YPTRL Saumlaki Terapkan Ospek Pembentukan Karakter

Saumlaki, Dharapos.com - Sekretaris Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku (YPTRL) Saumlaki, Olivir Srue menyatakan pihaknya menerapkan budaya pembentukan karakter untuk Calon Mahasiswa (cama) dan calon mahasiswi (cami) baru pada Orientasi Studi Pengenalan Kampus (Ospek) didaerah itu. “Ospek yang dilakukan kali itu difokuskan pada pendidikan/edukasi yang baik kepada Cama dan Cami yang akan mengikuti pendidikan di ketiga lembaga yakni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Saumlaki (STIESA), Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Saumlaki (STIAS) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu pendidikan Saumlaki (STKIPS) agar dapat membentuk karakter Mahasiswa yang baik dan profesional,” ujarnya saat membuka Ospek di Saumlaki, Rabu (21/8). Menurut Srue, Pendidikan atau edukasi yang dimaksudkan disitu ialah bagaimana mempersiapkan para mahasiswanya untuk menjadi masyarakat Ilmiah yang betul-betul profesional pada bidang ilmu masing-masing “Saya berharap agar para mahasiswa nantinya mempunyai rasa cinta terhadap lembaga masing-masing, kemudian memiliki komitmen yang tinggi untuk menyelesaikan studi di lembaga itu dan akan terserap keluar ke tengah masyarakat agar dapat menjadi pola anutan yang baik,“ jelasnya. Srue katakan, apa yang disampaikan oleh ketua yayasan tahun lalu itu memang benar bahwa dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menyelesaikan sebuah masalah “Itu bukan dengan tindak kekerasan melainkan menciptakan ruang agar dapat menyelesaikan masalah itu secara ilmiah karenah kita adalah masyarakat ilmiah,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Beni Stefanus Fenanlabir menyatakan, bahwa pihaknya sudah sejauh mungkin mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Ospek itu sendiri, dalam hal membentuk karakter cama cami tahun 2019. Fenanlambir menambahkan, Ia akan memaksimalkan dan menerapkan segala sesuatu yang dapat membantu menjadikan mahasiswanya sebagai orang-orang yang handal. (dp-45)
Share it:
Saumlaki, Dharapos.com - Sekretaris Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku (YPTRL) Saumlaki, Olivir Srue menyatakan pihaknya menerapkan budaya pembentukan karakter untuk Calon Mahasiswa (cama) dan calon mahasiswi (cami) baru pada Orientasi Studi Pengenalan Kampus (Ospek) didaerah itu.    “Ospek yang dilakukan kali itu difokuskan pada pendidikan/edukasi yang baik kepada Cama dan Cami yang akan mengikuti pendidikan di ketiga lembaga yakni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Saumlaki (STIESA), Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Saumlaki (STIAS) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu pendidikan Saumlaki (STKIPS) agar dapat membentuk karakter Mahasiswa yang baik dan profesional,” ujarnya saat membuka Ospek di Saumlaki, Rabu (21/8).
Saumlaki, Dharapos.com - Sekretaris Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku (YPTRL) Saumlaki, Olivir Srue menyatakan pihaknya menerapkan budaya pembentukan karakter untuk Calon Mahasiswa (cama) dan calon mahasiswi (cami) baru pada Orientasi Studi Pengenalan Kampus (Ospek) didaerah itu.

“Ospek yang dilakukan kali itu difokuskan pada pendidikan/edukasi yang baik kepada Cama dan Cami yang akan mengikuti pendidikan di ketiga lembaga yakni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Saumlaki (STIESA), Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Saumlaki (STIAS) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu pendidikan Saumlaki (STKIPS) agar dapat membentuk karakter Mahasiswa yang baik dan profesional,” ujarnya saat membuka Ospek di Saumlaki, Rabu (21/8).

Menurut Srue, Pendidikan atau edukasi yang dimaksudkan disitu ialah bagaimana mempersiapkan para mahasiswanya untuk menjadi masyarakat Ilmiah yang betul-betul profesional pada bidang ilmu masing-masing

“Saya berharap agar para mahasiswa nantinya mempunyai rasa cinta terhadap lembaga masing-masing, kemudian memiliki komitmen yang tinggi untuk menyelesaikan studi di lembaga itu dan akan terserap keluar ke tengah masyarakat agar dapat menjadi pola anutan yang baik,“ jelasnya.

Srue katakan, apa yang disampaikan oleh ketua yayasan tahun lalu itu memang benar bahwa dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menyelesaikan sebuah masalah

“Itu bukan dengan tindak kekerasan melainkan menciptakan ruang agar dapat menyelesaikan masalah itu secara ilmiah karena kita adalah masyarakat ilmiah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Beni Stefanus Fenanlabir menyatakan, bahwa pihaknya sudah sejauh mungkin mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Ospek itu sendiri, dalam hal membentuk karakter cama cami tahun 2019.

Fenanlambir menambahkan, Ia akan memaksimalkan dan menerapkan segala sesuatu yang dapat membantu menjadikan mahasiswanya sebagai orang-orang yang handal. (dp-45)
Share it:

Maluku Tenggara Barat

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi