Miris ! Hanya 5 Puskesmas di MBD yang Miliki Tenaga Dokter

Kabupaten Maluku Barat Daya menjadi salah satu wilayah yang masih sangat minim tenaga kesehatannya.
Share it:
Kepala Dinas Kesehatan MBD, dr. F. Bagaray
Tiakur, Dharapos.com - Kabupaten Maluku Barat Daya menjadi salah satu wilayah yang masih sangat minim tenaga kesehatannya. 

Minimnya jumlah tenaga medis di kabupaten berjuluk Kalwedo tersebut mengakibatkan pelayanan kesehatan di wilayah itu belum maksimal. 

Bahkan dari 32 Puskesmas yang tersebar di wilayah itu, hanya 5 Puskemas yang memiliki tenaga dokter.

Kondisi ini di sampaikan Kepala Dinas Kesehatan setempat dr. F. Bagaray kepada Dhara Pos yang dikonfirmasi di ruang kerjanya baru-baru ini.

"Selain jumlah tenaga kesehatan yang masih sangat minim, akses masyarakat ke sejumlah fasilitas pelayanan medis juga tidaklah mudah. Ini di karenakan letak geografis kepulauan yang jaraknya sangat jauh,” ungkapnya. 

Menurut Bagaray, jumlah PNS pada Dinkes MBD sampai ke jajaran tingkat bawah baik rumah sakit maupun puskesmas-puskesmas sangat terbatas. 

“Tenaga yang ada hanya berjumlah 200 lebih PNS dan itu dikategorikan sangat sedikit untuk memenuhi kebutuhan pada 32 puskesmas dan satu rumah sakit,” rincinya. 

Guna menutupi itu, Pemerintah MBD melalui Dinkes setiap tahun berjalan merekrut tenaga kontrak yang dibiayai menggunakan APBD setempat. 

“Tahun 2019 ini, kita dapat 400 lebih tenaga honorer yang nantinya akan di bagi baik di rumah sakit maupun di puskesmas-puskesmas dan pustu," akuinya.

Bagaray juga menambahkan, untuk tenaga dokter juga sangat terbatas sehingga pelayanan terhadap masyarakat juga menjadi tidak maksimal. 

“Dari 32 puskesmas yang tersebar di 17 kecamatan, hanya 5 puskesmas yang memiliki tenaga dokter, sementara 27 puskesmas lainnya tidak ada sama sekali tenaga dokternya,” bebernya. 

Ke 5 puskesmas dimaksud yang memiliki tenaga dokter yaitu Puskesmas Tepa, Letwurung, Wonreli, Weet dan Serwaru. 

“Tadinya ada satu lagi tenaga dokter juga kita perbantukan di Puskesmas Lirang  tapi yang bersangkutan sudah mengundurkan diri. Jadi hanya tinggal lima puskesmas saja yang miliki tenaga dokter,” sambungnya. 

Bagaray juga menjelaskan, Dinkes MBD juga sudah membuat permintaan di provinsi untuk bantuan tenaga kesehatan dan dalam waktu dekat ini dari provinsi akan mengirimkan tenaga dokter umum namun hanya satu. 

Ditambahkan pula, dalam rangka menjaga agar tenaga-tenaga kesehatan tersebut tetap betah di MBD maka Pemda sendiri juga sudah membantu dengan memberikan insentif  dokter yang cukup besar, meski itupun juga belum bisa menarik minat dokter untuk datang kesini. 

“Apalagi dengan kita hanya memiliki satu tenaga dokter spesialis yang pada akhir Maret lalu sudah berakhir masa kontraknya.  Sementara kita sendiri tidak bisa mendapatkan dokter spesialis pengganti sehingga hal ini juga menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian,” imbuhnya.

Untuk kepentingan pelayanan di sektor ini, Pemda sendiri telah memberikan dukungan penuh untuk menyediakan tempat tinggal maupun fasilitas lainnya. 

Juga fasilitas yang di butuhkan untuk kegiatan-kegiatan demi mengatasi kejenuhan mereka dikarenakan bertugas di Puskesmas pada daerah terpencil, pedalaman hingga kawasan perbatasan.

Bagaray pun menaruh harapan yang besar kepada Bupati MBD Drs. Barnabas.N.Orno yang nantinya akan dilantik sebagai Wakil Gubernur Maluku dalam waktu dekat ini. 

“Mudah mudahan dengan beliau menjadi Wakil Gubernur Maluku agar bisa memperhatikan MBD dari masalah kurangnya tenaga medis dan dokter di daerah yang beliau pimpin selama 8 tahun ini,”  tutupnya. 

(dp-17)
Share it:

Kesehatan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi