, sebab 20 tahun lalu resmi berpisah dari kabupaten induknya yakni Kabupaten Maluku Tenggara, karena Pemerintah menilai sudah bisa mandiri dan bisa mengurus rumah tangganya sendiri.
Share it:
Mercy Fanumby (Tokoh muda KKT)
4 Oktober jadi hari istimewa bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang dulunya bernama Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), karena tanggal 4 Oktober inilah setiap tahun masyarakat  Kabupaten  Kepulauan Tanimbar memperingati hari jadi kabupaten, sebab 20 tahun lalu resmi berpisah dari kabupaten induknya yakni Kabupaten Maluku Tenggara, karena Pemerintah menilai sudah bisa mandiri dan bisa mengurus rumah tangganya sendiri.

Perjalanan panjang yang ke-20 tahun tentunya telah menorehkan cerita dan sejarah panjang kabupaten ini. Berbagai kisah dan dinamika kehidupan masyarakat dan pemimpinnya jadi bagian dari sejarah yang akan dikenang oleh generasi KKT yang akan datang.

HUT KKT yang ke-20 tahun 2019 ini tentunya menjadi hari ulang tahun yang membawa harapan besar bagi warga masyarakat Duan Lolat dibawah kepemimpinan duet bupati dan wakil bupati Petrus Fatlolon dan Agustinus Utuwaly. Masyarakat mengharapkan kebijakan pemerintah yang menyentuh masyaraat lapisan bawah dan tidak hanya retorika belaka.

Managemen birokrasi yang partisipatif sangat diharapkan oleh masyarakat di era milenial jaman now. Pemimpin yang low profile dan bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat, menyerap aspirasi wong cilik tanpa ada sekat dan jarak, merupakan idaman pemimpin masa kini. Setidaknya gaya kepemimpinan Presiden kita Pak Joko Widodo bisa diadopsi oleh kepala daerah gubernur dan bupati/walikota, sehingga aspirasi masyarakat dapat tersalurkan secara sistematik. 

Masyarakat jangan dijadikan komoditi politik untuk meraih kekuasaan. Ibarat pepatah “habis manis sepah dibuang”. Masyarakat lantas diabaikan ketika kekuasaan ada di genggaman, kekuasaan ibarat milik pemimpin dan kroni-kroninya. Semoga ini tidak terjadi di Bumi Duan Lolat.  Sebab KKT perlu dibenahi dalam segala bidang. Peran pemerintah dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam sinergitas memajukan Bumi Duan Lolat secara bersama-sama.

Kini saatnya Pemkab KKT mulai serius fokus pada perbaikan dan penataan berbagai sektor pemerintahan untuk mengoptimalisasikan kembali peran dan fungsi pemerintah sebagai pelayan masyarakat, mulai dari inprastruktur hingga mendesain berbagai program untuk memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensi-potensi alam yang ada demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Hal ini harus di awali oleh good goverment and clean goverment.  Karena dua hal ini lah yang akan menjadi kekuatan duet Fatlolon-Utuwaly dalam menghadirkan pelayanan prima kepada masyarakat sehingga menjadi nutrisi yang akan mampu melahirkan semangat baru dalam hubungan berinteraksi yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat secara transparan dan akuntabel demi majunya Kabupaten KKT kearah yang lebih baik.

Selain melahirkan good and clean goverment serta menata sarana dan prasarana umum, pemerintah pun harus kembali memberikan perhatian serius terhadap sektor pendidikan dan kesehatan, karena kondisi masyarakat yang berada di pulau-pulau.  Karena selain kedua sektor ini menjadi tolak ukur kualitas masyarakat juga menjadi pondasi pembangunan yang bukan hanya disadari oleh pemerintah secara nasional bahkan diakui oleh masyarakat dunia. Membangun infrastruktur dan merancang program yang berbasis kebutuhan untuk sektor pendidikan dan kesehatan menjadi suatu keharusan, dan ini harus dimulai dengan penempatan orang-orang yang memiliki kompetensi dan kesungguhan tanpa berbasis kepentingan dan intinya mau melayani masyarakat bukan untuk memperkaya diri.

Hal lain yang selama ini masih dianggap kurang bahkan nyaris tidak ada adalah penghargan pemerintah terhadap masyarakat dan insan yang menoreh berprestasi di KKT. Sejumlah prestasi yang diraih di berbagaai bidang baik di tingkat provinsi bahkan nasional, namun prestasi yang mereka ukir tidak berbanding lurus dengan apresiasi dan kesempatan pengembangannya dari pemerintah, padahal jika hal ini dilakukan dapat menjadi salah satu energi pendorong peningkatan kualitas SDM bahkan SDA di KKT.

Selain itu, masyarakat juga kurang difasilitasi oleh pemerintah dalam mengembangkan bakat dalam mengelola potensi-potensi alam yang ada di KKT. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dalam menapaki usia yang ke-21.

Satu hal yang perlu diapresiasi dari kepemimpinan Petrus Fatlolon yakni pemerintahan yang terbuka. Artinya Pemkab KKT kini membuka akses informasi yang seluas-luasnya dengan media, baik cetak maupun elektronik juga media internet. Itu berarti Pemkab KKT membuka diri untuk dikritik dan dikontrol oleh media dan masyarakat dalam segala aspek terutama terkait pengelolaan keuangan negara yang terbuka dan transparan. Keterbukaan akses ini sekaligus mempromosikan pemkab dan keberadaan masyarakat KKT sampai ke pelosok dunia.

Sebagai warga masyarakat tentu tidak berlebihan jika menitipkan harapan agar kedepan KKT lebih baik dan tidak menjadi penonton di rumahnya sendiri menyambut beroperasinya Blok Masela. Akankah masyarakat KKT hidup sejahtera atau stag?.  Kita berharap duet Fatlolon-Utuwaly dapat membawa KKT lebih maju dan berkembang. Semoga!

Dirgahayu Kabupaten Kepulaun Tanimbar ke-20
Share it:

Opini

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi