Pembinaan Bela Negara di Daerah Perlu Ditingkatkan

Pembinaan bela negara lingkup pemukiman secara nasional di daerah perlu ditingkatkan.
Share it:
Sosialisasi dan Evaluasi Pembinaaan Kesadaran Bela Negara Lingkup Pemukiman di Provinsi Maluku, bertempat di Manise Hotel, Ambon, Rabu (18/9/2019)
Ambon. Dharapos.com - Pembinaan bela negara lingkup  pemukiman secara nasional di daerah perlu ditingkatkan.

Hal ini dilakukan melalui pembinaan karakter, perilaku dan jati diri dalam kemajemukan kehidupan berbangsa dan bernegara, yang dilandasi konsekuensi dasar nasional yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Gubernur Maluku Murad Ismail dalam pernyataannya menekankan bahwa pembinaan bela negara bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar bagi masyarakat tentang perilaku, mental dan spiritual serta menjadi bekal dalam kehidupan yang majemuk seperti saat ini, terutama bagi generasi milenial.

“Jadi, bangsa Indonesia akan menghadapi perkembangan ekonomi dan budaya yang terus berjalan melalui penyatuan jaringan integrasi Pemerintah pusat dan daerah dengan bersinergi dalam meningkatkan ketahanan nasioanal yang diimplementasikan melalui kegiatan pembinaan bela negara,” ungkapnya dalam sambutan yang dibacakan Plt. Asisten I Setda Maluku Bidang Tata Pemerintahan, Hendry Farfar pada kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Pembinaaan Kesadaran Bela Negara Lingkup Pemukiman di Provinsi Maluku, bertempat di Manise Hotel, Ambon, Rabu (18/9/2019).

Di samping itu juga, pembinaan bela negara lingkup pemukiman merupakan modal dasar sebagai faktor pendukung  ketahanan nasional  dalam menghadapi tantangan, hambatan, ancaman bahkan gangguan.

Bela negara juga merupakan faktor pendukung  ketahanan nasional yang diakui Gubernur, masih lemah  dan belum tangguh.

Diantaranya, ketahanan ekonomi yang masih berbeda untuk tingkat kemiskinan pada tiap provinsi  karena masih adanya riak-riak konflik massal, suku, ormas, kelompok masyarakat serta sosial budaya.

“Penyebabnya karena masih rendahnya perilaku, karakter, pola pikir,dan pendidikan bela negara yang kurang menyentuh masyarakat sehingga cenderung melakukan pembenaran diri daripada mempercayai informasi yang benar,” akuinya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga berpesan tentang dua hal kepada para peserta kegiatan yaitu pertama, agar mengikuti, menerima serta memahami  kegiatan pembinaan bela negara lingkup pemukiman dengan baik guna mempertajam wawasan/pola pikir, karakter dan perilaku dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Kedua, mengimplementasikan kegiatan dimaksud dalam kehidupan bermasyarakat serta perlu didiskusikan dengan baik dalam upaya mndukung dan meningkatkan ketahanan nasional melalui musyawarah mufakat dengan tetap mengedepankan semangat kebersamaan.

Kegiatan akan berlangsung selama dua hari, 18-19 September2019 dengan peserta yang berasal dari kalangan tokoh agama, masyarakat dan pemuda serta OPD lingkup Pemprov Maluku.

Di tempat yang sama, Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan RI Bondan Tiara Sofyan yang diwakili oleh Kasubdit Lingkungan dan Pemukiman Dit Bela Negara Kol. Amarudin Laope menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun dan menanamkan sikap mental dan perilaku warga negara untuk mencintai tanah air.

Diharapkan, melalui kegiatan ini  etiap warga negara mampu mengaktualisasikan nilai-nilai bela negara tersebut dalam sikap dan perilaku di kehidupan sehari-hari.

(dp-19)
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi