Menteri PPPA Canangkan Puskesmas Dan Sekolah Ramah Anak Di Tanimbar

Saumlaki, Dharapos.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise dalam kunjungan kerjanya di Saumlaki, Rabu (28/8) menetapkan lima sekolah menjadi sekolah ramah anak dan satu Puskesmas sebagai Puskesmas ramah anak. Pencanangan sekolah dan puskesmas ramah anak itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri PPPA dan disaksikan oleh Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon, Ketua Tim Penggerak PKK Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail, Wakil Ketua Tim PKK Provinsi Maluku, Beatriks Orno serta Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jois Penturi Fatlolon yang bertempat di pelataran SMP Negeri 1 Tanimbar Selatan. Lima sekolah itu masing-masing: TK Angrek Saumlaki, SD Inpres Sifnana, SD Naskat Don Bosco II dan SD NaskatI Don Bosco III Saumlaki dan SMP Negeri 1 Tanimbar Selatan. Sementara Puskesmas Saumlaki ditetapkan sebagai Puskesmas ramah anak. "Sekolah ini belum dikatakan ramah anak karena ada 24 indikator yang harus dilaksanakan oleh semua pihak untuk mendukung kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai kabupaten layak anak. Salah satu indikatornya adalah sekolah ramah anak dan Puskesmas layak anak,"kata Yembise kepada hadirin dalam kegiatan itu. Lima sekolah dan satu puskesmas ini menurut Yembise, akan menjadi model untuk sekolah dan puskesmas lain di kepulauan Tanimbar. "Kami kementrian mendukung semua tempat-tempat publik ramah anak. Ini tugas cukup berat yang harus dilakukan oleh pemerintah,"katanya. Yembise mengimbau kepada Gubernur Maluku dan Bupati Kepulauan Tanimbar untuk kerja keras dengan mengoptimalkan semua perangkat daerah. Kerja keras yang dilakukan akan disertai dengan evaluasi setiap tahun berjalan sehingga pihaknya bisa memberikan penghargaan kepada kepala daerah, yakni mulai dari penghargaan setingkat Pratama hingga Utama. "Kalau kabupaten belum layak anak maka provinsi itu belum bisa disebutkan sebagai provinsi layak anak"katanya mengingatkan. Yembise merincikan tiga Kota di Indonesia yang sudah mendekati status layak anak yakni Kota Surabaya, Kota Surakarta dan Kota Denpasar. 3 kota ini telah ditetapkan statusnya menjadi utama. Di provinsi Maluku, Yembise menyebutkan bahwa baru dicanangkan di Kabupaten dan Kota, yakni Kabupaten Buru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kota Madya Ambon. "Saya berharap, Kabupaten Kepulauan Tanimbar ditahun depan sudah meraih itu status layak anak"pintanya. Yembise diakhir sambutannya meminta Bupati Petrus Fatlolon menggerakkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaksimalkan program kerja guna mempercepat penetapan status kabupaten layak anak. "Jangan hanya membiarkan dinas pemberdayaan perempuan saja yang kerja tetapi semua OPD harus kerja,"tandasnya. Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon dikesempatan itu menyatakan konsekwensi dari pencanangan sekolah ramah anak ini maka pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar telah mengalokasikan 20 persen dana pendidikan di tahun anggaran 2019. "Oleh karena itu, kedepan kami akan lakukan afirmasi khusus untuk mempercepat proses ini. Sejumlah fasilitas akan dipersiapkan seperti perpustakaan yang memadai, Kantin yang layak bagi anak-anak, serta sekolah dan lingkungannya harus dijadikan sebagai istana bagi anak-anak,"urainya. Bupati Fatlolon berharap kepada Menteri Yembise agar senantiasa mencurahkan perhatian bagi kepulauan Tanimbar dalam setiap program kerja. (DP - 18)
Share it:
Saumlaki, Dharapos.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise dalam kunjungan kerjanya di Saumlaki, Rabu (28/8) menetapkan lima sekolah menjadi sekolah ramah anak dan satu Puskesmas sebagai Puskesmas ramah anak.

Pencanangan sekolah dan puskesmas ramah anak itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri PPPA dan disaksikan oleh Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon, Ketua Tim Penggerak PKK Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail, Wakil Ketua Tim PKK Provinsi Maluku, Beatriks Orno serta Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jois Penturi Fatlolon yang bertempat di pelataran SMP Negeri 1 Tanimbar Selatan.

Lima sekolah itu masing-masing: TK Angrek Saumlaki, SD Inpres Sifnana, SD Naskat Don Bosco II dan SD NaskatI Don Bosco III Saumlaki dan SMP Negeri 1 Tanimbar Selatan. Sementara Puskesmas Saumlaki ditetapkan sebagai Puskesmas ramah anak.

"Sekolah ini belum dikatakan ramah anak karena ada 24 indikator yang harus dilaksanakan oleh semua pihak untuk mendukung kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai kabupaten layak anak. Salah satu indikatornya adalah sekolah ramah anak dan Puskesmas layak anak,"kata Yembise kepada hadirin dalam kegiatan itu.

Lima sekolah dan satu puskesmas ini menurut Yembise, akan menjadi model untuk sekolah dan puskesmas lain di kepulauan Tanimbar.

"Kami kementrian mendukung semua tempat-tempat publik ramah anak. Ini tugas cukup berat yang harus dilakukan oleh pemerintah,"katanya.

Yembise mengimbau kepada Gubernur Maluku dan Bupati Kepulauan Tanimbar untuk kerja keras dengan mengoptimalkan semua perangkat daerah.

Kerja keras yang dilakukan akan disertai dengan evaluasi setiap tahun berjalan sehingga pihaknya bisa memberikan penghargaan kepada kepala daerah, yakni mulai dari penghargaan setingkat Pratama hingga Utama.

"Kalau kabupaten belum layak anak maka provinsi itu belum bisa disebutkan sebagai provinsi layak anak"katanya mengingatkan.

Yembise merincikan tiga Kota di Indonesia yang sudah mendekati status layak anak yakni  Kota Surabaya, Kota Surakarta dan Kota Denpasar. 3 kota ini telah ditetapkan statusnya menjadi utama.

Di provinsi Maluku, Yembise menyebutkan bahwa baru dicanangkan di Kabupaten dan Kota, yakni Kabupaten Buru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kota Madya Ambon.

"Saya berharap, Kabupaten Kepulauan Tanimbar ditahun depan sudah meraih itu status layak anak"pintanya.

Yembise diakhir sambutannya meminta Bupati Petrus Fatlolon menggerakkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaksimalkan program kerja guna mempercepat penetapan status kabupaten layak anak.

"Jangan hanya membiarkan dinas pemberdayaan perempuan saja yang kerja tetapi semua OPD harus kerja,"tandasnya.

Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon dikesempatan itu menyatakan konsekwensi dari pencanangan sekolah ramah anak ini maka pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar telah mengalokasikan 20 persen dana pendidikan di tahun anggaran 2019.

"Oleh karena itu, kedepan kami akan lakukan afirmasi khusus untuk mempercepat proses ini. Sejumlah fasilitas akan dipersiapkan seperti perpustakaan yang memadai, Kantin yang layak bagi anak-anak, serta sekolah dan lingkungannya harus dijadikan sebagai istana bagi anak-anak,"urainya.

Bupati Fatlolon berharap kepada Menteri Yembise agar senantiasa mencurahkan perhatian bagi kepulauan Tanimbar dalam setiap program kerja.

(DP - 18)
Share it:

Maluku Tenggara Barat

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi