Ini Harapan Warga di Momen HUT ke 8 Tahun Kota Langgur

Tanggal 8 Oktober 2019 lalu, Kota Langgur yang juga ibukota kabupaten Maluku Tenggara genap berusia 8 tahun.
Share it:
Warga Langgur, Oscar Ohoiulun (kiri) dan Yanno Dumatubun
Langgur, Dharapos.com – Tanggal 8 Oktober 2019 lalu, Kota Langgur yang juga ibukota kabupaten Maluku Tenggara genap berusia 8 tahun.

Sejumlah kegiatan dilaksanakan untuk memeriahkan HUT dimaksud, hingga pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD setempat terkait momen perayaan.

Tak hanya itu saja, berbagai saran, kritikan dan harapan yang konstruktif dari warga masyarakat turut pula disuarakan kepada pimpinan daerah baik itu Eksekutif dalam hal ini Bupati dan wakilnya maupun Legislatif (DPRD).

Diantaranya yang berhasil dihimpun Dharapos.com lewat media sosial (facebook) dan WhatsApp (WA), Jumat (11/10/2019).

“Untuk bidang kesehatan, saya usul adanya Bank Darah di RSUD Karel Sadsutiubun Langgur,” imbuh Oscar Ohoiulun.

Menurutnya, ketersediaan atau stok darah pun dipastikan aman (steril) dan terjamin.

Juga dengan adanya Bank Darah tersebut pula maka masyarakat yang keluarganya dirawat di rumah sakit (pasien bedah) tidak bersusah payah dalam mencari pendonor.

Sementara itu, warga lainnya yakni Yanno Dumatubun berharap agar ke depan nanti paripurna HUT Kota Langgur dapat dilaksanakan di dalam kota Langgur (di luar Gedung, red).

“Kalau dapat, paripurna HUT itu sekali-sekali dilaksanakan di dalam Langgur biar semua warga bisa merasakan memiliki kota Langgur,” harapnya.

Pemerhati dunia pendidikan, Costantinus El
Dumatubun mengakui, kondisi selama ini terkesan kaku dengan aturan birokrasi sehingga yang diundang untuk hadir pada paripurna HUT Kota Langgur tersebut hanya orang-orang tertentu saja.

“Yang diundang cuma orang-orang itu saja, padahal Presiden Jokowi selalu tekankan soal kebersamaan dengan rakyat,” tuturnya.


Masalah peningkatan pendidikan menjadi sorotan salah satu pemerhati dunia pendidikan yakni Costantinus El.

Ia menegaskan bahwa Langgur harus menjadi pusat transformasi pendidikan secara mendasar, mendalam dan menyeluruh dalam rangka mengantisipasi dan menyongsong Revolusi 4.0 (four point zero) dan Keterampilan abad ke-21.

“Langgur kota pendidikan dimana diatasnya tertumpah darah kaum pendidik dan para misionaris. Semua pihak harus peduli pada peningkatan pendidikan, agar nantinya bisa tampil dan mampu berbicara di pentas internasional,” tegasnya.

Costantinus El adalah seorang pensiunan PNS dan kini menjadi Konsultan Pariwisata.
Ia juga pernah menjadi Konsultan Pendidikan ke Jerman dari September 2013 - Oktober 2017.

Mereka (warga, red) tersebut diatas bukanlah representasi dari seluruh warga Kota Langgur, namun apa yang telah disampaikan (saran, kritikan dan harapan) semoga menjadi perhatian dari para pemimpin di daerah ini.

Khususnya Eksekutif dan Legislatif dalam rangka memajukan Kota Langgur sebagai ibukota kabupaten Malra.

(dp-49)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi