Sampah Plastik Ancam Sektor Perikanan di Maluku

Sampah palstik kini bisa menjadi ancaman bagi sektor perikanan di Maluku.
Share it:
Gubernur Maluku Murad Ismail saat memberikan pernyataan pers
Ambon, Dharapos.com - Sampah plastik kini bisa menjadi ancaman bagi sektor perikanan di Maluku.

Hal ini dikarenakan jumlah potensi sampah yang dihasilkan dari 11 kabupaten kota 811,98 ton perharinya.

"Maluku merupakan penyumbang pendapatan negara 26 - 30 persen pertahun, tapi kalau laut tidak kita jaga maka ikan tidak bisa kita nikmati lagi," ungkap Gubernur Maluku Murad Ismail pada kegiatan aksi bersih-bersih pantai pesisir Kota Ambon dan laut di Kawasan setempat, Jumat (20/9/2019).

Menurutnya, harus ada langkah strategis dalam penanganan sampah plastik secara khusus serta terpadu, terintegrasi dan kolaboratif.

Untuk itu, selaku kepala daerah, Gubenur mengajak semua kalangan mulai dari masyarakat, lembaga pemerintahan dan pendidikan hingga BUMN untuk terlibat dalam upaya mengurangi sampah plastik.

"Tabaos ini merupakan awal, selanjutnya akan ditindaklanjuti dalam Peraturan daerah yang menjadi pedoman pengelolaan di seluruh Maluku terutama sampah plastik terutama di laut dan sungai agar terbebas dari sampah," cetusnya.

Diakui Gubernur, kondisi ini tentunya memprihatinkan mengingat Indonesia adalah negara kepulauan dan pariwisata bahari merupakan sektor unggulan.

Selain itu, bila sampah plastik tidak dipedulikan maka secara ekonomi maupun ekologi akan merusak ekosistem dan masyarakat akan merasakan dampak langsungnya.

Gubernur juga akan berkoordinasi dengan instansi lainnya seperti TNI-Polri hingga Kejaksaan guna membagi rayon sehingga penanganan sampah menjadi lebih mudah.

"Instansi (anggota) yang kebersihannya bagus akan diberikan award. Ini juga untuk memacu yang lainnya," janjinya seraya memastikan Perda sampah akan segera direalisasikannya.

Di tempat yang sama, Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI. Marga Taufiq menegaskan TNI juga mempunyai tugas dan mempelopori pelaksanaan pembersihan sampah yang di darat dan laut .

Menurutnya, ini juga memasyarakatkan kepedulian tentang sampah.

"Pemerintahan Provinsi Maluku setiap Jumat melakukan pembersihan terhadap sampah, kita kerahkan semua personil bukan hanya TNI saja tapi juga Polri dan masyarakat. Setiap Jumat, semua turun ke daerah yang berpotensi menghasilkan sampah serta membantu sosialisasinya," pungkasnya.

(dp-19)
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi