Pemprov Maluk Jamin Ketersediaan Sembako Jelang Idul Fitri

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menjamin ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) jelang perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah Tahun 2019.
Share it:
Sekda Maluku Hamin Bin Taher saat melepas mobil pasar murah secara mobile, Senin (27/5/2019)
Ambon, Dharapos.com -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menjamin ketersediaan  sembilan bahan pokok (sembako) jelang perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah Tahun 2019.

Hal itu dikarenakan adanya sejumlah kapal pengangkut sembako yang masih akan berdatangan menjelang hari raya nanti.

"Stok kita tersedia dalam jumlah yang cukup. Minggu lalu ada dua kapal yang melakukan pembongkaran peti kemas dengan jumlah 30 kontainer," ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Elvis Pattiselano kepada pers usai pembukaan pasar murah menyambut idul Fitri 1440 Hijriah tahun 2019 di kantornya, Senin (27/5/2019).

Pihak Meratus hari ini juga melakukan pembongkaran peti kemas berisi daging ayam dan beras berjumlah 25 kontiner.

Kemudian 8 kontiner telur serta tiga minyak goreng.

Menurutnya, untuk tiga komoditi yang memicu inflasi seperti cabe, bawang merah dan bawang putih stoknya tersedia dalam jumlah cukup dan harganya sudah turun di pasar rakyat.

"Untuk bawang merah perkilonya dari Rp50.000 sekarang sudah Rp36.000 dan bawang putih Rp 36.000 mnjadi 35.000 digerai modern dan pasar tradisional," sambung Elvis.

Pihaknya berharap untuk komoditi bawang merah dan putih ini akan semakin stabil.

Hal ini dikarenakan informasi yang diterimanya dari pemasok barang di daerah sentra produksi (Surabaya) lebih rendah dari pasar pada dua Minggu lalu, sedangkan cabe rawit, pasokannya terbatas dan pengadaannya masih diperjuangkan pihaknya.

Sebelumnya, di tempat yang sama Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Maluku, Hamin bin Taher pada acara pembukaan pasar murah menyambut Ramadhan, menyampaikan, berkat kerja sama Pemda dalam hal ini Dinas Perindag Maluku dan beberapa distributor sehingga kebutuhan pokok masyarakat di daerah ini yang di pasok dari beberapa kota besar seperti Surabaya, Makasar dan Manado, tersedia dalam jumlah yang cukup.

"Saya mengharapkan kepada semua pihak terutama para distributor, pedagang pengecer dan lainnya agar tidak melakukan kegiatan spekulasi tertentu sehingga dapat menyebabkan terjadinya lonjakan harga yang tidak wajar yang mengakibatkan kerugian masyarakat," imbaunya.

Untuk pasar murah kali ini diadakan secara mobile dan diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

(dp-19)
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi